Hujan, Sampaikan Rinduku

Hujan, Sampaikan Rinduku
Janji Dio


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih 12 jam nonstop, akhirnya Dinda dan Dio tiba di Istanbul dan mereka langsung check in di sebuah hotel bintang lima.


Seorang pemandu wisata yang membawa mereka dari bandara ke hotel untuk kemudian mereka langsung beristirahat.


Wajah Dinda nampak lelah, namun ada pancaran kebahagiaan dari wajahnya itu, Dio benar-benar memperlakukannya sebagai ratu.


Dio kemudian membimbing Dinda masuk ke dalam kamar hotel yang terlihat sangat mewah, Dinda terkesiap melihatnya.


Seumur hidupnya belum pernah dia bermalam di hotel semewah ini, matanya mulai berkaca-kaca karena terharu.


"Hei, kenapa kau kelihatan sedih sayang? Sejak tadi kau diam saja, bahkan sedikitpun tidak berbicara apapun!" kata Dio yang langsung merengkuh Dinda.


"Ini bukan kesedihan, tapi kebahagiaan, aku sangat terharu, trimakasih ya Mas!" ucap Dinda.


"Ssst, berterimakasihlah pada Ayah dan Bunda, karena bulan madu ini adalah hadiah dari mereka!" bisik Dio.


"Mas, apakah sebelumnya kau tidak pernah bulan madu bersama dengan mendiang istrimu?" tanya Dinda sambil mulai merebahkan dirinya di tempat tidur itu.


"Sayang, di awal pernikahanku dulu, semuanya serba kaku, terlebih lagi Ranti, baru saja menikah, dia sempat-sempatnya teleponan dengan mantan kekasihnya, sebagai seorang suami, aku sama sekali tidak di hargai!" ungkap Dio.


"Aku bisa merasakan apa yang Mas Dio rasakan saat itu, hidup bersama dengan orang yang hatinya masih terpaut dengan yang lain!" ucap Dinda.


"Tapi sudahlah, itu hanya bagian dari masa lakuku, yang penting sekarang, kamu mencintai aku, aku mencintaimu, itu sudah cukup!" kata Dio yang mulai membuka pakaiannya karena sudah terasa lengket sedari tadi.


Dinda kemudian juga bangun dan mulai membereskan koper dan barang-barangnya.


"Besok kita Mau kemana Mas?" tanya Dinda yang terasa tidak sabar menunggu hari esok.


"Sebenarnya kita ikut rombongan, tapi kalau kamu mau ke suatu tempat, kita bisa atur lagi dengan tour guidenya!" jawab Dio.


"Ikut rombongan saja deh Mas, biar enak banyak temannya!" ujar Dinda.


Pada saat Dinda sedang membereskan pakaian, tiba-tiba Dio dengan spontan mengangkat Dinda dan membawanya ke balkon dengan pemandangan gemerlapnya kota di malam hari.


"Sayang, bintang yang akan jadi saksi, malam ini aku berjanji akan selalu menjadi teman hidupmu selamanya, sampai rambut kita memutih, aku janji!" ucap Dio sambil menatap mata bening Dinda.


"Mas, kenapa kamu selalu membuatku terharu? Aku percaya padamu Mas!" kata Dinda.


Mereka kemudian saling bertatapan tanpa bicara, namun tatapan mata mereka menyiratkan banyak makna.


"Menemukanmu adalah anugerah buatku!" bisik Dio.

__ADS_1


Perlahan Dio kembali mengecup bibir itu, cinta yang mendalam membuat mereka hanyut dalam suasana malam itu.


Dio kemudian mulai kembali mengangkat tubuh Dinda dan membaringkannya di tempat tidur itu.


Perlahan Dio kembali membuka pakaian Dinda sedikit demi sedikit, sambil terus menciumi wajah dan lehernya.


Dinda pasrah dan diam saja apa yang Dio lakukan terhadapnya, kini seluruh jiwa dan raganya hanyalah milik suaminya seorang.


Tangan Dinda juga membelai wajah tampan Dio yang kini mulai berkeringat, mengusapnya dengan penuh kelembutan.


Perlahan Dinda juga mengecup bibir itu, bibir yang selalu memberikannya kehangatan dan kelembutan.


"Rasanya manis Mas!" gumam Dinda pelan.


Dio kemudian mulai menyesapkan wajahnya ke dada Dinda, ada rasa hangat dan nyaman di sana.


Perlahan kembali Dio mulai menyatukan tubuh mereka, ada rasa yang sulit untuk di lukisan dengan kata-kata, bintang dan bulan malam itu yang bersinar menjadi saksi indahnya cinta kasih mereka.


****


Di tempat kediamannya, Keyla sudah bersiap akan keluar dari rumahnya.


Pak Dirja yang melihat Keyla yang hendak pergi itu mulai ketar-ketir, takut Keyla akan pergi ke klub malam lagi.


"Mau keluar Ayah!" sahut Keyla.


"Iya, tapi mau kemana?"


"Cari angin!" sahut Keyla yang terus melangkah meninggalkan Pak Dirja.


Pak Dirja hanya bisa menarik nafas panjang sambil mengelus dadanya, mencegah Keyla pergi juga percuma, Keyla pasti akan bersikeras untuk pergi.


Pak Dirja kembali terduduk, ada kesedihan dalam hatinya, kesalahan masa lalunya telah membuahkan sifat Keyla, Pak Dirja mengusap matanya yang sempat basah.


"Maaf Pak, mau saya buatkan minuman hangat?" tanya Bi Titi yang sedari tadi melihat majikannya itu bersedih.


"Boleh Ti, kamu langsung antarkan ke kamarku saja ya, aku mau istirahat!" jawab Pak Dirja yang segera bangun dan berjalan menuju ke kamarnya.


"Baik Pak!" jawab Bi Titi.


Sementara Keyla terus melajukan mobilnya itu menembus kegelapan malam.

__ADS_1


Sebenarnya dia juga tidak punya tujuan mau kemana, dia cuma ingin menenangkan pikirannya yang saat ini sedang kusut.


Tiba-tiba ada mobil yang menyalibnya, dan kini mobil itu sudah berhenti di depan mobil Dinda.


"Sial! Siapa sih orang iseng itu!!" sungut Keyla yang langsung turun dari mobilnya yang mendadak berhenti itu.


Keyla tertegun saat melihat siapa orang yang turun dari mobil di depannya itu.


"Ken??! Mau apa kamu mengikuti aku?" tanya Keyla.


"Maaf Mbak, aku sengaja mengikutimu, aku mengkhawatirkanmu Mbak!" jawab Ken.


"Minggir Ken! Aku tidak butuh simpatimu! Aku benci melihat tampangmu, mulai sekarang, lupakan kalau kita pernah dekat dan berteman, sekarang pergilah dari sini!" teriak Keyla.


Ken bukannya mundur, tapi malah maju dan memegang kedua bahu Keyla.


"Tidak Mbak, bagiku kehilanganmu adalah kehilangan hidupku, entah mengapa, sejak malam itu, aku jadi benci pada diriku sendiri, dan asal Mbak keyla tau, aku sudah tidak menginginkan apapun di dunia ini, selain Mbak Keyla!" seru Ken.


Keyla terhenyak mendengar ucapan Ken, Ken yang kini ada di hadapannya sungguh berbeda dengan Ken yang dulu pernah di kenalnya.


Ken lalu maju dan memeluk keyla dengan erat, seolah tidak mau di lepaskan lagi.


"Lepas Ken!"


"Tidak Mbak, aku sadar aku salah, aku telah merusak mahkota Mbak Keyla, Aku salah Mbak, dan aku juga tidak pernah menyangka kalau Mbak Keyla bisa menjaga kesucian Mbak sampai saat ini, aku benar-benar menyesal!" ucap Ken sambil menangis.


Dinda sedikit tertegun melihat seorang Ken yang kini menangis dalam pelukannya, Ken yang selalu menganggap enteng segala sesuatu, kini nampak bersungguh-sungguh dalam penyesalannya.


"Lalu apa mau mu Ken?" tanya Keyla.


"Aku ... ingin mulai dari awal, Mbak Keyla percaya kan kalau orang bisa berubah menjadi lebih baik?"


"Lalu?


"Kata Abang sepupuku Dicky, cinta itu bisa menyembuhkan luka, ijinkan aku mencoba menyembuhkan luka dalam hati Mbak Keyla!" ucap Ken dengan mata yang menatap dalam pada Keyla.


Bersambung...


****


Halo Guys ...

__ADS_1


Di sini siapa yang mau melihat visual para tokoh versi author?


Trimakasih atas setiap dukungannya ya ...🥰🤗


__ADS_2