Jodoh Di Awal

Jodoh Di Awal
Bab 53 Bermanfaat


__ADS_3

Mita kembali dengan membawa baki berisi es sirup dan onde-onde isi kacang hijau. Dia terhenyak mendapati sosok Hafiz menempati tempat duduknya dengan muka galak. Mita hanya bisa menggelengkan kepala sambil menghela napas.


"Aku gak dibuatin sekalian?" tanyanya sewot dengan muka dingin dan datar.


"Maaf...aku gak tahu kak Hafiz kemari bentar aku buatin!" Mita bergegas kembali ke dapur untuk membuat es sirup lagi daripada kena seruduk sama banteng di depan.


"Ini es sirupnya!" Hafiz bingung miliknya berbeda dari yang lain berwarna oranye sendiri,ia melihat tak suka ke arah minuman itu.


"Kok punya ku beda?" protesnya. Mata Mita membulat tak percaya,segala minuman didebatkan seperti anak kecil saja pikirnya.


"Ya sudah biar ini ku minum...kalian bertiga sama merahnya biar adil." mengalah saja daripada berbuntut panjang. Mita langsung meneguk habis jus jeruk yang diberi es batu karena es sirupnya habis.


"Lho kok langsung habis?" Mita menatap jengah dari tadi dia berusaha tenang tapi kok masih salah juga.


"Sebenernya kak Hafiz ada masalah apa sama aku kenapa salah mulu?" balasnya tak kalah emosi. Niatnya tadi pengen bersikap baik tapi setan bernama Hafiz terus menyulut emosinya.


"Sabar dek...orang sabar pantatnya lebar!" Dani mencoba membuat lelucon sambil mencomot onde-onde lalu memasukkan ke dalam mulutnya dalam satu suapan.


"Garing..." Mita memukul tangan kakaknya yang terus-terusan mencomot onde-onde.


"Apaan sih dek?" protesnya kesal.


"Yang lain belum makan..." Mita mendelik lalu ikutan mencomot onde-onde. Dia tak boleh kalah cepat harus ikut bersaing biar kebagian.


"Masalah pertama...aku gak terima,dulu dipanggil mas kenapa berubah kak? Kedua...ngapain dia ke sini?" tanyanya sambil melirik sinis ikutan mencomot onde-onde. Mita melotot kesal antara mendengar pertanyaan Hafiz yang tidak masuk akal dan melihat onde-onde yang tinggal beberapa butir saja.


"Astaghfirullah...astaghfirullahaladzim..." Mita terus komat-kamit untuk menenangkan diri saat ingat niatnya yang pengen memperbaiki diri lalu menarik napas dalam.


Beginilah...ketika manusia ingin menjadi lurus setan selalu bisa membelokkan dengan cara apapun jika manusia tidak kuat iman pasti kalah.


"Masalah panggilan kan sama aja,apa ada bedanya?" tanyanya seperti sedang bicara dengan anak TK harus pelan-pelan biar tidak makin esmosi.


"Jelas beda..." Dia langsung nyolot sedangkan Yahya menahan tawa,Dani pura-pura tidak mendengar,Mita menatap jengah.


"Panggilan mas itu terdengar intim?" sambungnya membuat Mita muak dan jijik mendengar kata 'intim' kata itu lebih tepat untuk yang sudah jadi pasangan.


"Apa gak boleh pak Yahya ke sini?" tanyanya datar padahal aslinya ya 'ngempet' kalau kata orang Jawa dan ditelinga Hafiz ucapan Mita seakan berpihak kepada Yahya,dia beranggapan Mita memilih Yahya. Tiba-tiba seperti mendengar genderang perang ditabuh.

__ADS_1


"Apa bagusnya dia dibanding aku? Bukannya aku lebih tampan dan lebih muda dibanding dia?" tunjuk Hafiz ke muka Yahya sambil menaikkan volume suara,Mita jadi panik melihat keadaan berubah panas dari pihak Hafiz sedangkan cool dari pihak Yahya. Ini berbanding terbalik.


"Maksudnya apa? Kok jadi membandingkan begini?" tanyanya bingung. Eh Hafiz sudah berdiri,mau apa dia? pikirnya.


"Kak...!" panggilnya,saking paniknya Mita menyenggol Dani yang ternyata kena kepalanya tanpa sengaja langsung dibalas pelototan. Mita mengucapkan maaf lewat gerakan bibir tanpa suara sambil menatap ke arah Hafiz sebagai kode meminta bantuan untuk menenangkan. Suasana bercampur antara lucu dan tegang.


"Sabar bro adikku memang cantik tapi jangan pake emosi,bersaing secara sehat mari kita omongin baik-baik....ok...sekarang duduk dulu!" Dani sudah memegang pundak Hafiz menuntun Hafiz untuk duduk kembali namun langsung ditepis kasar hingga Mita makin panik takut benar-benar terjadi baku hantam.


"Kakak...isy." ucapnya sebal,suasana tegang bisa-bisanya membuat lelucon.


"Apaan...sana minggir aku mau pipis sudah diujung tanduk ini!" ucap Hafiz dengan gerakan pertahanan. Mita dan Dani bengong,mereka salah persepsi. Begitu Hafiz pergi menuju kamar mandi dibelakang mereka baru tertawa dan Yahya ikut tertawa sambil geleng kepala.


********


"Ke mana onde-ondenya?" Yahya yang sedang menggigit onde-onde langsung terpaku. Dani dan Mita serentak menoleh ke arah Yahya yang tiba-tiba menjadi tersangka utama.


"Tadi tinggal dua jadi saya makan bukannya bagian saya ya?" tanyanya polos sambil mengangkat tangan seperti pesalah takut ditembak.


"Iya tadi kan kamu sudah makan!" Mita membenarkan dengan tampang polos tapi Dani menepuk paha adiknya,menggerakkan mata sebagai kode untuk melihat situasi dan kondisi. Mita menarik napas,begini banget hidupnya sesak dadanya menghadapi mood swing Hafiz.


"Duduk!" perintahnya dingin,Hafiz menurut kembali duduk ditempatnya semula.


"Aku pengen kamu jadi milikku!" ucapnya tegas.


"Maksudnya mau nikahi aku gitu?" Dia meminta penjelasan yang langsung disambut gelengan hingga dahinya berkerut sambil cemberut,mulai nampak gurat-gurat marah diwajahnya.


"Terus?" dia membuka kupingnya lebar-lebar agar bisa mendengar lebih jelas.


"Jadi pacar ku...!" Dia langsung murka.


"Marah-marah gak jelas hanya ini tujuan kak Hafiz ck.....itu namanya gak menghargai aku sebagai perempuan 'jadi pacar' apa bedanya dengan istri simpanan?" dia bicara sambil berdiri seperti siap berperang karena kesabarannya sudah habis,akhirnya ia kalah telak dari godaan setan niat ingin memperbaiki diri hilang tak berbekas berganti murka.


Hafiz garuk kepala heran sekaligus bingung sama reaksi Mita...menurutnya lumrah masih muda pacaran untuk menikah dia belum sanggup masih ingin menikmati masa muda.


"Terus...maunya apa?" Mita melotot,iya juga lagian dia juga gak mau jadi pacar apalagi istri,tarik napas saja lalu bersikap normal dan duduk. Sementara Dani dan Yahya hanya menyimak sambil menikmati sensasi dingin dan segar dari minuman sambil menonton drama live didepannya. Kadang ikut bingung tapi lucu juga melihatnya.


"Dek memang samanya dari mana antara jadi pacar dan istri simpanan?" tanyanya ingin tahu sambil mendekat.

__ADS_1


"SAMA-SAMA ILLEGAL..." Dani bengong sambil melongo,otaknya sedang loading ini tapi tidak nyambung juga.


"Maksudnya?" Rupanya Yahya ikut penasaran.


"Sama-sama gak punya bukti resmi hanya modal omongan....."


"Makanya aku bilang lelaki yang meminta seorang perempuan jadi pacar itu sama saja gak menghargai perempuan alias pengen main-main..."


"Jadi lelaki harus gentle mau menghadapi resiko..." balasnya ngotot.


"Kan cuma pacaran?" sanggah Hafiz.


"Cuma pacaran tetep aja ngajak enak-enak...." sampai disini makin seru obrolannya.


"Maksudnya?" Yahya terus bertanya dengan kata maksudnya dari tadi.


"Keluar niatnya kencan gandengan tangan,suap-suapan apa itu namanya gak enak-enak...yang rugi siapa? jelas perempuan dipandang cewe murahan sudah gak orisinil karena sudah pernah dipegang...cowo dianggap biasa saja pasti ngangkatnya dalil 'lelaki bisa punya empat istri'." Ketiganya nampak cengengesan merasa menang.


"Mending bisa lurus pacaran kalau kebablasan terus tekdung gimana?" Mita memperagakan membuat bulatan diatas perutnya demi apapun Yahya sampai tersenyum melihat Mita yang menurutnya terlalu menguasai perannya.


"Yah kalau cowo nya mau tanggung jawab kalau enggak....???"


"Kebanyakan jawab iya tanggung gak..." sambung Mita.


"Hebat kamu dek kalau soal debat..." Dani mengacungkan kedua jempol nya.


"Bukan debat tapi meluruskan...orang hidup harus belajar dengan niat yang baik baru bermanfaat."


"Terus kamu maunya dinikahi?" tanya Hafiz sambil tersenyum senang merasa punya harapan bahwa Mita menyukainya.


"Gak mau..." tolaknya tegas. Hafiz mendengus sebal.


"Kenapa?"


"Belum punya penghasilan mau dikasih makan apa aku?"


"Pemarah...pemimpin kok marah-marah gimana bisa mendidik anak istri."

__ADS_1


"Semua hal akan dimintai pertanggungjawaban makanya harus belajar agama yang bener dulu ngerti apa saja kewajiban baru nuntut hak karena apa?" Mita memberi pertanyaan sambil menatap satu-persatu pria dihadapannya.


"Suami itu kepala dan pemimpin dalam rumah tangga kalau gak bisa mengarahkan anak istri maka akan dicemplungin ke neraka duluan...!" suaranya terdengar horor.


__ADS_2