Hujan, Sampaikan Rinduku

Hujan, Sampaikan Rinduku
Mulai Tenang


__ADS_3

Hari sudah menjelang subuh, dokter menyarankan kalau Ratih Jangan terlalu banyak di introgasi mengingat luka di kepalanya masih terbilang parah dan dia butuh istirahat.


Akhirnya mau tidak mau, subuh itu Dio juga pulang ke rumah meninggalkan kan Ratih yang kini di jaga oleh beberapa perawat atas perintah Pak Dirja.


"Dio, sebaiknya kita istirahat saja dulu di rumah, mengenai keamanan rumahmu kau tenang saja penjahat intinya sudah kita Taklukan, yang kita cari tahu berikutnya adalah bagaimana cara wanita itu bisa masuk ke dalam rumahmu tanpa diketahui oleh siapapun! " kata Pak Dirja.


"Iya Ayah, aku juga sudah merasa sangat lelah, pikiranku benar-benar kusut Aku ingin tidur sejenak menenangkan diri, dan aku sudah tidak sabar lagi untuk segera sampai ke rumah bertemu anak dan istriku!" sahut Dio yang masih terus melajukan mobilnya menuju ke rumahnya.


Tak lama kemudian mereka tiba di rumah, dengan cepat Dio langsung memarkirkan mobilnya, dan berjalan masuk kedalam rumahnya.


Mbak Yuyun masih sibuk dibelakang mencuci pakaian pakaian kotor, juga membersihkan kamar bekas suster Anna.


Dio kemudian langsung naik ke atas menuju ke kamarnya, Dia sedikit terkejut melihat Dinda yang kini sedang duduk di kamarnya, padahal waktu baru menunjukkan jam empat dini hari.


"Sayang, Kenapa kamu tidak tidur?" tanya Dio yang langsung duduk disebelah Dinda.


"Mas, kamu tidak perlu menceritakan apapun padaku, aku sudah tahu semuanya, Ibu sudah menceritakan semuanya padaku secara detil dan gamblang!" kata Dinda.


"Semuanya akan baik-baik saja sayang, karena otak utama kejahatan itu kini sudah ditaklukan, dia itu Ratih adeknya Ranti, dia ingin mengambil Chika dari aku, bukan hanya Chika, dia juga mengincar harta ku, karena merasa bahwa mereka memiliki hak itu karena Chika adalah bagian dari keluarga mereka!" tutur Dio.


"Aku sudah ngobrol dengan Ibu, dan dia juga menduga begitu, kalau memang dia itu adalah mantan adik ipar mu, Kenapa kalian tidak berbicara secara kekeluargaan saja? walau bagaimana dia kan masih saudara Chika!" kata Dinda.


"Kekeluargaan? Mereka tidak datang secara baik-baik, mereka datang sebagai musuh dalam selimut, bahkan kau tahu bahwa mereka datang hendak membinasakan kita semua! Ada senjata api dan racun yang mematikan yang ditemukan, itu adalah barang bukti yang kuat, kalau mereka memang hendak membunuh aku dan keluargaku, kecuali Chika, Setelah itu mereka akan mengambil semua harta yang aku punya termasuk Chika!" Kata Dio.


Dinda terdiam, benar kata suaminya itu, sejak awal, kedatangan mereka memang tidak dengan cara baik-baik.


Bahkan mereka seperti musuh dalam selimut yang tidak diketahui.


Tiba-tiba Dinda teringat akan Asti, Asti tidak ada kabar sejak dia merekomendasikan suster Anna untuk bekerja padanya.

__ADS_1


Sejak saat itu tidak ada informasi apapun mengenai Asti. Dinda berusaha untuk menelepon ponsel Asti namun ponselnya itu tidak diangkat-angkat meskipun nadanya tersambung.


Sama persis apa yang dialami Dio juga menelpon Asti dan nadanya tersambung namun tidak diangkat-angkat.


"Mas Dio, masih ada waktu sekarang, lebih baik kamu beristirahat, karena kita akan ke kantor Polisi untuk mengintegrasi suster Anna! Ada hal yang ingin aku tanyakan padanya, terutama mengenai Asti sahabatku!" ucap Dinda.


Dio menganggukkan kepalanya, kemudian dia cepat-cepat berbaring di atas tempat tidurnya, dan memejamkan matanya, masih ada beberapa jam dia bisa beristirahat sebelum dia dan Dinda berangkat ke kantor polisi.


Dinda juga ikut menyusul suaminya itu berbaring disampingnya, dan mulai memejamkan matanya.


Paling tidak Hatinya sudah sedikit menjadi tenang, karena pelaku kejahatan di rumahnya sudah tidak bercokol lagi di rumah ini.


****


Sementara itu di tempat kediaman keyla, Keyla nampak sudah bangun pagi-pagi dan keluar dari kamarnya, kemudian turun ke bawah menuju ke dapur.


Ken nampak masih tertidur di atas tempat tidurnya itu. Sudah beberapa hari ini Pak Dirja menginap di rumah Dio, Keyla mulai resah, pasalnya dia tidak pernah ditinggal lama oleh ayahnya itu sejak kecil, namun sekarang ayahnya malah menginap dirumah Dio beberapa hari.


Keyla harus belajar mengenal dapur, juga bagaimana menyiapkan sarapan untuk seisi keluarganya.


"Eh mbak Keyla tumben sudah bangun, tapi sarapannya belum selesai mbak sebentar lagi!" kata Bi Titi yang merasa heran dan terkejut melihat kedatangan keyla di dapur.


Padahal sebelumnya Keyla jarang sekali menginjakkan kakinya di dapur.


"Sini Bi, aku bantu, aku yang menyajikan nya di meja makan ya Bi, Bibi tolong siapkan saja yang di dapur, nanti aku tinggal menatanya saja di meja makan!" kata Keyla.


"Eh jangan Mbak, sudah mbak Keyla duduk saja, biar Bibi yang mengerjakan semuanya, lagian ini juga sudah mau selesai kok, Bibi mau langsung tata di meja makan!" tukas Bi Titi yang merasa sungkan dan bingung melihat Keyla yang tiba-tiba ingin membantunya itu.


"Izinkan aku membantumu Bi, kalau semuanya Bibi yang mengerjakan, aku kapan pinternya? Aku mana bisa jadi istri yang baik Kalau begini terus!" sahut Keyla.

__ADS_1


Bi Titi terdiam, dia menyadari bahwa majikan kini sedang sedikit berubah ingin menjadi wanita yang seutuhnya, belajar menjadi ibu rumah tangga yang baik.


Bi Titi kemudian tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.


"Baiklah Mbak Keyla, Bibi paham, sekarang, makanan yang sudah bibi taruh di piring, disajikan di meja makan, terserah mbak Keyla mau bagaimana cara penyajiannya!" kata Bi Titi.


"Oke Bi!"


Dengan semangat Keyla kemudian mulai mengangkat satu demi satu makanan yang sudah dibuat oleh Bi Titi itu ke meja makan besar, kemudian dia mulai menatanya dengan rapi.


Setelah semuanya selesai, Keyla cepat-cepat naik ke atas untuk segera mandi dan berpakaian. Setelah itu dia akan membangunkan Ken suaminya.


Ken mulai mengerjapkan matanya sedikit demi sedikit, saat tercium ada aroma sabun mandi di Indra penciumannya.


Keyla sudah berdiri di hadapannya dengan rambutnya yang basah dan dengan sudah berganti pakaian karena sudah mandi.


Keyla tersenyum ke arah Ken. Ken begitu terkesiap pagi ini, sikap Keyla begitu manis, berbeda dari biasanya.


Dalam hati Ken senang karena sedikit demi sedikit keyla sudah mulai berubah, paling tidak Keyla udah bisa menerima dirinya menjadi suaminya yang seutuhnya, bukan hanya di atas kertas dan hanya karena sebuah status.


"Good morning Ken, ayo lekas lah kau mandi, setelah itu kita akan sarapan bersama, Pagi ini aku sendiri lho yang menyiapkan sarapan untukmu!" ucap Keyla.


"Wow, bidadari ku sudah berubah!" sahut Ken terkesima.


Secepat kilat Ken kemudian langsung melompat dari tempat tidurnya, dan menyambar handuknya lalu bergegas masuk ke dalam kamar mandi.


Bersambung ...


******

__ADS_1


Hello guys, disini Siapa yang punya hobi menyanyi??


Author di sini punya hobby menyanyi lho, Barang siapa yang yang suka menyanyi, Author akan undang untuk duet bersama 😁😁🥰


__ADS_2