Jodoh Di Awal

Jodoh Di Awal
Bab 121 Acara lamaran dadakan


__ADS_3

Mita mengernyit heran karena tiba-tiba papanya Yahya meminta waktu untuk menyampaikan sesuatu hal setelah bapak RT memperkenalkan Mita dan keluarganya pada para tetangga. Kali ini tanpa perencanaan sebelumnya.


"Assalamu alaikum bapak-bapak dan ibu-ibu sekalian,terima kasih atas kehadirannya. Alhamdulillah hari ini kita masih diberi kesehatan dan semoga kita semua senantiasa diberikan kemudahan dalam menjalankan hidup...."


"Aamiin aamiin yrb...."


"Dikesempatan hari ini....mumpung semuanya sedang berkumpul saya mewakili putra bungsu kami yaitu Yahya...." pak Ramdani melihat ke arah Yahya.


"ingin melamar nak Mita untuk menjadi istri dari putra kami...."


"Haaah....." semua orang terkejut terutama Mita,dilamar dadakan sungguh mengejutkan.


"Lho katanya calon mantunya pak RT?" celetuk seseorang dengan raut muka kecewa campur marah,merasa dibohongi.


"Mana yang bener sih pak RT?" celetuk yang lain.


"Maaf....berita dari mana saya calon mantunya pak RT?" Mita menengahi.


"Kata pak RT...." yang tunjuk cuma nyengir,tidak berani menjawab.


"Huuuuu...." langsung terdengar sorakan.


"Pak RT ngaku-ngaku yah."


"Iya nih....pas ada tamu ditanya siapa katanya calon mantu."


"Halu nih pak RT."


"Pejabat tinggi kok bohong,gimana sih pak RT....."


"Tanda-tanda pejabat yang tidak amanah nih."


"Jadi pejabat tinggi kan harusnya bisa jadi panutan." mulutmu harimaumu,Mita melongo mendengar hujatan mereka,sedangkan pak RT sekeluarga tidak bisa berkutik.

__ADS_1


"Sudah.....sudah.....tidak perlu menghakimi bapak RT....mungkin beliau mengira nak Mita belum ada yang punya,pengennya langsung menjodohkan dan ngomongnya calon mantu,kira-kira begitu ya pak?" pak Ramdani menjadi penengah agar tidak terjadi kericuhan lebih besar.


Setelah semua orang tenang,pak Ramdani kembali bersuara.


"Untuk putra kami mungkin ada yang mau disampaikan?" pak Ramdani meminta Yahya untuk maju agak ke depan lalu menatap Mita yang sama memintanya maju ke depan.


"Assalamu alaikum wr wb......"


"Waalaikum salam wr wb......"


"Pertama-tama....saya ingin berterima kasih khususnya kepada orang tua saya dan keluarga saya yang sudah mendidik saya,mengarahkan saya,mendukung saya terutama dalam acara lamaran yang mendadak ini....dan juga kepada semua yang hadir disini saya mengucapkan terima kasih."


"Saya Muhammad Yahya Zakaria...hehehe....nama saya nama nabi semua yah...." Yahya melempar candaan untuk sedikit mencairkan suasana hingga membuat orang ikut tertawa.


"Dek Mita....saya bukan orang yang sempurna,dibandingkan dengan dek Mita,saya bukan apa-apa mungkin juga saya harus banyak belajar dengan dek Mita yang diusia...masih sangat muda ya....berapa dek usianya?"


"Dua puluh tahun." jawab Mita pendek,tampak malu-malu dengan disaksikan banyak orang.


"Saya yang tidak sempurna ini tidak mau menjanjikan apapun karena seperti kata dek Mita....janji itu hutang jadi saya tidak mau berhutang karena sebagai manusia biasa dikatakan baik juga tidak karena saya sadar masih banyak dosa dan sering kali terjerumus dalam perbuatan salah dan dosa entah kecil atau mungkin besar. Saya takut tidak bisa memenuhi janji saya....."


"Dari pada mengucap janji manis saya lebih memilih berkata....belajar untuk menjadi orang yang baik dihadapan Allah SWT insya Allah."


"Saya tidak akan menjanjikan kebahagiaan atau kemewahan karena saya bukan Tuhan yang bisa berkehendak sesuai keinginan saya...."


"Saya hidup atas seizin Allah SWT....semua yang saya miliki termasuk diri saya sendiri hanyalah titipan dari Allah SWT....yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban." Yahya kembali menarik napas panjang.


"Selama mengenal dek Mita.....saya jadi banyak tahu bahwa hidup itu tujuannya untuk mengejar akhirat jadi....segala sesuatu yang kita jalani didunia ini dilakukan semata-mata karena Allah SWT...."


"Bismillahirrohmanirrohiim atas seizin Allah SWT....bersediakah dek Mita menerima pinangan saya,lelaki yang tak sempurna ini.....mendampingi saya nanti untuk membina rumah tangga yang sakinah mawadah warohmah....insya Allah." hening beberapa saat hingga Mita mengangkat kepala dan terdengar helaan napasnya, mengurangi perasaan gugup yang menderanya.


"Terima kasih atas niat baiknya....saya Sasmita Mahasmarani juga bukan perempuan yang sempurna,tentunya punya banyak kekurangan...."


"Bismillahirrohmanirrohiim....dengan segala kekurangan yang saya miliki ini....saya bersedia menerima lamaran kak Yahya lillahi ta'ala....semoga dengan niat baik kita ini Allah senantiasa memberi petunjuk kepada kita untuk menjadi lebih baik....aamiin...."

__ADS_1


"Alhamdulillah.....aamiin...." semua orang yang hadir mengucap syukur dan mengaminkan doanya.


"Alhamdulillah.....terima kasih karena bersedia menerima pinangan saya....insya Allah pada saatnya nanti kita menjadi pasangan suami istri semoga kita bisa belajar saling menyayangi,saling menghormati,saling menghargai,saling melengkapi dan saling mengingatkan satu sama lain...aamiin."


"Dan satu lagi....seperti kata kamu bahwa belajar tidak hanya disekolah tapi juga saat kita melihat sesuatu yang terjadi disekitar kita jadi saya ingin menawarkan untuk kita..... sama-sama belajar menjalani rumah tangga dengan baik....sama-sama berusaha mempertahankan rumah tangga kita nanti.....intinya bekerjasama dalam semua hal baik insya Allah..."


"Insya Allah....aamiin." balas Mita dan kembali menarik napas.


Tidak ada yang menyangka bahwa lamaran yang mendadak ini akan menjadi sesuatu yang sakral dan penuh makna. Mungkin tidak mewah namun berkesan. Dilihat dari penampilan pun sangat sederhana karena ibu-ibunya pakai daster dan babydol,rambut juga asal jepit sementara bapak-bapaknya pakai kaos oblong,ada yang kaos tanpa lengan dengan bawahan celana kolor. Pokoknya apa adanya,serasa tidak ada persaingan dalam berpakaian ataupun riasan seperti lamaran-lamaran yang memang dipersiapkan sejak awal. Semuanya tampil natural.


Selanjutnya Bu Tita mendekati Mita,melepaskan cincin dijarinya untuk dipasangkan dijari manis Mita.


Bu Tita menatap Mita dengan tersenyum haru sambil menggenggam jemarinya.


"Jangan menilai cincin ini dari bentuk dan warnanya karena cincin ini adalah lambang dari kepercayaan mama ke kamu sebagai calon istri dari putra mama. Cincin ini sangat berharga karena ini adalah pemberian almarhum ibu mertua mama....sama berharganya dengan kehadiran kamu dalam keluarga kami." Bu Tita tersenyum lembut.


Dilepasnya gelang ditangannya untuk dipasangkan ke tangan Mita.


"Mungkin gelang ini juga tidak mahal tapi ini pemberian dari papanya Yahya dan sekarang mama berikan ke kamu sebagai tanda kasih sayang kami untukmu." Mita sampai tidak bisa berkata-kata,spechlees banget dengan tindakan calon ibu mertuanya.


Dilepasnya kalung dilehernya dan dipakaikan ke leher Mita.


"Kalung ini memang kecil tapi ini adalah tanda kami menerima kamu dengan setulus hati bukan sebagai menantu tapi sebagai putri kami....kelak kami tidak akan membedakan kalian jika diantara kalian melakukan kesalahan kami akan menegur kalian,menasehati kalian,mengarahkan kalian." Mita langsung memeluk calon ibu mertuanya lalu terisak pelan. Tidak ada yang lebih baik dari pada mendapatkan ibu mertua yang bisa memperlakukan menantunya dengan hangat.


"Terima kasih....ibu...." Bu Tita sama terharunya dan ikut terisak hingga semua perempuan yang hadir ikut meneteskan airmata.


"Terima kasih....atas semuanya." bisik Mita.


"Alhamdulillah...Allah memang mengambil ibu kandung saya tapi menggantikan dengan ibu yang lain." Mita kembali terisak,sedih saat teringat ketiadaan orang tua dalam acara pentingnya.


Dani yang melihat tidak bisa menahan kesedihan,dia pergi ke belakang,mencari tempat tersembunyi untuk meluapkan kesedihannya.


Bagi seorang anak yang masih didampingi orangtua mungkin akan menuntut acara lamaran dan pesta pernikahan yang mewah tapi bagi seorang anak yang telah ditinggalkan untuk selamanya,kehadiran orangtua adalah hal yang paling berharga. Hidup mengajarkan manusia untuk menghargai apa yang hadir didalam hidupnya karena begitu kehilangan maka yang ada hanya penyesalan dan airmata.

__ADS_1


__ADS_2