
Cinta atau amarah atau kehormatan? Tiga hal yang tidak terpisahkan. Hati memiliki rasa cinta tetapi amarah mampu melahap ketulusan rasa. Sementara kehormatan slalu menjadi taruhan nyata di atas rasa yang terbelenggu ego serta harapan tak bertuan. Seperti itulah manusia.
Baby berpikir cintanya begitu besar sehingga mampu memiliki Bagas dengan keras kepalanya, sedangkan Bagas sendiri kekeh menganggap si gadis Korea sebagai adik tanpa perasaan lebih. Dua sisi hati saling bertolak belakang. Dulu ada pemahaman tetapi kini semua memudar karena ego masing-masing.
"Kenapa berhenti, Ka?" tanya Asma tanpa ingin mengurangi ketenangannya. Ia tahu sang kakak hanya terbawa emosi dan tetap menyayangi Baby sebagai seorang adik.
Disini hanya ada pemikiran yang mengedepankan ego. Wajar saja Baby marah, kecewa dan patah hati tapi semua rasa itu hanya karena harapan yang dia pupuk seorang diri. Bagas mungkin memberikan dukungan serta perhatian pada gadis itu hanya saja pasti sebagai saudara.
Bisa saja orang berpura-pura baik. Akan tetapi feeling tidak mungkin berbohong. Sorot mata Bagas meredup. Pria itu berulang kali mengembuskan napas panjang. Perlahan mengontrol emosi yang seketika melonjak naik ke ubun-ubun. Ia tak menyangka sikap Baby bisa barbar.
"Pastinya karena Ka Bagas mencintaiku." ucap Baby dengan bangga membuat Asma menahan senyumnya.
Bagas mengusap wajahnya kasar. "By, apa semua ini, masih tidak jelas untukmu?" Tatapan mata lemas seraya menunjuk ke arah sang adik. "Kamu itu adikku. PAHAM?"
Suara keras terdengar menyayat hati. Gemetar tubuhnya tak bisa dikendalikan. Tidak mungkin Bagas hanya menganggapnya sebagai adik saja. Apa kekurangannya? Tak ingin tinggal diam. Langkah kaki berjalan menghampiri sang idola. Satu gerakan merengkuh tubuh pria itu ke dalam pelukan.
"Please, lihat aku sekali saja, Ka. Baby janji tidak akan mengecewakan Ka Bagas." pinta Baby semakin mengeratkan pelukannya, tetapi yang ia dapat justru penolakan dari sang idola.
__ADS_1
Dimana Bagas mendorongnya tanpa kata. Tatapan mata tak percaya jelas terpancar dari sorot mata bahkan senyum tampan lenyap dari pandangannya. "Ka ...,"
"Stop!" Tangannya terangkat, "Jika hubungan ini membuatmu kehilangan akal. Maka mulai detik ini Bagas Fernando tidak lagi menganggap Baby sebagai adik tetapi orang asing. Jangan pernah temui aku lagi."
Seketika terhenyak tak sanggup berkata-kata lagi. Ia ingin memiliki prianya. Lalu kenapa justru ditinggalkan? Rasa sakit di hati begitu pedih hingga tak mampu berdiri dengan kakinya sendiri. Tubuh terhuyung ke belakang dengan tatapan sayu tak lagi bersemangat.
"Manusia terbiasa lupa bahwa setiap kata yang lolos dari bibir, tidak bisa ditarik kembali selain dengan permintaan maaf serta penyesalan." Asma menghela napas pelan sedangkan tangannya sigap menahan tubuh Baby yang shock atas keputusan Bagas.
"Baby, kamu itu sangat muda. Masa depanmu masih sangatlah panjang dan bukan hanya tentang cinta. Sudahkah kamu membahagiakan orang-orang sekitarmu? Sudahkah kamu menyenangkan dirimu sendiri? Sebelum mencintai seorang pria, maka cintai dirimu sendiri." ucap lembut Asma tanpa ingin menambah luka di hati Baby.
Sebagai wanita, ia tahu seberapa rapuh hati Baby. Perasaan hancur gadis itu, pernah dirasakannya bahkan jauh lebih sakit dari yang tampak. Meski begitu, ia juga sadar bahwa Baby terbiasa dimanja Bagas selama ini. Sikap serta kedewasaan masih dalam tahap pembelajaran mengenal dunia yang fana.
Ketika hubungan memiliki makna serta nama masing-masing. Kenapa masih ada jarak? Batasan itu nyata tetapi kasih sayang pun benar adanya. Semua insan memiliki ego yang terkadang bisa menguasai emosi hingga berakhir keputusan fatal. Bukan bermaksud menggurui tetapi sebagai manusia harus saling mengingatkan.
Dari Abu Darda radhiyallahu 'anhu berkata:
"Bila salah seorang temanmu berubah dan berbuat dosa, maka janganlah meninggalkannya dan membuangnya, tapi nasehatilah dengan nasehat yang terbaik, dan bersabarlah karena saudaramu itu terkadang bengkok dan terkadang lurus." (Hilyatul Auliya)
__ADS_1
Adapun dalil lain mengenai menasehati sesama umat muslim juga tertulis dalam QS. Al 'Ashr, 1-3 yang berarti:
"Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih dan nasehat menasehati supaya menaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran."
Sebagai manusia diwajibkan saling mengingatkan dan bukan hanya berpedoman pada kepercayaan atau hanya pada keyakinan saja. Dua hal itu harus saling melengkapi agar mencapai pemahaman serta kesabaran untuk teguh pada ajaran agama. Namun sebagai manusia, kita semua tahu, Allah memberi akal sehat untuk berpikir baik dan buruk.
Jangan merasa sungkan. Apalagi takut ketika melihat ketidakadilan, keegoisan, serta sifat manusia yang seringkali merusak hubungan tanpa adanya alasan pasti. Seperti yang Asma lakukan. Wanita itu hanya ingin Bagas lebih bersabar menjelaskan pada Baby tentang hubungan selayaknya saudara.
"By, maafkan aku." Tersadar akan kenyataan pahit yang perlahan memudar. Ia mencoba untuk ikhlas dan memaafkan dirinya sendiri. Tangannya terulur berharap Baby mau menyambut, "Kamu akan selalu menjadi adikku. Kebenaran ini selalu menjadi status kita berdua. Maafkan aku sekali lagi dan terima kasih pernah mencintaiku."
Apakah semua sudah berakhir sebelum dimulai? Benarkah demikian? Lalu apa arti cinta ketika tak lagi berbalas. Ditatapnya tangan sang idola dengan pandangan mata nanar. Bibir terasa kelu bahkan tak sanggup mengeluarkan sepatah katapun. Mencintai pria yang menolaknya mentah-mentah ternyata begitu menyakitkan.
Usapan lembut di pundak mengalihkan perhatiannya. Sentuhan yang hangat semakin menyesakkan dada. "Tolong pergilah! Aku ingin sendiri." Sekuat tenaga menahan diri agar tidak menangis tetapi satu gerakan merengkuh tubuhnya menghantarkan kepasrahan. "Hiks ... hiks ...,"
"Menangislah." Asma mengedipkan mata agar Bagas tenang.
Perdebatan tentang cinta yang menguras emosi ketiga insan. Mereka bahkan tidak menyadari ada pihak lain yang ikut melihat serta mendengar semua sejak awal. Seulas senyum tersungging menghiasi wajahnya. Unik. Satu kata yang tepat untuk hubungan persaudaraan berbalut persahabatan. Ikatan hati yang saling memahami satu sama lain.
__ADS_1
"Gadis itu pantas mendapatkan hadiah. Kira-kira apa yang cocok untuknya?" tanyanya pada diri sendiri, membuat sang asisten yang berdiri di sisi kiri menggaruk kepala.