Jodoh Di Awal

Jodoh Di Awal
Bab 123 Aku terlena


__ADS_3

Mita POV


Aku terkejut mendengar permintaan pak Ramdani agar aku menghandle restoran keluarga mereka. Selain itu juga menyebut 'restoran kita' apakah maksudnya aku langsung dimasukkan sebagai pemilik restoran setelah aku menerima lamaran putranya. Ya Allah....mana bisa begitu,aku belum menjadi bagian dari keluarga mereka tapi sudah mendapatkan hak kepemilikan restoran. Aku merasa tidak enak dan tidak nyaman dengan keadaan sekarang.


Melirik ke arah kak Yahya,aku merasa kasihan padanya karena diragukan kemampuannya oleh papanya sendiri dan sekarang ingin melimpahkan padaku yang masih orang lain. Ah.....aku bisa membayangkan sakitnya hati,sudah bekerja keras tapi tidak dihargai dan anehnya kak Yahya seperti tidak terpengaruh,tampak santai dan tenang. Semoga saja dia benar-benar ikhlas mendapat perlakuan tidak mengenakkan dari papanya....aamiin.


Kalau saja kami sudah menikah pasti akan ku genggam tangannya,memberi dukungan terbesar padanya untuk terus belajar bersabar. Yah...bagaimanapun pak Ramdani adalah orangtuanya jadi lebih baik memang memaklumi dan memaafkan kesalahan orangtua karena memuliakan orangtua adalah tugas anak.


Aku beralih melirik ke arah kak Latifa,mukanya tampak dingin dan tidak berekspresi. Mungkinkan dia tersinggung dengan sikap papanya. Ah....jadi suuzon gini astaghfirullah....


Aku menarik napas panjang,berada diposisi ini sungguh tidak menyenangkan. Aku tidak ingin memulai hubungan dengan menyakiti calon keluarga yang lain.


Astaghfirullah....sebagai manusia biasa wajar jika sakit hati karena sikap pak Ramdani menurutku kurang pantas. Ini seakan memicu kebencian dihati anak-anak pada orangtuanya. Mau seperti apapun anak-anaknya harusnya dihargai,sebisa mungkin mengarahkan dengan kata-kata yang baik dan tidak menyinggung. Namun apalah dayaku,aku hanya bisa berdoa semoga Allah SWT melembutkan hati pak Ramdani....aamiin yrb.


"Kamu sudah punya ide?" adeeh....sudah ditodong sama ide padahal tadi aku sedang mikir perasaan kak Yahya dan kak Latifa.


"Mama.....ngantuk!" tiba-tiba terdengar suara rengekan Maira,ya Allah aku baru sadar sama kehadiran anak itu yang bersender ke dada mamanya sedangkan Zidan adiknya sudah tidur dipangkuan ayahnya.


"Ya sudah bobo dipangku mama!" ucapnya,memposisikan badan Maira dengan nyaman dipangkuannya sambil mengusap dahi anak itu supaya segera tertidur.


"Kak....tidurin dikamar aku aja kasian kalau tidur disini badannya bisa sakit semua sekalian sama Zidannya." kak Latifa mengangguk dan bergegas pindah tempat. Melihat kakaknya kuwalahan,kak Yahya dengan sigap membantu mengangkat badan Maira yang sudah lemas karena ngantuk berat.


"Apa ide kamu?" pak Ramdani tipe orang tidak sabaran rupanya. Aku bingung harus mulai dari mana,harus nanya dulu fokusnya baru bisa memberi ide.


"Maunya bapak bagaimana?" ditegasin saja biar tidak muter-muter tepat sekali pas kak Yahya sudah kembali dan langsung duduk di sampingku.


"Karena setahu saya restoran sudah lumayan rame." sambungku,melihat ekspresi beliau yang tampaknya kurang puas.


"Papa maunya lebih dari saat ini dan kalau bisa sampe buka cabang." berat ini sih,kok aku merasa orangnya penuntut yah.


"Biar Yahya punya restoran dari hasil jerih payahnya sendiri sedangkan restoran keluarga bisa dihandle sama keluarga yang lain...." aku mengangguk mengerti. Oh....jadi maksudnya,restoran itu seperti pinjaman modal ketika yang pegang sudah punya sendiri maka restoran keluarga dikembalikan. Bagus sih niatnya supaya anak-anaknya belajar bekerja keras dan mandiri,kirain diwariskan hihihi.....ternyata aku salah paham. Gini nih jadi orang,belum tahu tujuan dan maksudnya mikirnya sudah suuzon....astaghfirullah ampuni hamba Mu ini ya Allah yang suuzon sama orang dan tadi kayanya hamba secara tidak sadar sudah menyombongkan diri lillahi ta'ala hamba memohon ampun....aamiin.

__ADS_1


"Kalau mau meningkatkan penghasilan,bisa menambahkan menu dengan harga terjangkau jadi orang dengan penghasilan cukup bisa membeli." kak Yahya,papanya dan mamanya menyimak tapi ke mana yang lain kok pada bubar,baru sadar aku sendirian dong kebangetan kak Dani masak aku ditinggalin.


"Terus...." aku diam dan disuruh lanjut sama si bapak.


"Diawal mengadakan promo biar orang tertarik dan mau mencoba nanti kalau rasanya enak insya Allah pada balik lagi." si bapak angguk-angguk kaya yang setuju sama ide aku.


"Menurut papa restoran kita harganya sudah murah kalau dilihat dari kualitas bahan yang lumayan baik yah kita kan tujuannya makanan yang higienis." rasanya pengen ketawa deh aku tapi kok yah tidak sopan. Orang yang terbiasa hidup serba ada jelas tidak akan tahu rasanya seperti aku. Harus menahan diri saat uang mepet dan lain-lain.....


"Iya sih pak kualitas memang penting tapi untuk kalangan sederhana seperti saya mikirnya yang penting rasanya enak,kenyang diperut dan harga terjangkau untuk higienis nomer sekian selama tidak tahu dengan mata kepala sendiri penjualnya jorok masih bisa diabaikan." pak Ramdani melongo.


"Makan direstoran hanya sekedar pengen,menyenangkan diri sendiri dilain hari kami pasti memilih masak sendiri dengan menu sederhana,tempe tahu misalnya supaya lebih hemat. Anggap juga sebagai ganti rugi setelah makan enak jadi setelahnya ngirit alias berhemat." beliau mengangkat alis seperti tidak percaya dengan cara hidup orang-orang macam aku. Lanjut deh menjelaskan,nanggung biar tahu sedetail-detailnya.


"Kalau tiap hari makan makanan restoran dijamin baru seminggu atau dua minggu berjalan uang sudah habis duluan sementara kebutuhan lain belum terpenuhi. Jalan terakhir hutang....kalau bisa jangan deh." membayangkannya saja terasa berat.


"Bagi kami penghasilan gimana caranya cukup untuk satu bulan malahan harus bisa nabung juga,jaga-jaga keperluan mendadak." nah kan keder si bapak aku kasih tahu. Bisa dibayangkan kalau beliau sekeluarga menjalani hidup seperti aku wah muram kali wajah mereka karena terbiasa hidup mewah.


Eh....aku jadi ingat pada diri sendiri. Kalau nanti aku menikah dengan kak Yahya otomatis aku akan menyesuaikan diri hidup seperti mereka,begitu.....Masya Allah aku berharapnya tetap seperti aku yang sekarang,mungkin nanti menyesuaikannya pas kami tinggal dengan orangtua kalau dirumah ini insya Allah bisa diatur,butuh membiasakan suami dengan sedikit demi sedikit supaya tidak terasa terus terbiasa.


"Tapi memang sih pak yang namanya restoran identik dengan makanannya yang mahal sesuai dengan tempatnya yang bersih dan makanannya yang higienis ditambah kalau menyewa tempat jelas biaya sewanya mahal walaupun sudah terbeli tempatnya pasti lebih mahal dengan letak strategis." aku ingat restoran kak Yahya ditengah kota.


"Terus harga terjangkau itu kisaran berapa?" mikir lagi nih,masak mau dibandingkan sama penjual pinggir jalan??? yah tapi tidak apa-apa kan bisa jadi ilmu.


"Begini.....bapak tahu penjual ayam,lele,bebek goreng pinggir jalan?" pak Ramdani mengangguk.


"Mereka jual bebek goreng seharga 21-23 ribu tanpa nasi tapi kalau tambah nasi biasanya tambah 4-5 ribu." si bapak terkejut lalu geleng kepala.


"Kalau harga segitu nyerah." aku tersenyum melihat beliau mengangkat kedua tangan dengan muka putus asa.


"Murah pak alasannya tempat tidak nyewa terus itu minyak goreng jelas pake yang curah dan kayanya tidak pernah diganti makanya warna minyaknya hitam legam....kalau tidak kaya gitu rugi pak dan Alhamdulillah tetep laris manis." si bapak syok,aku nahan diri untuk ketawa didepan orang tua.


"Aduuh....ngeri mama kalau sekelas restoran makanannya kaya gitu." komentar Bu Tita sambil bergidik ngeri.

__ADS_1


"Bagaimana kalau menambahkan menu sehat yang lebih alami misalnya pepes ikan,pepes tahu,pepes tempe,pepes jamur terus biasanya dipasangkan sama sayur asem ah iya sayur bening daun kelor...." ucapku antusias.


"Daun kelor kan punya segudang manfaat untuk kesehatan pak dan rasanya menurut saya juara." mataku langsung berbinar mengingat rasa kuah sayur bening daun kelor yang seger dan kepengen makan lagi. Sayang harus beli dipasar dan harus pesan dulu soalnya daun kelor sekarang langka.


"Kamu pernah coba?" aku menganggukkan kepala.


"Tapi sayangnya daun kelor tidak dijual bebas karena langka sekarang,harus pesen dulu." kayanya aku kepikiran budidaya pohon daun kelor deh.


"Coba deh nanti papa dan Yahya cari info soal daun kelor." aku tetiba ingat sesuatu....


"Coba deh tanya sama Irham atau pak Bowo biasanya didaerah kampung ada yang punya pohon daun kelor."


"Biar aku yang urus." sahut kak Yahya. Calon bapak mertua langsung mikir.


"Masalahnya yang masak siapa?" ini juga masalah besar masak aku yang harus terjun langsung terus gimana sama usahaku sendiri oh iya aku lupa emak kan jago masakan tradisional.


"Bagaimana kalau emak insya Allah beliau bisa masak pepes-pepesan,sedep masaknya." ucapku meyakinkan.


"Menu pepes bahannya sederhana bisa beli dipasar nanti bisa dijual dengan harga murah." aku kaya lagi sales yang mempromosikan barang dagangan,terlatih dalam bercakap.


"Menu kaya gini lebih sehat pak apalagi untuk orang seusia bapak sama ibu yang mudah terkena kolesterol dan asam urat soalnya tanpa minyak juga kan. Mungkin anak-anak muda tidak tertarik tapi untuk orang seumuran bapak pasti kangen sama makanan kaya gini seperti bernostalgia ke zaman masa kecil." si bapak tersenyum lebar.


"Bisa ditambah bakso ikan,paling aman,tidak beresiko bagi orang yang punya penyakit....terus itu selain untuk orangtua juga untuk anak balita yang biasanya dikasih makanan yang bergizi dan sehat terutama berbahan dari ikan." kok aku jadi semangat gini yah,ide-ide terus bermunculan.


"Kalau bisa dijual online jadi orang tidak perlu datang ke resto tapi tetep bisa menikmati."


"Zaman sekarang orang lebih suka kemudahan kalaupun ada yang jual pasti milih beli daripada masak sendiri terus dianterin pula,mantap deh pokoknya."


"Nasi jagung juga cocok buat yang menderita diabetes....hanya saja proses pembuatannya yang lama dan butuh tenaga super." hajar terus,mumpung ingat kalau nunggu nanti-nanti takut lupa.


"Stop.....ini acara lamaran harusnya dilanjutkan membahas tanggal pernikahan kenapa malah asik membahas bisnis."

__ADS_1


"Udah jam berapa ini?" sangat kaget tanpa ba bi bu aku langsung melesat,belum sholat dhuhur akunya ya Allah aku terlena....


__ADS_2