
Ia mengalah daripada tidak makan dan minum meskipun capeknya dobel. Dirumah sudah masak dan bersih-bersih sekarang di kafe juga sama ditambah dia harus keluar membeli air minum dan mie instan dialfamart terdekat jalan kaki pula. Inilah awal perjuangan dalam hidupnya setelah lulus SMA.
Sebelumnya ia meminta uang buat beli itu semua mana mungkin uang pribadi,kerja ya harus dibayar.
Sampai dikafe langsung eksekusi,masak mie kebetulan ada sisa telur dan bawang yang tadi ketemu setelah mengobrak-abrik kulkas untuk dikeluarkan isinya,menyortir yang masih bisa dipakai.
Dia terbiasa memasak mie instan ditambah irisan bawang biar rasanya lebih seger dan di nikmat.
Setelah tigapuluh menit akhirnya selesai,mie kuah plus telor rebus yang kuning telurnya setengah matang sekaligus buat stamina tapi bukan untuknya cukup untuk jejaka lemah saja biar semangat habis ini akan diajak tempur lagi.
"Heem...aromanya menggugah selera..." Mita meletakkan tiga mangkok mie kuah ke meja langsung memukul tangan Ical yang sudah tidak sabar ingin memakannya.
"Galak banget sih!"
"Cuci tangan dulu yang bersih...dibelakang masih ada tolong bantuin bawa ke sini." Mita tidak menunjuk siapapun hanya memberi instruksi yang mau mengambil saja.
"Berdoa dulu!" Mita memperingatkan saat melihat mereka berempat main nyendok sambil mangap langsung ditanggapi baik tanpa banyak protes.
"Doa makannya mana masak bismillah doang...kak Gio pimpin doa..!" tunjuknya pada Gio yang terlihat paling alim.
"Aku..." tunjuk Gio pada dirinya sendiri dan dibalas anggukan kepala Mita.
"Hehehehe...aku lupa." Mita menarik napas.
__ADS_1
"Yang lain?" tanyanya sambil menatap sinis,tidak ada yang mau unjuk gigi,lupa semua.
"Ayo angkat tangannya....!" Mita memimpin doa serasa menjadi guru anak TK lalu makan dengan tenang.
"Kok telurnya setengah mateng? Alex tiba-tiba bersuara sambil mengernyitkan dahi,dia tidak biasa makan telur setengah matang malah merasa jijik melihatnya.
"Itu untuk menambah stamina kak biar bisa main beronde-ronde..." Matanya langsung berbinar mendengar kata 'main beronde-ronde'.
"Jangan mikir aneh-aneh maksud ku kita bersih-bersih lagi!" mereka lemas berjamaah.
"Ya sudah habis ini aku pulang saja ku bilangin kak Dani kafenya tutup karena bangkrut biar kak Dani cari kerjaan baru."
"Jangan...!" Alex mencegah dan Mita melirik sekilas lalu meniup mie yang masih mengepulkan asap panas dan menyuap ke mulutnya. Melihat pergerakan Mita mereka menelan ludah,pelan dan nampak seksi bagi mereka. Mita melirik tajam.
"Astaghfirullah......jaga pandangan!" langsung berpura-pura sibuk makan mie.
"Memang kelihatan berat karena semuanya kotor ya harus dimulai dari awal...tapi ini tetep digaji kan?" mana mungkin kerja tanpa gaji,Mita harus berpikir lurus nyatanya hidup butuh uang.
"Yah mana bisa bayar gaji lha wong gak ada pemasukan." Mita tersenyum kecut.
"Terus mau buka kafe jual apaan?" mereka berempat terlihat bingung,Mita menghela napas.
"Ini gimana caranya bisa buka kafe kalau gak ada modalnya secara butuh beli bahan dan lain-lain tuh semua habis?"
__ADS_1
"Tenang saja ada saya yang akan kasih modal dan gaji dimuka!" tiba-tiba terdengar suara membuat Mita dan lainnya kembali bersemangat.
"Mas Hakim...." seru mereka berempat sambil tersenyum lebar.
"Apa kamu punya ide nona manis?" yang lain diasinin dan mereka melengos kesal.
"Lihat yang bening pasti lupa sama kita!" sahut Ical.
"Ingat dirumah ada anak istri...!" Gio ikut mengompori.
"Ngawur kalian saya masih single...lihat ketampanan saya setara dengan Rizki billar..." Hakim merapikan penampilannya agar terlihat keren di mata Mita yang mulai terbiasa dan bersikap santai menghadapi pria-pria gombal.
"Pffuu...mas Hakim mimpi disiang bolong ya...aku aduin ke mbak Sarah tahu rasa..." ucap Alex meremehkan. Hakim nampak kesal,anak buahnya tidak ada yang bisa diajak kompromi.
"Harus diatur ulang penataan ruangnya seperti ini nampak seperti warung kopi...pak Hakim..." Mita mengalihkan fokus pembicaraan dengan kalimat yang sopan membuat mereka melongo. Itu salah satu cara agar orang lain bisa menghargai kita pikirnya.
"Menurut saya mulai dari nol dengan mengganti nama kafenya terus ruangan harus didesain senyaman mungkin sesuai nama kafenya nanti..."
"Misalnya...kafe keluarga mejanya harus besar kalau perlu sediakan secara khusus,keluarga kan ada bertiga,berempat dan seterusnya. Halamannya ditanami bunga atau pohon berbuah tujuannya agar pengunjung merasa seperti refresing. Menunya juga yang bisa dimakan rame-rame."
"Terus disediakan mushola kecil ya walaupun gak semua muslim,anggap saja menyediakan fasilitas yang lebih komplit jadi orang gak perlu bingung keluar untuk mengerjakan sholat."
"Contohnya saya...jujur bingung mau sholat dimana pak?"
__ADS_1
"Cari orang buat membersihkan kamar mandi dan sekitarnya maaf ni pak...salah satu untuk menarik pelanggan semua area harus bersih agar mereka nyaman..."
"Bagus...bagus sekali tapi jujur modalnya pasti banyak kan dan saya gak punya sebanyak itu....hehehe..." Mita menarik napas,rasanya mentok sia-sia ku berjuang kalau masalahnya uang pikirnya.