Istri Rasa Depkolektor

Istri Rasa Depkolektor
Bab 130: Cinta?


__ADS_3

Kepergian Elora, membuat Bagas berusaha mengembalikan suasana pesta resepsi. Akan tetapi situasi sudah berbeda dan para tamu undangan merasa acara tidak bisa dilanjutkan. Meski begitu semua orang tetap tinggal demi menghormati pihak keluarga yang memiliki hajat dan sebagai tanda permintaan maaf karena hanya bisa jadi penonton.


Sikap umum yang dilakukan para tamu undangan justru berbanding terbalik dari pihak keluarga. Dimana Asma memilih kembali ke kamarnya ditemani orang-orang terkasih, tapi begitu sampai di depan pintu. Wanita itu meminta semua orang pergi meninggalkan dirinya sendiri bahkan termasuk Fay dan Ibu Zulaikha.


Apa yang wanita itu pikirkan? Tak seorangpun tahu karena diam selalu berarti banyak hal. Meski bibir dingin sudah berkata aku baik-baik saja. Apakah hati juga berucap demikian? Entahlah, anggota keluarga hanya mengerti harus memberi waktu pada Asma untuk melakukan perenungan diri.


Tatapan matanya nanar menatap atap kamar. Tubuh telentang lemas tak berdaya. Lelah hanya bisa berganti helaan napas nan panjang. Kenapa semua terjadi begitu cepat? Tiba-tiba saja ia sah menjadi istri Reyhan, lalu pindah ke Jakarta. Tak disangka berujung meet up dengan orang-orang terkasih, kemudian dunia sang suami datang menyapa.


Lengkap seperti paket rujak buah di campur bumbu, tetapi karena terlalu banyak buah belimbing wuluh sehingga rasa asam terlalu pekat. Yak, jika di perumpamaan memang menjadi seperti rujak. Walau begitu semua tetap baik hanya saja mempertahankan ketenangan semakin sulit karena melihat obsesi diselimuti kegilaan seorang pecinta.


Apa yang dirasakan? Bagaimana menjabarkan semua emosi itu? Ia pun tidak bisa berkata a atau b hanya untuk meluapkan beban di hati yang kian menyesakkan dada. Tanpa sadar air matanya mengalir membasahi kedua pipi. Sensasi panas menjalar dari hati menyebar menghuni setiap sendi.

__ADS_1


Ya Allah, apakah ini cobaan yang harus aku jalani? Bila Engkau merasa aku mampu, maka ku pasrahan keikhlasan hati hanya dalam sujud menyembah pada Mu.~gumam hati Asma seraya memejamkan mata, menikmati hasrat tak bernama yang kini tenggelam.


Sayup-sayup terdengar suara pintu yang terbuka. Bukannya menyambut, Asma justru menetapkan diri menikmati alam mimpi tanpa keindahan khayalan. Wanita itu benar-benar lelah karena rangkaian peristiwa tak terduga yang menyita tenaga, pikiran dan emosinya.


Pernikahan yang diharapkan menjadi persatuan ternyata tak luput dari serpihan kenangan bersama tragedi tak terelakkan. Setiap garis kehidupan akan selalu demikian. Rumit, tetapi sederhana. Bukankah misteri Ilahi tak seorangpun bisa menjabarkan, apalagi mengartikan sebagaimana mestinya.


Diusapnya kepala sang istri, wanita itu tampak sendu. Sungguh ia tak ingin melihat kelopak mata yang basah karena sisa air mata, "Sabar, ya, kekasihku. Kamu hebat tetap menjadi dirimu sendiri. Maafkan aku yang terlalu lembut menangani masalah sebesar ini," Kecupan hangat menyentuh kening Asma.


Setiap pasutri selalu memiliki hak dan kewajiban yang harus saling toleransi dan menerima apa adanya. Akan tetapi, bukan berarti membiarkan sesuatu yang salah untuk tetap didukung atau sesuatu yang benar agar dihalangi. Pada dasarnya saling menempatkan akan posisi satu sama lain, hal itu dimaksudkan untuk memahami karakter dari lubuk hati terdalam.


Hidup tanpa cinta layaknya sebuah pohon yang tidak berbuah. Sayangnya tidak semua insan mendapatkan cinta untuk saling mengasihi. Di dunia ini teramat banyak alur cinta yang sangat familiar di masyarakat. Cinta sejati, cinta bertepuk sebelah tangan, cinta dalam diam, cinta sebatas kekaguman, cinta tak berakal alias obsesi, cinta yang bermunajat. Manakah cinta yang kalian harapkan?

__ADS_1


Rey merengkuh tubuh Asma, disandarkannya kepala sang istri agar mendekat dalam pelukan hangat. "Asma, kamu tahu, aku tidak bisa melupakan kesendirian mu yang hanyut dalam diam. Sejak pertama kali melihat gadis di dekat parkiran, aku merasa kita memiliki kecocokan. Padahal tidak sedikitpun ada niat mencari tahu tentangmu."


"Aku benar-benar tidak tahu, kenapa melakukan semua itu, hingga Bagas membuat semuanya menjadi milikku tanpa diri ini sadari. Aku sangat bersyukur bisa menjadi bagian dari hidup wanita tangguh sepertimu, istriku yang sederhana." ungkap Rey melanjutkan penuturan emosi dari dalam hatinya.


Semua yang Rey katakan masih ia dengar, tapi hati masih ingin mencari ketenangan. Biarlah dekapan pria itu bersambut lingkaran tangannya. Bibir masih enggan untuk menyampaikan debar rasa sakit dan lelahnya. Sementara di luar Bagas mengumpulkan semua orang yaitu keluarga dan termasuk pihak WO yang bertanggung jawab atas seluruh acara.


Semua yang terjadi memang tidak bisa diubah, tapi kenapa persiapan dari acara sebesar itu memiliki tingkat keamanan nol besar? Jujur saja dirinya kecewa karena semua orang sibuk menonton dan melupakan toleransi sesama manusia. Rasanya sakit, marah dan geram melihat semua diam melihat seorang wanita yang menjatuhkan harga diri wanita lain.


Padahal delapan puluh persen dari tamu undangan adalah kaum hawa. Bayangkan saja! Alih-alih menahan diri untuk ikut menjadi biksu, pria itu meminta salah satu pengatur acara untuk menghentikan satu kabut asap yang masih menjadi awan menutupi samar bagian tubuh bawah mereka. Sehingga secara perlahan tampak perubahan kontras di area lantai bekas Elora berdiri.


Becek dengan sisa makanan yang berhamburan. Melihat hal itu, tatapan mata melirik ke arah Fay. Wanita yang diam memainkan ponsel tanpa rasa bersalah. Ia tidak ingin menyalahkan juga karena jujur dari hati terdalam sangat mengagumi kesetiaan dan kepedulian sebagai seorang saudara. Ada rasa yang tidak bisa dijabarkan sebagai seorang pria.

__ADS_1


"Ekhem! Kenapa semua orang kumpul disini?" dehem seseorang dari arah pintu masuk, tatapan mata hanya fokus ke depan tanpa melihat ke bawah.


__ADS_2