
"Inih nih yang ditunggu-tunggu baru nongol."
"Wih....keramas."
"Gol berapa kali?" Latifa terus menggoda sambil mengelilingi mereka berdua.
"Latifaaa...." terdengar suara peringatan dari eyang.
"Kaya kamu enggak....dulu bukannya kamu hampir seharian gak keluar kamar,keluar cuma buat makan terus balik lagi." cibir eyang seakan membela adiknya.
"Apaan sih eyang,aku kan cuma godain mereka." kilah Latifa dengan kesal,malu kisahnya diceritakan didepan orang.
"Gak pantes udah jadi ibu juga....lihat Mita sampai memerah menahan malu begitu." rupanya eyang memperhatikan perubahan muka Mita.
Mita terlihat menarik napas. Untunglah dia berhijab jadi orang lain tidak akan mengetahui rahasia lain ditubuhnya yang banyak sekali ******,hasil dari karya suaminya. Tidak kebayang akan seperti apa jadinya? Memalukan pastinya.
Eyang membawa Mita untuk diperkenalkan pada saudara yang lain meninggalkan Yahya yang memutuskan untuk makan sendiri tanpa ditemani istrinya. Usai aktifitas panjang perutnya terasa lapar. Dia makan dengan lahap.
Sedangkan dari jarak tiga meter sepasang mata indah memandanginya dengan lekat dan dalam,memancarkan ketertarikan pada Yahya yang menurutnya semakin gagah diusia yang matang. Ia pun beranjak menghampiri.
"Hai...." suara itu terdengar tidak asing ditelinga Yahya,seperti kenal. Yahya menoleh seperti yang terkejut saat melihatnya.
Diana,mantan pacarnya sekaligus mantan istri Fadil.
"Apa kabar?" ia terjebak dalam situasi yang pahit. Makanan yang terasa lezat dimulutnya ikut terasa pahit sepahit senyum Diana yang terlihat memikat bagi lelaki hidung belang.
Yahya tidak menyangka Diana akan datang.
Yahya bingung harus apa? Antara tidak ingin terlibat kembali dengan orang di masa lalu tapi menghindari Diana juga bukan solusi malahan akan terlihat belum bisa move on dari kisah masa lalu karena terus menghindar.
"Hmm baik." sambil tersenyum lalu melanjutkan makan,bersikap seakan tidak terjadi apa-apa.
"Sendiri?" tanya Diana basa basi lalu duduk dikursi paling dekat dengannya.
__ADS_1
"Iya." jawab Yahya singkat,ingin bergeser tapi tidak enak. Jujur dia merasa tidak nyaman berdua dengan Diana takut terjadi kesalahpahaman jika istrinya melihatnya bersama dengan wanita lain.
Ditempat lain eyang dengan bangganya memperkenalkan Mita sebagai cucu menantu berbanding terbalik dengan sikapnya tadi pagi. Walaupun begitu Mita tidak ingin memperpanjang. Dia sudah senang mendapat perlakuan baik dari semua saudara.
Sepanjang perkenalan ia hanya bicara seperlunya berbeda dengan eyang yang terus memujinya didepan saudara yang lain termasuk dia yang sukses berwirausaha hingga bisa membeli rumah sendiri.
Darimana eyang tahu tentu saja dari mertuanya. Bisa ia bayangkan bagaimana mama menceritakan kisahnya dengan jelas dan terperinci hingga eyang tidak berhenti menyanjungnya yang sebetulnya malu dan tidak enak hati.
Akhirnya Mita pamit untuk makan daripada terus mendengar ucapan eyang yang ke mana-mana sampai ia melihat pemandangan yang sulit diartikan. Yahya duduk bersama seorang perempuan yang tidak Mita kenal. Nafsu makannya mendadak hilang.
"Abang disini!" Yahya tampak kaget mendengar suara Mita,langsung menoleh dan mendapatkan tatapan tajam tapi dengan senyuman yang dipaksakan,kelihatan aneh jadinya.
Gaswat....ia seperti yang ketahuan berselingkuh.
"Dek...." hanya itu yang keluar dari mulut suaminya dengan ekspresi bingung juga sambil cengar-cengir karena merasa bersalah.
"Eh....ini siapa Abang?" Mita melakukan drama,menarik lengan Yahya,memberi kode untuk pindah tempat duduk tidak mempedulikan Yahya yang belum menyelesaikan makan.
"Maaf....saya kagum sama kecantikan mbk nya jadinya pengen kenalan,masih saudaranya Abang?" Mita menoleh ke arah Yahya dengan tatapan mengintimidasi membuat Yahya gelagapan.
"Hmm mantan istrinya Fadil." jawab Yahya dengan tidak jelas,tiba-tiba merasa takut dengan reaksi istrinya selanjutnya.
"Oh....mantan istrinya mas Fadil yang masih saudara sama keluarga suami saya bang Yahya." ucap Mita sambil tersenyum,menegaskan status mereka berdua. Dia masih ingat ucapan suaminya yang katanya mantan istri Fadil alias mantan pacarnya hampir setiap hari makan direstorannya,jelas membuat Mita jadi berpikir buruk tentang wanita didepannya kan sudah tahu kalau Yahya sudah menikah kenapa musti deket-deket tanpa orang ketiga apalagi dibelakang istrinya. Wanita baik-baik tidak akan melakukan hal itu.
Mita belum ingin menyebut Diana "wanita penggoda" ataupun" pelakor,memutuskan untuk tidak berprasangka buruk ke orang lain.
"Kenalkan nama saya Mita." Mita mencoba bersikap ramah yang dibalas muka datar Dania.
"Dania." balasnya dingin. Mita hanya tersenyum tidak ingin terlalu memikirkan sikap Dania atau dia akan sakit sendiri. Selanjutnya hening.
Merasa tidak dianggap,Mita beralih kepada suaminya yang ternyata sudah selesai makan.
"Temenin aku makan yah." Mita bersikap manja pada Yahya yang heran sama perubahan sikap istrinya,tidak biasanya.
__ADS_1
Yahya hanya menurut,mengajak Mita mengobrol ringan.
"Sayang sekali masakan kamu tadi pagi habis padahal masih pengen." celoteh Yahya hanya sebagai pengisi supaya tidak canggung.
"Tenang....setelah ini aku masakin,mau apa tinggal bilang." Mita bicara penuh pengabdian.
"Tugas istri ngurus keperluan suami kan?" Yahya kembali mengangguk.
"Tapi jujur sayur sop buatan kamu TOP BGT" Yahya mengacungkan jempol.
"Bikin ketagihan....kaya kamu." ucap Yahya lirih diakhir kalimat sambil tertawa,serasa dunia milik berdua deh ini pasangan pengantin baru yang lain mah ngontrak.
"Aaah bisa aja ih." Mita bertingkah manja dan malu-malu seperti anak perawan yang digoda jejaka tampan membuat Yahya tertawa terbahak,suka sekali mendengar tanggapan istrinya.
Diana sudah jadi orang ketiga jadi obat nyamuk pula.
Yahya dan Mita terus bicara sambil tertawa haha hihi hingga orang ketiga merasa tidak tahan lalu pergi.
"Yes." Yahya tersenyum senang melihat kepergian Diana sedangkan Mita langsung berubah mode yang awalnya cerah ceria kini mendslik kesal ke Yahya.
"Maaf sayang....mana aku tahu dia akan datang."
"Jangan marah dong itu masih dilihat dia!"
"Jangan sampai dia lihat kita yang kaya gini atau dia akan seperti dapetin celah untuk masuk." Mita membulatkan mata.
"Jadi abang berharap?" Yahya langsung menggeleng.
"Ayolah sayang abang kan gak ngapa-ngapain sama dia."
"Lagian dia kok yang nyamperin Abang bukan Abang yang nyamperin dia." ucap Yahya dengan tatapan memohon,tidak ingin melihat istrinya marah.
Mita menarik napas,marah bukan solusi. Ini baru awalnya,dia tidak akan bisa menjalani pernikahan dengan fokus pada wanita lain yang sempat hadir didalam hidup suaminya. Yang sudah terjadi biarlah terjadi karena masa lalu tidak bisa dihapus. Dia harus fokus pada masa depan yaitu menjalani pernikahan bersama Yahya,lelaki yang kini menjadi suaminya.
__ADS_1