
Seminggu berlalu,kontrol kemarin dokter menyatakan dia sudah sembuh dan bisa beraktifitas kembali hanya saja belum boleh mengangkat beban terlalu berat.
Bahagia...dia bisa kembali bekerja dikafe dan menghasilkan uang sendiri,bisa menabung.
Turun dari motor ia disambut oleh senyuman empat sekawan.
"Halo...my princess bang Alex sangat merindukan mu!" Alex merentangkan kedua tangannya bersiap memeluk Mita namun langsung dihadang dan didorong dadanya.
"Enak saja main peluk...biasanya juga dipeluk sama cewe-cewe itu..." Dani menggerakkan dagunya ke arah koki-koki cewe yang sedang memperhatikan mereka dari jauh. Alex melihat lalu mendengus sebal.
"Bilang aja iri..." balasnya sinis sambil membelakangi Dani.
"Gw ngiri sama begituan..." Dani melengos kesal atas tuduhan tak berasasnya.
"Gw masih tahu bersopan santun apalagi gw punya adik cewe gak rela digituin gw sama saja merendahkan kaum wanita...inget kita terlahir dari rahim wanita yaitu ibu kita sendiri...!" jawabnya marah dan Alex hanya menunduk entah karena bersalah atau apa...
"Sudah jangan ribut...ayo awali hari ini dengan semangat baru bismillah..." meninggalkan mereka para cowo sambil mengedarkan pandangan menurutnya kafe ini banyak berubah selama ia cuti terutama dekorasi ruangannya tambah cantik ditambah dengan hiasan lampu gantung pasti omsetnya besar sehingga pak bos langsung merenovasi pikirnya.
"Wah ada pegawai cewe baru..." Mita nampak bersemangat langsung mendekat dan mengajak kenalan.
"Hai...kenalin aku Mita kalian namanya siapa?" sapanya ramah serasa jadi anak SMP.
"Ajeng..." badannya bongsor dan manis orangnya.
"Ayu..." tubuhnya sedang-sedang saja,kulit bersih sama cantiknya dan orangnya pemalu.
"Anak baru juga?" tanya Ajeng,Mita menggelengkan kepala.
__ADS_1
"Habis cuti sakit!" balasnya sambil tersenyum lebar.
"Owwww...." mereka berdua mengangguk paham.
Agak ragu,Mita menghampiri duo koki baru mengajak kenalan sempat bertemu sekilas sebelumnya tapi belum kenalan.
"Hai...kakak-kakak cantik,apa kabar?" mereka merespon berbeda yang satu kalem satunya jutek apakah ada sesuatu padahal Mita sudah bersikap hangat?
"Baik...kamu adiknya Dani? aku Desi dan dia Lisa." Mita mengangguk sambil melirik ke sebelah yang membuang muka,sombong banget pikirnya sambil tersenyum kecut.
Suasana baru,temen baru dan pekerjaan baru,dia nampak sangat sangat bersemangat.
"Mari silahkan masuk!" Mita menyapa pengunjung pertama.
"Selamat pagi...mau pesan apa?" Mita tersenyum ramah sambil mengambil buku kecil dan pulpen dari saku apronnya,bersiap mencatat pesanan.
"Maaf...mau pesan apa?" berusaha fokus pada pekerjaan saja.
"Yang enak apa?" tanya salah seorang dari mereka sengaja mengulur waktu sambil memandang wajahnya. Ia jadi risih sendiri.
"Silahkan lihat daftar menu!" lagipula Dia kan baru masuk mana mungkin hafal menu barunya.
**************
Seharian bekerja semua komentar sama 'pegawainya cakep-cakep' ini seperti bukan menjual makanan tapi menjual diri dan Mita tak suka.
Sebelum pulang Mita menyempatkan diri mengetik berita viral di medsos didalam kolom pencarian dan matanya membulat mendapati beberapa foto semua pegawai khususnya pegawai cewe paling banyak. Ada beberapa foto menu hidangan di kafe malah diurutan paling bawah. Ini seperti sengaja mempromosikan manusia...astaghfirullah.
__ADS_1
Tok...tok...tok...
"Masuk!" Hakim menyambut kehadirannya dengan ceria.
"Hai...little princess!" kenapa semua orang suka sekali memberinya julukan princess,pikirnya sambil menatap jengah.
"Pak Hakim apa maksudnya ini?" Mita menunjukkan ponselnya kepada Hakim yang ditanggapi biasa saja.
"Memangnya kenapa? saya kan cuma mempromosikan kafe saya apa ada masalah?" rasanya emosi menghadapi orang seperti Hakim tidak punya rasa malu.
"Tapi kenapa harus memajang foto pegawai bukan foto menu hidangannya? Sebenarnya mau menjual orangnya atau menjual makanannya?" sindirnya berusaha bersuara datar,merasa sikap Hakim diluar batas,tidak menghormati sesama manusia.
"Hahahaha...kamu polos sekali sih..."
"Kamu lihat di mal kenapa pegawainya dituntut untuk berpenampilan menarik tentu saja untuk menarik pelanggan,shorum mobil bahkan lebih terbuka kan...." sambung Hakim dengan congkaknya,Mita menarik napas menenangkan diri.
Percuma saja bicara sama orang seperti Hakim malah membuatnya sakit hati.
"Kita manusia yang beragama apakah pantas bersikap seperti itu...astaghfirullah semoga Allah mengampuni bapak..."
"Saya mengundurkan diri...untuk kerja saya hari ini saya ikhlaskan untuk bapak karena sepertinya bapak haus kekayaan jadi menghalalkan segala cara...jika orang tua mereka tahu anak-anak mereka diperlakukan tidak hormat seperti itu semoga saja mereka tidak mendoakan keburukan untuk bapak..." Hakim mengepalkan tangannya menahan marah,kalau bukan perempuan pasti sudah dipukul olehnya.
"Semoga Allah membuka pintu hati bapak untuk segera bertobat...assalamu alaikum." Mita langsung keluar dari ruangan Hakim.
"Jangan munafik kamu Mita...mencari yang haram saja susah apalagi yang halal..." teriaknya dengan marah lalu membanting cangkir kopi dimejanya.
Bagaimana seorang manusia tega melecehkan saudaranya yang lain...
__ADS_1