Istri Rasa Depkolektor

Istri Rasa Depkolektor
Bab 153: Kendrick Al Zafran


__ADS_3

Sejak kapan tuannya mengamati bahkan peduli dengan kejadian disekitarnya? Satu keajaiban ketika ada orang yang berhasil menarik perhatian si harimau kota. Siapa sangka senyum limited edition tercetak sempurna menghiasi wajah sang tuan muda.


Andai saja boleh mengabadikan. Tentu ia sudah memposting di laman media sosialnya dengan hashtag senyum maut tuan muda keluarga Zafran. Satu detik bisa membuatnya sebagai selebgram dadakan. Wah pundi-pundi uang langsung berubah jadi tali gantungan.


Bagaimana tidak demikian? Keluarga Zafran sangat menjaga privasinya bahkan siapapun yang berani menggugah berita tentang keluarga tersebut tanpa izin akan langsung dituntut. Ia ingat seorang wartawan profesional yang harus beralih menjadi penjual bakso keliling karena berani mengusik ketenangan kediaman Zafran.


Keluarga Zafran merupakan keluarga dari pemilik perusahaan berlian dengan brand Shine Diamonds. Nama yang tepat karena kualitas berlian dari perusahaan itu dinyatakan sebagai nomor satu di seluruh dunia. Siapa pewarisnya? Putra tunggal dari pasangan Tuan Zafran Muller bersama istri tercinta Nyonya Khadijah Zafran Muller.



"Tuan Al, apapun pilihan Anda pasti yang terbaik." pujinya tulus karena memang selalu seperti itu.



Si harimau kota yang memiliki nama asli Kendrick Al Zafran. Nama indah tersebut selalu menjadi pusat perbincangan dunia tetapi yang dibicarakan justru menutup jati diri. Sehingga tidak banyak orang tahu bagaimana rupa aslinya.



Tatapan mata terus menatap ke depan. Dimana Asma masih tengah menenangkan Baby yang mulai membaik. Wanita yang begitu telaten menjaga gadis labil. Ia tak tahu apa itu cinta sejati tetapi satu pertemuan cukup menjadi pengenalan tanpa perkenalan.



Ia yakin wanita itu memiliki hati yang baik. Seperti sang mama yang selalu tenang di setiap situasi, ia percaya Asma bisa menghadapi masalah kehidupan tanpa mengeluh. Karakter mandiri, dewasa, penyayang, serta bijak benar-benar menyatu saling melengkapi.



"Hubungi Auty Zahra, minta beliau mengirim kalung desain terbaruku kesini sekarang dan katakan padanya untuk menghapus D'luxe Rose dari daftar project love magic." tegas Al membuat sang asisten menurut.

__ADS_1



Seorang pebisnis handal yang memiliki kemahiran membuat desain indah bahkan beberapa project selama lima belas tahun terakhir selalu dia yang mendesain. Satu ciri khas dari keluarga Zafran adalah simbol mahkota bunga mawar.



Seperti project yang sudah-sudah, dimana di setiap season akan ada satu jenis perhiasan limited edition. Begitu juga dengan project love magic yang sebenarnya ditujukan untuk ulang tahun sang mama. Desain sebulan sudah dipersiapkan bahkan menjadi kenyataan.



Namun ketika melihat Asma. Entah kenapa hati ingin mempersembahkan kalung D'luxe Rose sebagai tanda pengenal. Wanita itu seperti kembaran sang mama. Ternyata di dunia yang semakin gila ini, masih ada yang mau peduli pada perasaan orang lain.



Alih-alih melanjutkan pekerjaannya, Al justru memilih duduk mengamati semuanya dari jarak sedang. Seperti penonton bisu dengan tatapan fokus. Pria itu lupa rasa panas di atas kepalanya hingga sang asisten kembali memberikan paper bag warna emas berlogo mahkota bunga mawar.




Al menerima, lalu memeriksa isinya. Tidak lucu bukan, jika tiba-tiba ia memberikan barang yang salah. Setelah memastikan di dalam kotak perhiasan adalah kalung D'luxe Rose. Barulah ia memanggil seorang pelayan dengan jentikan jemari.


"Berikan ini pada wanita bergaun peach yang duduk disana!" titahnya dengan jari menunjuk ke arah Asma, "Katakan padanya salam perkenalan dari seorang pengagum."


Pelayan itu menganggukkan kepala seraya menerima paper bag yang terlihat begitu mewah dengan warna gold. "Permisi, Tuan."


Pelayan itu berjalan menjauh membuat Al ikut beranjak dari tempatnya. Pertemuan pertama yang akan selalu dikenang karena siapapun wanita itu hanya bisa hadir dalam kehidupan seorang Kendrick Al Zafran setelah pertemuan kedua. Apakah takdir akan mempertemukan mereka lagi?

__ADS_1


"Tuan, kenapa kita ke parkiran? Bagaimana dengan pertemuan di hotel?" tanya sang asisten tetapi diabaikan tanpa rasa kasihan.



Kepergian Al bersama asistennya menghilangkan jejak keberadaan mereka berdua. Sementara si pelayan memberikan paper bag kepada Asma dan tak lupa menyampaikan pesan dari Al sebagaimana mestinya. Tidak kurang ataupun lebih dari apa yang harus disampaikan.



"Siapa yang mengirim ini?" Asma menatap pelayan itu dengan tatapan tanya. Ia berharap mendapatkan jawaban pasti karena tidak mungkin menerima hadiah dari orang asing.



Satu pertanyaan bisa menjadi jawaban yang melegakan hati. Akan tetapi ketika menoleh dengan niat ingin menunjuk ke arah si pengagum. Pelayan itu hanya bisa meminta maaf karena tidak menemukan orang yang memintanya untuk memberikan hadiah. Lalu kembali melanjutkan pekerjaan.



"De, terima saja. Kurasa itu dari salah satu tamu undangan. Jangan pikirkan lagi, ok." ujar Bagas membuat Asma menghembuskan napas panjang. "By, aku antar kamu pulang. Ayo!"



"Aku ingin pulang sendiri. Berikan waktu agar hatiku bisa memahami semuanya. Maaf telah bersikap kurang ajar padamu." ucap lirih Baby berpamitan.


Tak ada pelukan perpisahan. Gadis itu berjalan menjauh dari Bagas dan Asma. Hati terasa begitu sakit tetapi ia bisa apa? Satu tangan yang melayang dan hampir menyentuh pipi masih menguasai isi kepalanya. Tatapan mata murka sang idola lebih menyesakkan dada. Apakah pria itu tidak bisa menghargai cinta?


Langkah kakinya berjalan menyusuri jalan setapak menjauh dari area cafe. Tujuan yang tak jelas membuat Baby tidak sadar kemana langkahnya pergi. Tiba-tiba saja bahunya terasa sakit menghantam sesuatu. Sontak ia mendongak menatap siapa yang menabrak hingga tatapan mata saling beradu.


"Kamu? Apa tidak cukup luka yang kuterima sampai niat menemui secara sembunyi ...," celetuk Baby seenak hati tanpa peduli salah atau benar.

__ADS_1


Apa ia harus marah dengan ucapan gadis labil? Nyatanya emosi tidak akan berguna. Iya 'kan? Tanpa ingin memperpanjang masalah. Ia kembali melanjutkan perjalanan setelah mengabaikan tuduhan Baby sebagai angin lalu. Toh kehidupan bukan tentang si gadis Korea saja.


"Ck, hey! Bisu, ya?" seru Baby tanpa disaring.


__ADS_2