
Kedatangan Bagas menghentikan perbincangan antara Fay dan Nau. Kedua bersaudara itu seperti pencuri yang tertangkap basah si pemilik rumah. Tiba-tiba salah tingkah, lalu memilih berbalik hadap kanan melarikan diri secara sadar diri.
Melihat tingkah absurd dari si kakak beradik. Tentu Bagas mengernyit keheranan, ada-ada saja tingkah anak zaman sekarang. Kaya lagi kena tilang di jalanan aja. Pria itu hanya bisa geleng-geleng kepala, kemudian ikut pergi kembali ke kamarnya. Semua tugas. Sudah selesai dilakukan.
Waktu berlalu secepat embusan semilir angin yang menerpa. Kilau cahaya emas beranjak tenggelam menuju peraduan. Senja temaram bersambut kegelapan malam yang datang menyapa. Deburan ombak pantai terdengar bagaikan simfoni melodi seirama. Malam dengan arak awan nan syahdu.
Para tamu undangan sudah mulai berdatangan memenuhi area tepi pantai yang dijadikan tempat pesta resepsi romance wedding starlight. Dekorasi yang menakjubkan sejauh mata memandang seperti bayaran mahal pengganti acara kacau yang terjadi di siang hari. Siapapun berdo'a malam ini hanya ada kebahagiaan untuk semua orang.
Terutama pasangan pengantin yang menjadi hari mereka berdua. Hampir semua tamu undangan sudah datang karena tidak sabaran. Apalagi ketika iringan pengantin datang bersama rombongan. Semua mata teralihkan. Reyhan dengan penampilan casual santai, tetapi seperti model terkenal menggandeng istrinya tanpa rasa ragu.
Gaun peach gold lengan panjang, belahan dada tinggi, bawahan jatuh menjuntai, mahkota bunga di kepala dan riasan tipis yang hanya untuk menutupi pori-pori. Sesederhana itukah? Ini hari terpenting yang biasanya pasutri memilih penampilan wow dan tidak tanggung-tanggung. Beberapa orang sadar sang pemilik hajat memilih kenyamanan, bukannya kemewahan.
Ucapan selamat atas pernikahan mulai datang menghampiri pasutri itu karena tema yang sengaja dibuat star light dream party. Dimana tidak ada sekat untuk semua orang. Tidak jauh beda dengan resepsi siang hari, hanya saja di pesta malam hari ditujukan untuk saling mengenal layaknya keluarga.
"Butterfly, mau duduk?" tawar Rey berbisik dengan napasnya yang hangat menyentuh tengkuk sang istri yang berdiri di depannya.
__ADS_1
"Aku laper, Mas. Cari makan yuk! Lihatin orang makan, ternyata gak enak." seloroh Asma membuat Rey terkekeh pelan, tiba-tiba ada tangan yang melingkar di pinggangnya. "Mau kemana, Mas?"
Rey tersenyum seraya mengedipkan mata agar istrinya ikut saja. Kelakuan pasutri itu tak luput dari perhatian anggota keluarga yang duduk tak jauh dengan perasaan bahagia atas cinta kasih yang saling tercurahkan untuk satu sama lain. Apalagi kedua orang tua Asma benar-benar bersyukur melihat putri mereka hidup bersama pasangan yang tepat.
Namun berbeda lagi dengan reaksi pemuda yang duduk gusar ditambah bibir manyun. Teman sebayanya paham benar rasa frustasi pemuda satu itu, sehingga mencoba untuk melapangkan dada. Semua harus paham bahwa takdir tidak bisa direbut ketika itu bukan milik kita sendiri.
"Satya! Jawab gue jujur, elo serius suka sama bini orang?" Nau menatap sahabatnya begitu lekat tak berkedip, sedangkan yang ditatap lagi dan lagi mengembuskan napas kesal.
Sepertinya berat, ketika jatuh cinta pada orang salah di waktu yang tidak tepat. Ayolah istri orang yang baru saja menapaki dunia rumah tangga. Masa iya mau merusak hubungan suami istri yang baik-baik saja? Namanya menjadi prebinor akut. Mungkin pengecualiannya adalah ketika sebuah hubungan pantas diakhiri.
Satya menyambar segelas minuman ketika pelayan lewat meja tim anak muda. Pemuda itu tidak memeriksa minuman apa yang diambilnya. Suara tegukan langsung menghabiskan setengah gelas minuman dingin yang terasa agak manis dengan aroma yang tidak begitu menyengat.
"Bro! Kamu, gila, ya? Ngapain minum wine. Astaghfirullah, ayo kita balik hotel saja." Widya terpekik dengan kenekatan Satya yang sudah oleng. Ia tidak memungkiri Asma memang sosok wanita yang selama ini dicari oleh saudaranya. Hanya saja ya tidak seharusnya berbuat sedemikian rupa.
Nau beranjak dari tempatnya, lalu menepuk pundak Satya. "Kita sama-sama cowok. Pantang buat rebut milik cowok lain. Kalau elo beneran cinta ama kakak gue. Ikhlasin karena di sana ada suaminya yang bertanggung jawab. Cukup tau aja, kakak ipar gue orangnya beneran ngelindungin pendamping hidupnya."
__ADS_1
"Gue setuju ama Nau," Wildan ikut nimbrung, "Perasaan elo itu, seharusnya untuk calon istrimu kelak. Gue emang playboy, doyan pacaran tiga cewek dalam satu waktu. But, see! Hati aman karena gak pake perasaan. So please, jaga hati untuk tetap sadar diri."
"Tumben bijak, Bang?" sahut Fay yang tiba-tiba datang dari arah belakang, membuat semua anak menoleh ke arahnya. Wanita itu hanya ingin menghabiskan sedikit waktu bersama sebelum terpisah kota.
Setelah malam ini, Nau beserta rombongan teman dan juga keluarga bakalan balik ke Jawa Tengah. Sementara dirinya memulai kehidupan baru sebagai seorang wanita karir. Restu? Semua sudah dikantongi karena bantuan Asma dan Rey yang menyakinkan kedua orang tuanya. Kehidupan seketika berubah menjadi hujan bunga.
Kebebasan tak bersyarat menjadi awal baru dengan jalan pilihan hati. Sedih sih harus jauh dari keluarga, tapi bukan berarti akan membuang kesempatan yang datang sekali seumur hidupnya. Fay memilih berdiri di sebelah Nau. Dimana dari tempatnya berdiri bisa melihat para tamu undangan asing yang juga tengah bercengkrama.
Wildan melirik Fay terkagum dengan penampilan wanita satu itu, ''Abang bijak buat deketin kamu, Neng. Gimana? Udah cocok belum."
"Kumat lagi. Satunya belum sadar, ditambah kelakuan ambigu anak petakilan. Bubar aja, yok!" Widya benar-benar tidak habis pikir karena semua teman memang kurang waras.
Seulas senyum tipis menghiasi wajahnya, lalu ia membalas tatapan mata Widya yang menatap kedua pemuda secara bergantian. "Siapa yang belum sadar? Gak usah heran kalau si Abang kumat. Cek aja obat di tasnya masih tersedia atau gak."
Wildan cemberut dengan wajahnya yang langsung ditekuk. Entah apa yang terjadi, cuma kesel aja dengan sindiran Widya. Sementara Nau menjelaskan alasan Satya murung seharian. Setiap kata yang menembus gendang telinga, membuat Fay hanya bisa geleng-geleng kepala.
Kenapa mencintai seseorang yang memang tidak bisa dimiliki? Apa jiwa muda membuat Satya lupa untuk langsung membakar perasaannya yang jelas salah. Kali ini seperti benang kusut yang basah. Ia paham dimana pemuda itu jatuh cinta untuk pertama kalinya.
__ADS_1
"Satya, dari semua orang yang menjadi geng kalian. Kamu salah satu pemuda waras yang bisa dipercaya. Aku gak mau ada rasa sakit hati hanya karena perasaan yang masih bisa dihapus secara perlahan. Jika kamu berada di posisi suami kakakku. Kira-kira terima gak kalau istrinya ditaksir orang lain?"