Istri Rasa Depkolektor

Istri Rasa Depkolektor
Bab 58: Ifii Vs Nau


__ADS_3

Ingin rasanya melompat keluar dari mobil. Aura yang menelusup membuat bulu kuduk merinding. Bagaimana tidak? Satu sisi Fay yang bermain kata hanya untuk memberi ancaman manis, sedangkan sisi lain Naufal yang tak suka dengan penuturan sang kakak sepupu.



Kenapa harus bawa nama Cleo? Siapa yang gak kenal Cleo? Masalahnya bukan itu, tapi Nau dan gadis itu sudah putus. Otomotif jadi mantan, lalu buat apa ketemuan ama mantan lagi? Ya kali mau diajak reuni buat nge-date bareng. Noh Nau aja masih betah menjomblo. Yah, meski belum genap seminggu sih putusnya.



"Gue, gak punya." Cicit Satya hampir hilang suaranya, membuat Fay menahan senyum di dalam hatinya.



Ia tahu, semua sahabat adik sepupunya itu memang loyal dan bisa dipastikan orang-orang pilihan. Meski, lima puluh persen akan menahan diri agar tidak memancing keributan, apalagi sampai membuat seorang Naufal murka. Bisa-bisa pada diem gak nafas. Serem ya? Cuma lagi mode marah aja kok.


Sejenak mengalihkan fokus, menoleh ke sisi kirinya, "Cari aja di kontak ponsel ku. Pasti nemu, mau nomor Cleo 'kan?"


Tenang, tetapi dingin semribit. Seperti hembusan angin yang menerpa menyentuh lapisan kulit. Namun, adik sepupunya terlihat baik-baik saja. Meskipun hanya dari luarnya saja, sedangkan di dalam hati pasti masih merasakan luka akibat pengkhianatan sang mantan kekasih.



"Loe tahu apa yang gue mau. So, apa harus explain?" Balas Fay tanpa ingin menyerah, membuat Nau menghela nafas berat.



Bukan waktunya untuk menjelaskan dari inti pertanyaan sang kakak sepupu. Cleo hanya sebagai pancingan, tetapi tujuan utama adalah Fatur si abang penyiar radio. Apa harus mengatakan, siapa di balik nama tersebut? Tentu tidak. Masih ada waktu untuk semua rasa penasaran itu.



Tanpa sadar, Nau melamun, tetapi fokusnya terbagi ke jalanan. "Gue bakalan kasih tahu, tapi nanti. Setelah sampai Jakarta. Sekarang simpen dulu pertanyaan itu."



Apa gak salah dengar? Hanya untuk tahu siapa Fatur saja, harus nunggu sampai Jakarta. Apa sebegitunya? Entahlah. Lagian, kalau semakin penasaran. Justru bisa gak gagal dapet jawabannya. Sabar, bertahan selama beberapa jam.



Diamnya kedua orang yang duduk di depan, membuat Satya dan Widya saling pandang. Kedua kakak beradik itu, tidak mau terlibat lebih jauh dengan suasana yang menegangkan. Satu sisi Nau yang menahan diri untuk tetap santai dan sisi lain Fay mencoba mengalihkan perhatian pada benda pipih miliknya.

__ADS_1



Dua jam perjalanan berteman keheningan, empat orang dalam satu mobil saling melengkapi dalam diam. Yah anggap saja lagi musim puasa bicara hingga akhirnya Nau memulai perbincangan lagi, tetapi meminta bantuan Fay untuk melakukan sesuatu yang hampir saja dilupakannya.



"Ifii, bantuin gue transfer poin ke akun lain. Nanti malam harus nebar beberapa group ....,"



"Hmm. Berapa?" Jawab Fay singkat seraya mengulurkan tangan kanan, tentu bukan main slonong ambil ponsel Nau. Privasi itu wajib dihargai, tidak harus memandang status hubungan.



Nau menyambar ponsel yang ada ditengah antara ia dan Fay, lalu menyerahkan ke kakak sepupunya. "Pake akun X dan ke akun lainnya. Terutama akun utama. Coba sekalian cek semua grup. Apa ada yang gak beres."



Dunia nyata saja sudah sibuk, tapi adik sepupunya selalu berusaha memenuhi tanggung jawab. Tentu seketika meruntuhkan benteng hati yang menyimpan rasa kesal. Diterimanya benda pipih tanpa casing, lalu tak lupa menanyakan password karena ia sendiri tipe pelupa. Seringkali melupakan yang bukan barang milik sendiri.




"Ifii, loe tahu seperti apa gue. Santai aja, gak akan ganggu waktu kuliah dan kesibukan lain di real life, kok." Ujar Nau membela diri dengan pembenaran yang dianggap akurat.



"Okay, gue bantu. Dah, mending fokus ke jalan!" Balas Fay kembali fokus pada benda pipih ditangannya, membantu seperti yang diminta adik sepupunya, lalu mulai memeriksa beberapa grup. Termasuk group markas, tiba-tiba riwayat pesan tak sengaja terlalu scroll ke atas.



Dibacanya dengan serius satu persatu chat, kenapa baru lihat chat itu? Apa karena beberapa hari gak buka group markas, atau memang terlalu sibuk sampai gak lupa segalanya. Obrolan antara Nau dan owner sebelah yang juga sangat dikenalnya.



Tentu saja kenal, setiap hari saja chattingan, tapi sepertinya sudah beberapa hari tidak ada kabar. Hanya saja, beberapa kali melihat notifikasi update karya. Berarti cuma lagi sibuk nulis, yah begitu saja. Akan tetapi, bagaimana jika ada yang lain? Menghilang tanpa buat status whatsapp dan lain sebagainya.

__ADS_1



Padahal biasanya, sekali atau dua kali, pasti nimbrung markas bahkan masuk grup umum juga. Meski sekedar menyapa trus kabur. Kebiasaan yang selalu sama, lalu seketika tiada kabar. Pasti terjadi sesuatu, sontak saja Fay keluar dari laman deretan chat. Kemudian memeriksa sebuah akun hanya untuk melihat apa yang terjadi.



Diperiksanya satu persatu karya, dari kelima novel ongoing. Semua masih status sama, sedangkan yang di update hanya dua dengan tenggat waktu kemarin malam. Apa artinya benar-benar sibuk dunia nyata? Tentu rasa penasaran datang menyapa hatinya.



"Nau, udah done semua. Mau tanya, kapan terakhir lihat Ka Asma online?" Fay buru-buru menyelesaikan pertanyaannya, sebelum lirikan tajam adik sepupunya terbang melayang ke arahnya.



Kenapa tiba-tiba tanya Ka Asma? Bukannya yang biasa komunikasi lebih sering adalah kakak sepupunya. Aneh nih anak, "Terakhir, sekitar hampir seminggu lebih kayanya. Gue lupa, kenapa?"



Jawaban yang tidak memuaskan, membuat Fay bergegas mengambil ponselnya kembali dan tanpa meletakkan ponsel milik Nau ke tempat semula. Jemarinya dengan cepat memeriksa ponsel, mencari riwayat terakhir chat dan ternyata sudah beberapa hari yang lalu.



Tumben. Kenapa baru sadar, ya. Buru-buru mengetik salam dan tak lupa menanyakan kabar, lalu menekan icon kertas pesawat terbang yang ada di pojok. Pesan terkirim dan centang dua, tapi tidak online. Mungkin masih sibuk, dan gak pegang HP. Padahal seringkali fast respon.



Kegelisahan yang tergambar jelas di wajah sang kakak sepupu, membuat Nau ikut penasaran. "Ifii, apa ada masalah? Kenapa tegang gitu?"



"Entahlah, Aku baru sadar terakhir chatting bareng Ka Asma beberapa hari yang lalu. Kurang lebih waktunya sama dengan terakhir ngobrol di markas. Apa sibuk banget ya? Padahal yang biasanya sibuk itu kan aku."



Pernyataan Fay, membuat Nau mencoba mengingat apa yang terjadi selama beberapa hari terakhir. Namun, tidak ada apapun. Dia juga baru sadar, komunikasi memang sudah terlalu lama. Semoga saja semua baik, apalagi melihat kekhawatiran Fay yang jelas tengah menahan diri untuk bersabar.


__ADS_1


"Ifii, mungkin Ka Asma lagi cari calon suami atau lagi sibuk ngumpul bareng keluarga. Jangan cemas, pasti nanti kasih kabar kalau udah senggang." Ucap Nau mencoba menghibur hati kakak sepupunya, bagaimanapun mereka bertiga sering bersama meski hanya melalui group chat.


__ADS_2