
Dinda berlari ke kamar mandi dan dengan cepat dia membasuh tubuhnya dan mengganti pakaiannya.
Beberapa kali dia menyeka air matanya, tidak menyangka dia akan bertemu dengan Keyla di tempat ini, Dinda juga tidak pernah mengira sebelumnya Kalau ternyata Dio juga mengenal Keyla, ternyata Keyla yang di maksud Chika waktu itu adalah Keyla yang ini.
Setelah keluar dari kamar mandi, Dinda bergegas mengambil tasnya dan berniat akan pergi dari rumah Dio, ucapan Keyla telah membuatnya sakit hati, karena apa yang dituduhkan Keyla terhadapnya tidaklah benar.
"Bu Dinda mau ke mana?" tanya Chika yang masih mengenakan pakaian renang, dan berlari menyusulnya saat melihat Dinda pergi.
"Bu Dinda harus pulang sayang, kan kita sudah bermain bersama hari ini!" ucap Dinda.
"Bu Dinda marah ya, karena ada tante Keyla yang datang?" tanya Chika.
Cepat-cepat Dinda menggelengkan kepalanya.
"Tidak sayang, Bu Dinda tidak marah kok! Cuma kan Bu Dinda memang harus pulang!" jawab Dinda.
Dio yang sudah berganti pakaian itu langsung berlari memeluk Dinda, saat melihat Dinda akan pergi dari rumahnya. Keyla terlihat berjalan santai mengikuti Dio dari belakang.
"Kau mau ke mana Dinda, kenapa kau tiba-tiba pergi? Kenapa juga kau harus memikirkan perkataan Keyla? Aku tidak perduli kau masih perawan atau tidak, bukan itu prioritasku!" ucap Dio.
"Oh, jadi Pak Dio percaya kalau aku memang sudah tak perawan lagi??" tanya Dinda sambil menangis.
"Bukan itu maksudku!"
"Tadi kau baru saja bilang, tak perduli aku perawan atau tidak, berarti kau percaya kan?? Please Pak, aku butuh sendiri sekarang!" Dinda langsung mengurai pelukan Dio dan melangkah keluar rumah, Dio lalu mengejarnya.
"Dinda! Kau jangan seperti anak kecil!" teriak Dio.
Dinda menghentikan langkahnya sambil menoleh.
"Terserah Pak Dio mau bilang aku seperti anak kecil atau apa, tapi jujur, aku tidak mau ada urusan apapun saat ini, lebih baik kita jangan bertemu dulu beberapa waktu, aku butuh sendiri!" ujar Dinda yang langsung keluar dari gerbang begitu saja.
__ADS_1
Dio kembali mengejar Dinda sampai ke depan gerbang, namun sayang Dinda sudah keburu mencegat taksi dan dengan cepat langsung naik dan pergi meninggalkan rumah Dio begitu saja.
Dio menjambak rambutnya frustasi dia tidak menyangka kalau Dinda akan sesensitif ini dengan perkataan Keyla.
"Sudahlah Dio, Mungkin dia memang butuh waktu sendiri untuk merenungi perbuatan masa lalunya!" ujar Keyla yang tiba-tiba sudah berdiri di belakang Dio.
Sementara Chika terlihat menangis karena Ibu gurunya pergi, dan berusaha di tenangkan oleh Mbak Yuyun.
"Mbak Yuyun! Ajak Chika ke kamarnya!" titah Dio.
"Baik Pak!" sahut Mbak Yuyun yang langsung menggendong Chika ke kamarnya.
Kemudian dengan cepat Dio menarik tangan Keyla dan membawanya ke teras depan rumahnya.
Dio menatap tajam kearah Keyla yang sedari tadi terlihat sangat tenang dan santai.
"Keyla, kau datang-datang langsung membuat kekacauan! Apa maksud perkataanmu tadi? Kau mengenal Ken? Si brengsek yang telah melukai hati Dinda??" tanya Dio.
"Lalu?"
"Dinda itu pacaran lama dengan Ken, dulu mereka ldr an, karena Ken kuliah di Jepang!" jelas Keyla.
"Terus?"
"Pada saat mau nikah, Ken membatalkannya karena Dinda itu anak haram yang tidak di ketahui siapa ayahnya, keluarga Ken tidak mau terima malu, makanya batal deh!" lanjut Keyla.
"Lalu kau tau dari mana kalau Dinda sudah tak perawan lagi?" tanya Dio yang masih menatap tajam ke arah keyla itu.
"Itu sudah pasti! Aku tau betul siapa Ken, banyak wanita yang telah dia perdaya, termasuk Dinda!" sahut Keyla.
"Hmm, Oke, sudah cukup pemberitahuannya?? Sekarang kau boleh pulang!" ujar Dio, Keyla terkejut.
__ADS_1
"Dio? Kau menyuruhku pergi? Aku kan baru datang!" tanya Keyla.
"Ya terserah kalau kau masih mau di sini, bagus kalau kau mau menjaga Chika, karena aku mau menyusul Dinda!" sahut Dio.
"Apa?? Kau tidak mau menyelidiki masa lalu si Dinda? Nanti kau akan menyesal Dio!" seru Keyla.
"Menyesal? Kenapa aku harus menyesal? Kalau memang Dinda sudah tak suci lagi kenapa?? Masalah buatmu?" tanya Dio yang langsung melangkah menuju ke mobilnya yang terparkir tidak jauh dari situ.
"Dio tunggu!" panggil Keyla.
"Mau apa lagi?? Sana lebih baik kau bantu Mbak Yuyun masak!" cetus Dio yang segera melajukan mobilnya meninggalkan rumahnya.
"Dioo!!"
Wajah Keyla terlihat merah padam, tidak menyangka kalau reaksi Dio akan seperti ini.
Tiba-tiba dari arah dalam, Chika muncul sambil membawa pistol air, Dia segera berjalan menuju kearah Keyla yang masih berdiri menatap kepergian Dio.
"Tante Keyla! Kita main tembak-tembakan yuk, aku duluan ya yang tembak, nanti Tante Boleh tembak aku!" seru Chika sambil beberapa kali yang menyemprotkan pistol air itu ke arah Keyla.
Rambut dan pakaian Keyla mulai basah.
"Aarggh, setan kecil!! Apa yang kau lakukan padaku!!" teriak Keyla sambil menghindari dari tembakan Chika.
"Lho, aku akan mengajak tante bermain, atau Tante Keyla mau kita main petasan? Kebetulan aku masih simpan petasan besar lho, bekas tahun baru kemarin!" sahut Chika Sambil tertawa.
"No! Tante mau pulang sekarang!" cetus Keyla yang langsung pergi menuju ke mobilnya yang terparkir, dengan rambut dan pakaiannya yang basah di semprot oleh Chika.
Mbak Yuyun yang melihat dari jendela nampak tertawa terpingkal-pingkal, melihat kelakuan bocah yang baru berusia enam tahun itu.
Bersambung...
__ADS_1
****