Hujan, Sampaikan Rinduku

Hujan, Sampaikan Rinduku
Ada Apa Dengan Pak Dirja


__ADS_3

Bu Lilis dan Dinda hanya bisa melihat Dio yang sedang menerima telepon itu.


"Halo Om, yang saya posting itu baru mau saya hapus, karena yang bersangkutan sudah di temukan!" ucap Dio.


"Maksud Om, siapa wanita itu? Kenapa kau sampai memposting dia? Padahal kan kau sendiri jarang sekali posting sesuatu!" tanya Pak Dirja.


"Oh, dia itu calon mertuaku Om, Ibunya Dinda!" jawab Dio.


"Apa??"


Terdengar suara Pak Dirja yang shock dan kaget, setelah itu tiba-tiba tidak ada suara lagi di sebrang telepon.


"Halo! Om?! Om masih di situ kan?" panggil Dio.


Namun tidak ada jawaban apapun di seberang sana.


"Halo Om?! Om kenapa??" tanya Dio panik, tapi tidak ada jawaban dari seberang telepon.


"Ada apa Mas??" tanya Dinda saat melihat ekspresi cemas di wajah Dio.


"Ayahnya Keyla, padahal kami sedang mengobrol tiba-tiba suaranya hilang! Aku takut dia kena serangan jantung atau apa!" jawab Dio.


"Ya sudah, setelah mengantar kami, kau langsung saja ke sana, pastikan kalau dia baik-baik saja, kasihan juga!" timpal Bu Lilis.


"Baik Bu!"


"Mas Dio memangnya tau di mana rumahnya?" tanya Dinda.


"Tau, waktu itu aku pernah mengantar Keyla pulang saat pergi ke pantai!" sahut Dio.


"Oooh, jadi kau sempat-sempatnya jalan-jalan ke pantai sama wanita itu??" tanya Bu Lilis.


"Bukan Bu, waktu itu Chika juga ikut kok, kami hanya teman, tidak lebih, percaya deh Bu, hatiku sudah diambil semua sama anak Ibu!" jawab Dio.


"Ya sudah, Ibu percaya, sekarang cepat jalan lagi, Dinda kan juga harus ke sekolah besok pagi!" kata Bu Lilis.


Dio segera kembali mengemudikan mobilnya cepat menuju ke apartemen.


Waktu sudah menunjukan pukul 12 malam, pada saat mereka sampai di apartemen.


"Mas, aku dan Ibu turun di depan lobby saja, jadi Mas Dio langsung jalan, sudah malam Mas!" kata Dinda.


"Tapi ..."


"Dinda benar, yang penting kan sudah sampai apartemen, itu sudah aman, katanya kau mau mampir lihat kabar Ayah temanmu itu!" potong Bu Lilis.


"Hmm, Baiklah, kalian hati-hati ya, pokoknya kalau ada masalah apapun wajib menghubungiku, Dinda, besok aku jemput di sekolah, kita kan janjian mau foto prewedding!" ujar Dio.


"Iya Mas, kau juga hati-hati!"


Mobil Dio berhenti tepat di depan lobby yang terlihat sepi karena hati sudah malam.


Bu Lilis dan Dinda segera turun dari mobil Dio.


"Din, cium dulu sedikit!" pinta Dio.


"Malu Mas ada Ibu!" sergah Dinda.

__ADS_1


"Ibu juga maklum kali, kan pernah muda!" cetus Dio.


"Sudah sana kasih Din, dari pada Dio tidak bisa tidur nanti malam!" timpal Bu Lilis.


"Tuh dengar Din, mertua pengertian ya kayak gini!"


Dinda langsung mengecup cepat pipi Dio dan bergegas pergi meninggalkan Dio sambil menuntun tangan Bu Lilis.


Dio hanya senyum-senyum sambil memegangi pipinya.


****


Sementara itu di tempat kediaman Pak Dirja, seorang asisten rumah tangga menemukan Pak Dirja tergeletak di bawah meja telepon.


"Ya Ampun Pak! Tolong!!! Tolong Pak Dirja pingsan!" teriak Bi Titi, asisten rumah tangga Pak Dirja.


Seorang security yang berjaga di depan sontak langsung berlari masuk ke dalam rumah itu.


"Ada apa Bi?? Malam-malam teriak-teriak bikin panik!" tanya Karso, security yang berjaga di rumah Pak Dirja.


"Pak Dirja pingsan, bagaimana ini??" tanya Bi Titi bingung.


"Ya bangunkan Mbak Keyla dong, lalu bawa ke rumah sakit!" sahut Karso.


"Ya sudah, kamu jaga sebentar ya, aku naik duluan panggilkan Mbak Key!"


Dengan cepat Bi Titi langsung berlari menuju ke atas, ke kamar Keyla.


Tanpa membuang waktu, Bi Titi langsung membuka pintu tanpa mengetuk dulu.


"Mbak, Bapak pingsan Mbak, ada di bawah meja telepon!" kata Bi Titi.


"Apa? Ayah pingsan?" tanya Keyla panik.


Bi Titi menganggukan kepalanya.


Tanpa menunggu lagi, Keyla segera bangkit dari tempat tidurnya dan berlari menuju ke bawah.


Karso sedang berusaha memindahkan Pak Dirja ke sofa.


"Ayah!!" Keyla langsung memeluk sang Ayah.


"Cepat telepon ambulans Karso!!" titah Keyla.


"I-iya Mbak!"


Baru saja Karso akan beranjak, mobil Dio sudah sampai di parkiran rumah Pak Dirja.


Dio lalu turun dan bergegas masuk ke dalam rumah itu.


"Apa terjadi dengan Om Dirja??" tanya Dio.


"Tadi saya lihat Bapak pingsan Mas, di bawah meja telepon!" jawab Bi Titi.


"Kalian tunggu apa lagi?? Ayo kita bawa dia ke rumah sakit!" titah Dio


Akhirnya Karsa dan Dio menggotong tu ih Pak Dirja masuk ke dalam mobil Dio.

__ADS_1


"Aku akan antar Om Dirja ke rumah sakit sekarang!" kata Dio.


"Aku ikut Dio!" ujar Keyla.


"Kau memang harus ikut, itu kan Ayahmu!" sahut Dio.


Kemudian dengan cepat, Kelya langsung masuk ke dalam mobil Dio.


"Bi Titi, Karso, tolong jaga rumah, aku akan menemani Ayah!" kata Keyla.


"Iya Mbak!" jawab mereka bersamaan.


Dio lalu segera melajukan mobilnya cepat menuju ke rumah sakit.


Karena sudah tengah malam, jalanan begitu sepi dan lengang, tidak sampai 15 menit mereka sudah sampai di rumah sakit.


Pak Dirja segera di larikan ke UGD. Keyla nampak menangis di depan ruang UGD itu.


"Sudah Key, jangan nangis, Ayahmu tidak akan kenapa-napa!" hibur Dio.


Keyla spontan langsung memeluk Dio.


"Dio, trimakasih karena kau datang tepat pada waktunya, kalau tidak, aku tidak tau apa yang akan terjadi pada Ayah!" ucap Keyla sambil menangis.


"Sudahlah Key, lebih baik kau berdoa supaya Ayahmu bisa cepat sadar!" kata Dio sambil berusaha mengurai pelukan Keyla.


Seorang Dokter keluar dari ruang UGD, Dio dan Keyla langsung berdiri menghampiri Dokter itu.


"Bagaiaman kondisi Ayah saya Dokter?" tanya Keyla.


"Pak Dirja mengalami serangan jantung ringan, untung saja cepat di bawa ke sini, kalau tidak, entah apa yang akan terjadi!" jawab Sang Dokter.


"Apakah saya boleh masuk untuk melihatnya??" tanya Keyla lagi.


"Silahkan, tim kami sudah menangani nya, Paling sebentar lagi beliau akan di pindahkan dalam ke ruang perawatan!" kata Dokter.


Kemudian Dokter itu segera pergi meninggalkan Keyla dan Dio.


"Key, aku pamit ya, sudah malam, kasihan Chika pasti akan mencari ku!" pamit Dio.


"Kau akan meninggalkan aku??" tanya Keyla.


"Ya, tidak apa-apa kan?"


"Dio, please temani aku ... saat ini aku hanya butuh dirimu!" mohon Keyla.


"Maaf key, kau tidak butuh aku, karena aku ..."


"Stop Dio, jangan mengatakan sesuatu yang bisa menyakiti hatiku ... please!" ucap Keyla.


"Maaf, tapi kau tau kan, sebentar lagi aku akan menikah, ada hati yang harus ku jaga!" kata Dio.


Dio kemudian melangkahkan kakinya meninggalkan tempat itu.


Bersambung ...


****

__ADS_1


__ADS_2