Jodoh Di Awal

Jodoh Di Awal
Bab 29 Menyadari kesalahan


__ADS_3

Dani POV


Aku tidak pernah menyangka akan terkapar dirumah sakit seperti ini. Bukannya meringankan beban hidup kami aku malah membebani adikku Mita yang harus bolak-balik ke rumah sakit untuk mengurus segala keperluan kami dirumah sakit. Menyusahkan orang-orang disekitar ku juga huft...


Awalnya aku berpikir dengan terus bekerja bisa menghasilkan uang banyak ya supaya bisa mencukupi kebutuhan kami dan tidak menguras terlalu banyak tabungan peninggalan Almarhum orangtua kami mengingat kuliah ku masih satu tahun lagi pasti masih butuh biaya cukup besar tapi nyatanya semua tidak berjalan sesuai keinginan ku.


"Kata dokter kakak kelelahan,kurang istirahat dan pola makan gak teratur."


"Itu artinya kakak menzolimi diri sendiri dikasih kesehatan harus dijaga bukan diforsir. Hidup memang butuh uang tapi saat sakit uang yang kakak dapatkan belum tentu cukup untuk menebus kesehatan kakak..." ustadzah Mita ceramah panjang lebar dan aku belum bisa berkomentar.


"Banyakin istighfar yang artinya aku memohon ampun ya Allah,masalahnya untuk dosa yang mana? Allah kan pasti bingung jadi sebutin aja semuanya lebih afdol."


"Aku contohin ya caranya' Ya Allah ampuni aku yang selama ini karena berpikir untuk mencari uang yang banyak aku sampai lupa bersyukur,lupa istirahat dan lupa makan ya Allah jika semua itu salah dihadapan-Mu lillahi ta'ala aku memohon ampun dan sembuhkanlah aku semoga dengan kesembuhan yang Engkau berikan aku semakin meningkatkan keimanan dan ketaqwaan ku kepadaMu' ini sesuai dengan yang pak ustad ajarkan,bagus kan?

__ADS_1


Sayangnya panjang kali lebar kepala pusing badan masih sakit pula diajarin kalimat panjang seperti itu jangankan hapal ingat saja enggak cuma masuk kuping kanan keluar kuping kiri. Gak pa-palah nanti bisa belajar lagi yang penting sekarang istighfar karena Allah saja dulu.


"Assalamu alaikum..." ada tamu yang gak ku kenal datang menjenguk.


"Walaikum salam...Bu Tita..." Mita terlihat mencium tangan perempuan paruh baya yang dipanggilnya Bu Tita.


"Pak Sofian..." panggilnya sambil menundukkan kepala sebagai salam hormat kepada yang lebih tua beliau balas mengangguk.


Mereka juga terlihat akrab dengan Bu Indah.


"Kakak makan dulu ya biar ku suapi...!" Bubur lagi hanya beda lauk rasanya eneg namanya juga sakit makan apa saja pasti gak enak mulut terasa pahit.


"Bersyukur kak setidaknya ada yang bisa dimakan..." Nah kan kena lagi aku,darimana dia tahu pikiranku apa terlihat jelas dari ekspresi ku.

__ADS_1


Baru juga 3 suap perutku mual lagi dan aku menolak untuk makan. Terdengar tarikan napas Mita.


"Sekarang minum obat...ku naikin brankar bagian punggung sampe kepala biar gampang minum obatnya...tahan sebentar ya kalau pusing..." Mita memasukkan satu butir obat ke mulutku lalu air dan segera ku telan,tarik napas jeda sebentar lalu obat berikutnya sampai 4 kali. Ya Allah hanya untuk minum obat saja rasanya sesusah ini. Setelah itu Mita mengembalikan brankar seperti semula agar aku tidur dengan nyaman.


"Waktu kurang tidur kemarin dibalas tuntas saat ini jadi selamat tidur dengan nyenyak..." aku tahu dia sengaja mengatakan itu supaya aku menyadari kesalahanku.


"Tadi saya bawain makan buat kamu...makan gih..."


"Nanti saja Bu,Mita mau sholat dhuhur dulu!"


"Ya sudah kami pulang dulu!"


Samar-samar aku masih bisa mendengar percakapan mereka dan secara bertahap kesadaran ku terus menghilang.

__ADS_1


Saat sakit baru ingat sehat. Semuanya mudah dikerjakan saat sehat tapi ha mudah menjadi sulit saat sakit jadi jaga dan syukuri setiap nikmat yang Allah berikan kepada kita.


__ADS_2