
Hari ke dua dirumah sakit,Dani berangsur-angsur pulih,tidak banyak mengeluh kecuali capek tidur. Begitulah manusia banyak kegiatan mengeluh capek, tidur terus juga mengeluh capek sungguh membingungkan.
"Kapan bisa pulang?"
"Makan yang banyak biar cepet sembuh dan pulang...aaaa..." ia merasa diperlakukan seperti anak kecil saja.
"Nanya apa jawabnya apa?" Dani mendengus sebal lalu menerima suapan dari adiknya.
"Semua butuh proses kak,bersyukur saja perlahan membaik daripada kemarin gerak dikit langsung pusing kan...enakan mana coba?" Ia menarik napas,adiknya sudah seperti nenek-nenek cerewet kalau lagi ngomong.
"Kakak sakit tipes jadi walaupun sudah keluar dari rumah sakit kakak musti istirahat lagi dirumah sampai benar-benar pulih...ok...baru pikirkan kerjaan." Itu berarti dia akan lama dirumah tanpa penghasilan alias pengacara,pengangguran banyak acara yaitu tiduran terus,membayangkan itu dia sudah bosan duluan,narik napas lagi.
Mita meletakkan piring makan ke atas nakas sambil terus menatap lekat kakaknya alamat salah lagi dia.
"Mikir apa lagi sekarang heem...? suara Mita terdengar serius dan menimbulkan aura dingin disekitarnya. Dani menggeleng cepat sambil mengunci rapat bibirnya.
"Sakit enak?" Dani geleng kepala.
__ADS_1
"Kenapa bandel sekali ngalahin anak TK?" gerutu Mita sambil menahan marah,Dani tidak berani membalas sepertinya karena banyak pikiran dan capek Mita jadi gampang emosi.
"Tolong jangan mikir apa-apa kecuali kesehatan kakak...ok..." Dani mengangguk patuh layaknya anak kecil yang sedang ketakutan.
"Masalah biaya gak usah dipikirin sudah ditanggung sama dokter Idris jadi semua biaya free..."
"Dokter Idris?"
"Iya...dokter yang memeriksa kakak kemarin."
"Kok bisa...baru kenal langsung bantuin?" aneh pikirnya. Mita menggeleng lemah ia pun tidak tahu.
"Di kembalikan aja dek!"
"Sudah kak tapi beliau bilang sudah kewajiban beliau membantu sesama apalagi anak yatim piatu..." Dani tercengang dengan yang dialaminya sekarang,banyak orang telah membantu mereka tanpa tahu niat sebenarnya,apakah benar ikhlas atau ada tujuan lain.
"Istighfar saja kak mungkin Allah menggerakkan hati mereka untuk membantu kita...aamiin."
__ADS_1
"Sudahlah Insya Allah nanti ada jalannya sendiri bikin pusing kepala kalau dipikirin terus...astaghfirullah..." Dani menghibur dirinya sendiri.
"Yah...jadi lupa kan sama makanannya...masih mau makan?"
"Gak...langsung minum obat saja dan kamu bisa segera istirahat kakak tahu kamu capek dan kurang tidur."
"Biar kakak sendiri saja." tolaknya saat Mita ingin membantunya minum obat.
"Oh ya...semalem aku kaya denger suara Hafiz ke mana dia sekarang?"
"Sudah pulang tadi habis subuh."
"Kok gak pamit..."
"Pamitnya lewat hp takut ganggu istirahat kakak katanya..."
"Ya sudah kamu istirahat gih...kakak mau chat sama temen." Mita tidak menjawab langsung merem sambil tiduran di sofa mumpung ada kesempatan untuk tidur.
__ADS_1
Ternyata tidak butuh waktu lama,Mita sudah terlelap dengan nyenyak terlihat dari napasnya yang teratur dan disisi lain Dani sibuk mengetik pesan dengan hp nya.
"Sialan ini anak...ngapain juga mau ke sini...pasti modus mau ketemu sama Mita bener-bener ini anak gak bisa lihat cewe bening dikit langsung pengennya diembat...jangan pikir bisa ke sini tanpa info apapun dariku." Dani tersenyum sinis.