Jodoh Di Awal

Jodoh Di Awal
Bab 65 Gadis spesial


__ADS_3

Yahya berjalan cepat menuju UGD. Tidak sabar ingin mengetahui keadaan Mita. Pantas saja kemarin pas bertemu Mita dirumahnya,dia tampak tidak fokus seperti banyak pikiran. Saat diajak bicara pun sering melamun hingga Yahya harus mengulangi setiap kalimatnya.


"Ada apa?" akhirnya Yahya memberanikan diri bertanya,capek juga lama-lama harus mengulang pertanyaan. Ibarat mendorong motor mogok belum sampai tujuan sudah capek duluan. Mita membalas dengan gelengan lemah. Setelah itu Yahya membiarkan saja sambil memperhatikan Mita yang rupanya 'ada raga tanpa jiwa'. Yahya menarik napas panjang.


Dan hari ini setelah mendengar Mita masuk rumah sakit,dia baru sadar. Sesuatu telah terjadi dan mengganggu pikiran Mita. Yahya kembali menghela napas.


Sampai didepan ruang UGD,dia tidak melihat Dani. Mencoba mengintip ke dalam ruangan juga sama tidak ada. Apa jangan-jangan sudah dipindah ke rumah sakit lain? pikirnya.


Hingga seorang perawat perempuan tiba-tiba muncul didepan mukanya sambil tersenyum yang membuatnya kaget setengah mati.


"Ada yang bisa saya bantu mas?" namanya Diana.


"Iya...apa ada pasien bernama Mita?"


"Mita?" ulang suster Diana sambil berpikir keras.


"Sasmita suster..."


"Oh...mbak Sasmita itu disana!" sahut suster Sari sambil menunjuk ke salah satu bed yang disekat dengan tirai.


"Kakaknya masih pulang mau ambil KK sama KTP pasien katanya." sambung suster Sari,Yahya langsung berjalan mendekat lalu membuka tirai yang ditunjuk suster tadi dengan ragu,takut salah.


Melihat Mita yang sedang terbaring lemah dengan mata tertutup rapat. Pikirannya menerawang jauh,berandai-andai dengan kata jika saja......


Jika saja Mita mau berkata jujur tentang masalah yang mengganggu pikirannya mungkin akan ada solusi. Setidaknya berbagi masalah bisa meringankan hati dan pikiran.

__ADS_1


Yahya jadi meyakini satu hal bahwa jika penyakit itu berasal dari perbuatan sendiri. Perbuatan yang tidak bisa mengendalikan diri misalnya berpikir berlebihan yang cenderung berprasangka buruk dan akhirnya jadi sedih,marah,kecewa,menderita atau putus asa,biasanya menyebabkan seseorang dalam kondisi tidak bersemangat dalam menjalani hidupnya. Makan tak enak dan tidur pun tak nyenyak kemudian imunitas menurun ujung-ujungnya sakit.


"Keluarga Sasmita silahkan mendaftar dan mengurus administrasi!" Yahya bangkit berniat untuk mengurus administrasi dahulu agar Mita bisa segera dirawat dengan baik.


"Yahya...!" sapa seorang perempuan dengan rambut sebahu mengenakan jas dokter menyapanya dengan senyum terkembang.


"Siapa ya?" dahinya berkerut dalam mencoba mengingat siapakah dia?


"Ck...aku Shiela teman satu SMA!" Shiela berdecak sebal sambil menatapnya jengah. Merasa dilupakan.


"Shiela ya...yang mana orangnya coba ku ingat-ingat." Yahya berpikir sangat serius.


"Jelas kamu pangling kan sama aku...aku yang dulu gendut sekali sering dikatain karung beras..." Yahya teringat dan langsung tersenyum.


"Sudah ah...tu dilihat sama yang lain kamu kan punya title jadi harus berwibawa supaya gak diremehin sama bawahan..."


"Bawahan? rok kali..." Sebenarnya dia sedang menyamarkan rasa gugup dan berbunga-bunga dari Yahya yang hanya geleng kepala.


"Ngomong-ngomong ke sini apa ada yang sakit? keluargamu?" tanya Sheila.


"Eh iya nih aku jadi lupa kan...aahrg ini gara-gara kamu sih!" keluhnya dan Shiela mendelik kesal,tidak terima disalahkan.


"Kok aku..."


"Gimana ya nyebutnya...dia pernah jadi muridku,teman,seperti adik sekaligus rekan bisnis..."

__ADS_1


"Cewe kan? Adik ketemu gede dong!" celoteh Shiela sambil terkekeh,berusaha menyembunyikan rasa cemburu yang langsung menyergap dihatinya saat melihat kepedulian terpancar diwajah Yahya.


"Tolong bantuin ya! bisa gak dirawat sekarang tapi datanya nungguin kakaknya? Kasihan mereka yatim piatu jadi semua harus diurus sendiri. Soal biaya bisa aku bayar sekarang." tangan Shiela mengepal kuat betapa ia makin cemburu. Dadanya panas seperti terbakar.


"Kayanya dia gadis spesial dihati kamu...benar gak?" tebak Shiela yang berhasil membuat mukanya memerah karena malu.


"Sudah jangan bahas yang lain terpenting rawat dia!" perintahnya tegas.


"Iya...iya..." jawab Shiela malas. Awalnya dia bahagia bisa bertemu dengan Yahya yang dari dulu sudah mengisi relung hatinya. Sempat berpikir mungkinkah mereka ditakdirkan berjodoh? Shiela berharap seperti itu setelah berpisah sekian lama dan dipertemukan kembali hari ini. Cowo ganteng dan anak orang kaya tapi tetap bersikap baik pada semua orang. Itulah nilai plus dari seorang Yahya yang membuat Shiela kagum dan jatuh cinta. Kini harapannya pupus,belum apa-apa hatinya seakan terbelah jadi dua,melihat dengan mata kepalanya sendiri seorang Yahya begitu peduli dengan seorang gadis.


"Namanya siapa?"


"Sasmita..." Shiela meminta catatan medis Mita kepada salah satu perawat lalu menelitinya. Beralih menuju ke tempat Mita terbaring.


"Dia orangnya?" tunjuk Shiela. Yahya mengangguk. Shiela merasa memang tidak salah penglihatan Yahya. Mita tentu lebih muda darinya ditambah dengan rupa cantik alami dan kulit seputih susu. Dibandingkan Shiela yang sekarang memang cantik tapi karena perawatan bukan asli dari sononya.


"Malah bengong...ayo dipriksa!" ucap Yahya tidak sabar. Itu membuat Shiela semakin terluka tapi dia sadar harus bersikap profesional sebagai seorang dokter.


"Suster...tolong segera ambil tindakan!" perintah Shiela tegas.


"Tapi dok pasien belum terdaftar!"


"Lakukan saja saya yang akan menjamin!" ucap Shiela tegas sambil terus menahan perasaan terluka dan cemburu.


"Makasih ya Shiel kapan-kapan aku traktir!" Shiela mengangguk dan pamit dengan alasan memeriksa pasien yang lain namun dibalik itu tersimpan duka dari patah hati. Cintanya bertepuk sebelah tangan.

__ADS_1


__ADS_2