Jodoh Di Awal

Jodoh Di Awal
Bab 107 Karena yang berlebihan adalah nafsu


__ADS_3

Mita POV


Sore ini selepas membersihkan diri dan menunaikan sholat asar,tiba-tiba aku ingin menikmati pemandangan sore hari. Mengenakan gamis berwarna cerah dengan harapan suasana hatiku akan secerah warna gamisku. Beranjak ke depan rumah,aku melihat saudari iparku tengah berbincang dengan tetangga yang kebetulan sedang mengajak putra dan putri balitanya jalan-jalan sore. Tampak sangat akrab mengingat dia baru beberapa bulan tinggal disini.


Sampai aku lihat kak Hafiz dengan mengendarai motornya masuk ke halaman rumahnya,baru pulang kerja. Dia sempat melirikku sekilas tapi dengan muka dingin. Marahkah dia padaku tetapi tentang apa aku tidak ingat? Jika memikirkan ekspresi mukanya aku enggan untuk menyapa takutnya malah diabaikan tapi rasanya tidak akan baik jika aku tidak menyapa,kesannya aku orang yang sombong. Akhirnya aku putuskan untuk menyapanya.


"Kak Hafiz baru pulang kerja." sapaku ramah dengan senyum simpul,sekedar basa-basi dan anehnya dia benar-benar mengabaikan aku,langsung masuk ke dalam rumahnya. Gimana rasanya diperlakukan seperti itu? Jawabannya adalah menyakitkan. Ada keinginan untuk langsung memarahinya dan bertanya 'apa kesalahan ku sampai dia mengabaikan aku yang sudah berbaik hati menyapanya dengan ramah dan sopan?' tapi kok rasanya kekanakan lalu apa bedanya dia dan aku jika aku membalas perbuatannya padaku? Hanya bisa merenung,memikirkan sendiri 'apa lagi kesalahan ku?' dengan kepala menunduk,sedih.


Ya Allah belum selesai satu masalah muncul masalah baru. Jika dipikirkan bukan masalah besar karena aku tahu sifatnya yang mudah sekali marah dan merajuk untuk hal yang tidak sesuai harapannya. Aku yang terbiasa biasanya memaklumi. Masalahnya aku sedang banyak pikiran,aku butuh seseorang yang bisa membuatku bisa sedikit mengurangi beban dihati dan pikiranku. Kalau begini kan aku makin tidak tenang,jadinya ikut numpuk seperti tumpukan sampah yang menggangguku. Tarik napas panjang hembuskan pelan.


"Marahan ya kayanya?"


"Ih iya bener kata mbak Nuri ya."


"Cantik,baik itu kan membuat lelaki tertarik akhirnya berebut untuk memperistrinya."


"Baik ke semua orang itu bagus tapi biasanya disalah artikan sama lawan jenis,mikirnya apa si dia tertarik sama aku terus diseriusin ternyata salah paham."


"Memang seharusnya segera menikah biar yang lain gak merasa punya peluang untuk ngedeketin."


"Iya kasihan kan makin banyak yang ngedeketin makin banyak pula nanti yang kecewa dan patah hati pas sudah memilih salah satu."


Bisik-bisik mengomentari tentang aku. Ya Allah begitukah penilaian mereka tentang diriku? Ya Allah apa bersikap baik pada sesama juga salah sedangkan sikap baikku pada mereka atas perintah dari Mu,habluminannas. Dan untuk menikah kan harus mempertimbangkan baik-baik,niatnya menikah sekali seumur hidup bukan hanya sekedar nafsu.


Inilah kenyataan hidup,baik bagi penglihatan manusia belum tentu baik dihadapan Allah SWT. Aku hanya bisa menahan perasaanku.


Suara deru mesin mobil yang insya Allah itu mobil kak Yahya,ada apa dia kemari?


Begitu keluar dari mobil kak Yahya mengangguk hormat sambil tersenyum ke arah mereka yang nampak terpesona entah dengan penampilannya atau karena mobilnya yang terlihat kinclong. Aku sampai menahan tawa melihat reaksi mereka yang melongo dengan tatapan takjub.


"Itu juga yah mbak?"


"Keren abis,ganteng dan mapan."


"Jelas aja kalau aku disuruh milih jelas milih dia."


"Yeah so pasti,orang baik mah tetep aja berpikir terbuka. Milih tampang rugi kalau bisa milih yang kaya."

__ADS_1


Ya Allah memalukan,mereka pikir dengan menikahi orang kaya bisa membuat hidup lebih bahagia? Apa mereka sudah lupa agama,lupa sama Allah yang dengan segala kekuasaanNya mampu melakukan apapun sesuai kehendak-Nya? Termasuk menitipkan harta kepada hamba-Nya. Astaghfirullahaladzim semoga Allah mengampuni salah dan dosa mereka,diberi petunjuk kembali ke jalan lurus aamiin.


"Hei kenapa melamun?" Dia sampai menepuk pelan lengan ku spontan membuatku terhenyak kaget.


"Aku salam sudah dua kali tapi gak kamu jawab."


"Ah iya waalaikum salam." jawabku gelagapan.


"Jangan terlalu ngedengerin omongan orang,belum tentu yang mereka katakan benar dihadapan Allah!" ah benar juga,jika aku menuruti omongan mereka,aku akan lelah sendiri. Toh mereka bicara sesuai dengan pendapat mereka dan aku tidak bisa menyuruh mereka diam. Mau benar atau salah hanya Allah yang tahu.


"Ada apa?"


"Gini...kata papa kalau kamu gak bisa nerusin usaha kamu papa siap menggantikan sesuai harga yang kamu minta." aku kaget langsung menatapnya dengan lekat,meminta penjelasan.


"Hehehe...aku terpaksa bilang biar mereka gak maksa ke sini."


"Maaf yah...aku ngasih tau masalah kamu ke mereka." ah...mereka menyimak obrolan kami. Aku memberi kode padanya dengan kedipan kuat lalu menggeleng kaku ke kanan dan ke kiri.


"Eh ya Allah leher ku kaku banget."


"Oh maksud papanya kak Yahya nerusin pesenan telur yang gak jadi diambil sama orangnya dan masalah harga terserah aku,begitu?"


"Aku setuju." jawabku sambil tersenyum.


"Sudah kan? Kalau gak ada yang diomongin lagi aku mau masuk,ada kerjaan." dan kembali ia mengikuti kemauanku walaupun dengan tarikan napas panjang seperti tidak rela aku menyudahi pertemuan kami.


"Ya aku pamit assalamu Alaikum."


"Waalaikum salam." tanpa menunggunya masuk ke dalam mobil aku bergegas masuk ke dalam rumah lalu masuk ke kamar,menutup rapat pintu kamarku.


"Maaf yah aku ngusir kakak!"


"Mau gimana lagi kondisi darurat,banyak kuping yang mencuri dengar(emot sedih)." tidak menunggu lama dia langsung balas pesan dariku.


"Aku gak rela sebetulnya tapi waktunya gak tepat."


"Janjian yuk kapan mau ketemuan?"

__ADS_1


"Boleh kalau mau ke restoran aku,welcome banget!" mikir dulu kapan waktu yang tepat tapi belum nemu,masih full jadwalnya.


"Kayanya belum bisa dalam waktu dekat ini."


"Bahas yang tadi lewat telpon ajah!"


"Vc yah!" eh dia main tawar menawar,mengingat yang kemarin aku masih malu tapi tadi diluar kendali karena situasi jadi tidak ingat,sibuk memikirkan komentar orang.


"Adeeh jangan vc!"


"Kenapa?"


"Gak baik aja,lebih baik jangan terlalu sering bertatap muka takutnya zina mata."


"Tapi kan aku kangen pengen ketemu kamu." heeh dia mulai berani mengungkapkan perasaannya.


"Nanti insya Allah kalau sudah jadi pasangan halal."


"Ini namanya kamu menguji aku untuk segera menikahi kamu."


"Ya Allah ingat dosa. Karena kita sudah gak bisa mengendalikan perasaan masing-masing jadi tolong meminimalkan bertemu."


"Tapi apa artinya kamu sudah menerima aku?"


"Insya Allah jika sudah jodohnya."


"Kok ngambang gini sih...aku jadi bingung harus seneng apa sedih?"


"Senengnya dipending sampai kita sudah melewati ijab Qabul."


"Lah terus kapan?" aku bisa membayangkan mukanya yang bimbang.


"Hanya Allah yang tahu."


"(emot pusing dan emot bingung)"


"Bismillah tetap lakukan hanya karena Allah." ucap ku bijak lewat pesan.

__ADS_1


"Ingat segala sesuatu yang berlebihan itu gak baik karena yang berlebihan adalah nafsu."


"Makasih sudah diingatkan (emot senyum)" balasnya. Alhamdulillah akhirnya dia memahami aku.


__ADS_2