
Perdebatan keci pasutri itu menghangatkan suasana bahkan Amir dan Samir terlupakan. Dunia hanya milik pasangan yang dimabuk asmara. Meski akhirnya Rey mengalah memberikan kulfi yang masih setengah, Asma dengan santai menikmatinya.
Alhasil sisa kulfi cukup banyak tetapi Samir meminta pemilik toko untuk memberikan tempat khusus sebagai box pengantar pulang. Yah kulfi dari cup Asma dan Rey ditempatkan satu box, sedangkan Amir dan Samir memilih menghabiskan ditempat.
Perjalanan kembali dilanjutkan. Dimana mereka memilih pergi ke taman Shalimar. Srinagar kota merupakan ibu kota musim panas wilayah persatuan Jammu dan Kashmir. Jammu adalah ibu kota musim dingin, India utara , terletak di wilayah Kashmir di anak benua India . Kota ini terletak di sepanjang tepi Sungai Jhelum pada ketinggian 5.200 kaki (1.600 meter) di Lembah Kashmir.
Dimana mengklaim di tengah danau yang jernih dan pegunungan utang yang tinggi, Srinagar telah lama memiliki ekonomi wisata yang cukup besar. Sepanjang perjalanannya melalui kota, Sungai Jhelum dibentang oleh beberapa jembatan kayu, dan banyak kanal serta saluran air yang berdekatan dengan shikara , gondola Kashmir.
Srinagar terkenal dengan banyak masjid dan kuilnya; itu Masjid Hazratbal berisi rambut yang konon milik Nabi Muhammad , dan Masjid Jāmiʿ (Masjid Jemaat), dibangun pada abad ke-15, dikatakan sebagai masjid terbesar di Kashmir. Danau Dal, dengan "taman terapung", merupakan daya tarik yang terkenal, begitu pula taman Shalimar dan Nishat dekat.
Hari ini rombongan mengunjungi tempat yang bisa dikatakan saling berdekatan sehingga tidak memakan waktu banyak. Apalagi tempat wisata yang menjadi destinasi para pelancong. Wisata lain juga langsung bisa dikunjungi tanpa harus menunggu hari esok.
Namun, kita harus tau bahwa industri Srinagar meliputi pembuatan karpet dan sutra, pembuatan peralatan perak dan tembaga, pengerjaan kulit, dan ukiran kayu. Terdapat juga universitas Kashmir (1948) ada di kota ini, demikian pula Universitas Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Pertanian Sher-e-Kashmir Kashmir (1982).
Penerbangan reguler menghubungkan Srinagar dengan Delhi dan Amritsar . Tidak jauh dari Srinagar adalah kota Gulmarg , "Padang Rumput Bunga", pada ketinggian sekitar 8.500 kaki (2.600 meter). Tempat satu ini juga memberikan pemandangan yang luar biasa dari Lembah Kashmir dan Nanga Parbat , yang tingginya 26.660 kaki (8.126 meter) adalah salah satu puncak tertinggi di Himalaya. Lembah Kashmir berisi lahan pertanian paling subur di kawasan itu dan merupakan salah satu bagian terpadat di wilayah Kashmir . Pop. (2001) 898.440; (2011) 1.180.570.
Senja yang temaram menghiasi ufuk peraduan. Rasa lelah fisik terbayarkan dengan pemandangan alam nan menakjubkan. Perjalanan yang menyenangkan dengan kebahagiaan sederhana. Samir benar-benar memandu pasutri itu untuk menikmati surga dunia setelah Swiss.
Yah, Kashmir merupakan tempat destinasi yang bisa dikatakan hampir menyerupai Swiss. Bukan tanpa sebab, semua itu karena deretan tempat wisata yang memang dari alam untuk alam. Indah tak tertandingi. MasyaAllah betapa Allah SWT memberikan nikmat dunia yang tidak terbantahkan.
"Sayang, hari sudah mau gelap. Bagaimana balik ke hotel?" tanya Rey pelan karena Asma duduk di depannya seraya bersandar ke dada dengan tatapan mata tertuju pada matahari terbenam yang indah mempesona.
"Tidak bisakah kita jalan? Kemana saja, pengen tau jajanan disini apa saja." balas Asma tanpa ragu, membuat Rey mengusap kepalanya yang berarti setuju.
Disetiap kemesraan pasti ada nyamuk beterbangan. Yah, Samir dan Amir seperti nyamuk yang hanya bisa terbang tanpa bersuara. Duduk di ujung dan sesekali mengabadikan kebersamaan pasutri yang ada di atas perahu di tengah tepi danau.
Begitu sinar mentari tak lagi menampakkan diri. Rey meminta si bapak pemilik perahu untuk membawa mereka kembali ke daratan. Dimana kedua pria lain sudah berdiri menunggu mereka. Tampak jelas wajah lelah meski masih berusaha semangat.
__ADS_1
"Sayang, kita pulang hotel ya. Besok jalan-jalan lagi dan aku pastikan tidak akan kecewa. Lihat mereka sudah seperti mayat hidup." ucap Rey membujuk Asma. Bukan tidak mau menuruti permintaan sang istri hanya saja ia takut wanitanya kelelahan.
Apalagi mengingat mereka memang belum istirahat dengan benar selama beberapa hari terakhir. Tubuh juga butuh istirahat agar kembali fit 'kan? Jadi mau, tidak mau harus mengingatkan demi kebaikan bersama.
Seharusnya itu dilakukan oleh setiap pasangan. Boleh memberikan semua keinginan suami/istri tetapi ingatlah kesehatan, keselamatan dan kebahagiaan. Jika hanya mementingkan salah satu, maka bisa dipastikan timbangan tidak akurat.
"Ayo balik hotel, tapi aku lapar. Jadi kita makan sesuatu dulu ya." balas Asma seraya menggandeng tangan Rey yang kekar.
Hawa dingin mulai menyusup membuat gadis itu menempelkan diri pada raga suaminya yang tersenyum senang. Rey berpikir Asma romantis tetapi yang terjadi hanya ingin menghilangkan suhu tubuh yang mulai berubah. Perjalanan dilanjutkan tanpa ada kendala, sementara di belahan negara lain begitu tenang tanpa ada keributan.
"Mau makan di rumah atau cafe?" tanya sang pria tanpa menoleh ke arah lawan bicaranya karena sibuk menyetir dengan fokus di jalanan.
Lirikan mata melihat ke arah jam tangan. Saat ini tepat pukul tujuh malam kurang. Ia ingat tadi ada pesan masuk meminta mereka makan di rumah. "Ibu pasti nunggu kita. Pulang saja, beliau katanya sudah masak banyak."
"Kamu bener, Fay. Lebih baik menikmati masakan seorang ibu. Andai aku memiliki keluarga yang lengkap juga tapi sudahlah. Rey sudah mengajarkan arti cinta saudara dan terhadap sesama manusia." tukas Bagas, lalu mengalihkan wajahnya ke arah lain.
Setetes air kerinduan yang tak mungkin tersampaikan. Kehidupan memang misterius. Memiliki uang tetapi miskin kasih sayang, ada juga yang sebaliknya. Yah, bagaimanapun kehidupan akan selalu tentang mau bersyukur atas apa yang Allah SWT berikan.
Liburan panjang yang dijadikan sebagai honeymoon begitu sangat dinikmati pasutri baru. Tak terasa waktu berlalu begitu cepat. Hari ini adalah hari terakhir liburan, membuat Asma dan Rey memilih untuk berdiam diri di hotel.
Rey duduk di sofa dengan mengusap kepala istrinya yang terbaring di pangkuan. Apalagi posisi jendela yang terbuka membawa sepoi angin beraroma air segar menenangkan. Mata yang terpejam berusaha untuk terlelap meski tetap saja tidak bisa karena ia mengingat sesuatu.
"Kamu kenapa, Sayang?" sentuhan lembut berganti menyentuh pipi chubby sang istri. Kini kulit Asma tampak lebih gelap karena sepanjang siang berlarian menikmati apapun tanpa berpikir dua kali.
Kegelisahan di hati tak mampu disingkirkan. Padahal sudah beberapa waktu mencoba untuk melupakan. "Mas, apakah kamu melupakan sesuatu?"
"Apa? Semua destinasi sudah di kunjungi, banyak jenis makanan sudah dicicipi. Beberapa wahana permainan pun sudah dinaiki. Apa yang aku lupakan? Apa kamu ingin sesuatu?" tanya balik Rey setelah memikirkan apa yang mereka lakukan selama enam hari terakhir.
__ADS_1
Asma beranjak dari tempatnya, lalu duduk di hadapan Rey menyisakan jarak hanya dua puluh senti. Tatapan matanya tenggelam mencari jawaban atas pertanyaan yang pernah terabaikan. Sepertinya sang suami benar-benar melupakan hal penting yang harus dikatakan.
Tingkah absurd Asma memberikan kesempatan satu pencurian manis yang tidak bisa dihindari. Permainan lidah yang membawa keduanya menikmati suasana dengan pagutan manja. Dorongan pelan mengubah posisinya, "Aku tahu, kamu ingin mendengar kebenaran yang sudah ku janjikan."
"Mas ...,"
Bibir yang terlepas sesaat dibungkam lagi tanpa permisi. Rey hanya ingin mengutarakan cinta melalui sentuhan manja. Dibimbingnya tangan Asma agar melepaskan kancing kemejanya. Tak ayal pagi yang indah berubah menjadi olahraga panas dengan aroma cinta halal.
Pergulatan kedua insan yang kian memanas dengan suara saling bersahutan berselimut peluh kenikmatan. Rey tenggelam mengabsen mengulang jejak cinta semalam tanpa keraguan membuat Asma hanya pasrah dikuasai sang pemilik raga.
"Aaarrrhhhh ... I want more, Sayang." Rey mengerang merasakan nikmat yang kian menerbangkannya hingga junior berkedut kencang. Sekali hentak meluncurkan benih harapan kepemilikan. "Love you Asma."
Perut terasa penuh begitu mendapatkan serangan terakhir dari suaminya. Tubuh kekar itu enggan tuk melepaskan diri. "Mas, posisi kita." Ingatnya tak ingin mendapatkan terkaman lagi. Jejak yang dibuat Rey saja belum hilang tapi sudah diberikan stempel baru.
Siapa yang akan menyangka, pria pendiam dan anti wanita itu justru bisa bermain ranjang begitu lama bahkan tidak mengenal lelah. Padahal ia tahu, Rey tidak mengkonsumsi obat kuat atau sejenisnya. Secara perlahan hubungan semakin melekat dengan intensnya mereka olahraga bersama.
"Ayo, kita berendam bersama." Rey beranjak dari posisinya, lalu tanpa banyak kata menggendong tubuh Asma yang memang kini sudah sah menjadi candu. Tidak ada kata lain selain doa untuk kelanggengan hubungan sakral mereka.
Bathtub yang besar di penuhi kelopak bunga mawar dengan aroma terapi mawar juga. Air di dalamnya hangat seperti pemandian air panas pada umumnya. Hal itu bertujuan agar pasutri manapun yang menikmati honeymoon bisa berendam menetralkan rasa sakit di tubuh setelah melakukan permainan yang mungkin menguras seluruh tenaga.
Berendam seraya menghirup uap air yang harum. Rasanya pikiran lebih tenang tetapi masih saja tangan nakal sibuk berkelana di dalam air. "Mas, aku meninggal penjelasan bukan rayuan."
"Hehehe, dikit saja, Sayang ... Aww, kenapa dicubit?" Sengatan jari tangan menyudahi kenakalannya, "Aku pernah mengalami kecelakaan yang membuat kehidupanku berubah drastis. Kurang lebih seperti itu, Sayang."
"Itu bukan cerita tapi clue. Mau bicara langsung atau puasa setahun?" Asma mengancam Rey seraya menjauhkan diri dari sandaran suaminya tetapi tangan kekar menahan pergerakannya. "Lepasin aku, Mas."
"Dokter memvonis diriku impoten." Rey menghela napas panjang begitu mengucapkan kalimat yang paling dirinya hindari.
__ADS_1