
Ini kesekian kalinya Mita bekerja tanpa libur memang dia satu-satunya koki kw belum ada pengganti...ya Allah bisa dibayangkan capeknya terutama sendi bahu Masya Allah deh semoga tidak bengkak soalnya beberapa hari yang lalu seperti kecengklak karena kurang hati-hati. Sudah protes juga sama Hakim minta dicarikan teman biar bisa gantian dan katanya belum dapat yang pas,jangan-jangan cuma alasannya doang.
"Aduduh..." Mita mengeluh sambil meringis terasa sakit sendi bahunya. Dia mencoba memutar bahunya pelan rupanya makin sakit.
"Kenapa?" tanya Dani panik,mendekat ingin menyentuh bagian yang sakit,Mita langsung menghindar sambil menggelengkan kepala menolak untuk disentuh.
"Sakit?" tanyanya lagi,menatap prihatin adiknya yang menahan sakit dan dibalas anggukan.
"Beberapa hari yang lalu kecengklak."
"Kenapa gak bilang tahu gitu langsung periksa...jangan-jangan bengkak!" tebak Dani lalu menarik napas melihat adiknya bungkam pasti merasa bersalah.
"Terus ini gimana sama pesanannya?" tanya Soni ikutan panik takutnya pengunjung kecewa sama pelayanan mereka bisa-bisa kehilangan pelanggan.
Dani menarik napas yang paling ia khawatirkan adalah kondisi bahu adiknya biasanya jika sudah terlanjur akan lama sembuhnya.
"Telpon bang Hakim gih! untuk urusan pengunjung biar aku sama Mita yang handle...ayo dek!" Dani menuntun adiknya ke depan.
__ADS_1
Soni langsung konfirmasi sama temen-temannya yang lain tentang kondisi Mita.
"Gimana enggak itu tangan dipake masak terus dari pagi sampe malam tanpa libur lagi...kerja rodi itu namanya." Alex berkomentar dengan muka merengut kesal.
"Malah diem buruan telpon bang Hakim!" bentak Alex memberi instruksi sambil melotot kesal.
"Kenapa jadi marah ke gw!" protes Soni sambil cemberut,menghubungi Hakim bersyukur langsung tersambung. Rupanya dia santai saja hanya haam heem saat diberitahu.
"Tenang aku sudah dapat koki baru...cewe!" Hakim berbisik dari sambungan telepon,Soni mengerutkan kening mendengarnya...kenapa pula bisik-bisik,takut didengar istrinya pikirnya.
"Sudah dapat koki baru...cewe." jawab Soni sambil tersenyum penuh arti.
"Satu atau dua..." tanya Ical penasaran.
"Kaya lagunya gamma one aja...satu atau dua pilih aku atau dia yang engkau suka..."
"Malah nyanyi...." sahut Alex sambil menggelengkan kepala,kondisi genting bisa-bisanya bercanda.
__ADS_1
"Satu atau dua?" ulang Ical dengan muka mengharap,Soni malah senyum memperlihatkan barisan giginya.
"Ck...gw butuh jawaban bukan senyum Pepsodent lu gak guna." Ical mulai kesal dengan sikap bertele-telenya.
"Gw gak nanya..." Ical menggerakkan tangan seperti ingin mencekik,sungguh kesal,tinggal jawab satu atau dua malah kebanyakan gaya...
"Ayo ke depan bantuin mereka ngomong!" bersamaan dengan kedatangan Hakim bersama duo koki cantik nampak berkelas dan nyata keahliannya. Empat sekawan sampai terpukau dengan penampilan koki baru asli cewe nya.
"Sekali lagi kami minta maaf untuk ketidaknyamanan ini!" Dani dan Mita membungkuk sebagai permohonan maaf.
"Ekheeem...tenang semuanya,saya sudah membawa dua koki baru yang nantinya bisa lebih memuaskan selera makan anda semuanya...jadi mohon tunggu sebentar!" Hakim datang disaat yang tepat,ia segera mengatasinya.
"Kalian bisa pergi dengan mereka!" tunjuk Hakim sambil menatap empat sekawan untuk tugas mereka selanjutnya.
"Dan kamu...antar adikmu periksa ke rumah sakit ini pegang dulu kalau kurang bisa hubungi saya...ok!" Hakim meletakkan uang ke tangan Dani sambil menepuk pundak Dani pelan.
"Makasih bang!" Hakim mengangguk.
__ADS_1