
Mita POV
Seharian ini aku memutuskan untuk beristirahat dengan tenang dan damai,menghabiskan waktu dengan bersantai dan tiduran mumpung juga tidak ada kerjaan supaya bisa kembali bersemangat untuk menghadapi kenyataan hidup yang tentu saja akan ada ujian setiap detiknya. Irham juga sama,katanya kemarin,hari ini mau libur supaya bisa punya waktu untuk keluarga dan ingin mengajak adik-adiknya main ke sawah.
"Kamu gak cuma alasan kan?" tanyaku menyelidik. Aku curiga dia menyembunyikan sesuatu dariku dan dia nyengir sambil garuk kepala.
"Aku capek diomelin terus sama mbak Nuri,panas kupingku..." dia berterus terang dan aku merasa kasihan padanya.
"Sebetulnya sungkan juga sama kak Mita beneran deh serasa makan gaji buta aku kalau disini dengan kerja gak maksimal." entah kenapa aku terharu mendengarnya,dia peduli tentang perasaanku yang sebetulnya bingung antara ingin meliburkan dirinya karena memang tidak ada kerjaan juga mau menggajinya yang bingung,pemasukan hanya dari ternak ayam artinya dia tidak masuk hitungan tapi ngerasa kasihan dengan meliburkan dia artinya dia tidak menghasilkan uang dan tidak bisa membantu orangtuanya dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Mengingat hal tersebut aku kembali bersemangat untuk merintis kembali usahaku mungkin dengan ide berbeda.
"Makasih ya atas pengertiannya." ucapku dengan tersenyum haru.
"Kita memang bukan saudara kandung tapi kamu melebihi saudara kandungku,adik ketemu gede yang selalu mensupport aku." ku tepuk-tepuk pundaknya sebagai ungkapan terima kasihku padanya,coba perempuan mungkin beda langsung main peluk pastinya.
Melihat status wa nya aku jadi senyum-senyum sendiri,terpampang foto bersama keluarganya disawah dengan baju penuh lumpur tapi tersenyum lepas seakan tidak punya beban. Memang yah kebahagiaan itu diciptakan sendiri bukan dengan merampas milik orang lain,tidak perlu mengeluarkan uang banyak karena bahagia itu sederhana. Melihat kebahagiaan orang ternyata bisa menularkan kebahagiaan pada orang yang melihatnya. Ah aku jadi iri pengen nyusul dan main ke sawah juga.
Berselancar ke laman FB mengikuti postingan teman-temen SMA kebanyakan foto sama temen kuliah,ada pula foto sama teman lelaki yang tak terhitung banyaknya. Ngiri sih tapi aku sadar kondisiku saat ini bukan seperti mereka yang masih punya orangtua yang akan mencukupi kebutuhan mereka. Kalau aku tidak berusaha sendiri maka aku tidak tahu akan seperti apa hidupku,merana dan tersiksa mungkin karena terus bergantung pada saudaraku. Kalau saja bapak sama ibu masih hidup mungkin aku akan masih seperti mereka...eh jadi sedih gini,kok malah membandingkan hidup aku dengan mereka yang tampak lebih beruntung dariku...yah jadi ingat almarhum orang tua juga aduuh melow yelow akhirnya.
Astaghfirullah...bahayanya memasang foto dimedsos bisa membuat orang iri tapi tergantung juga sama orang yang melihat,bisa mengendalikan hati dan pikiran tidak agar bijak dalam menanggapi dan mengomentari...ah makanya memasang foto tentang apapun itu dilarang dalam agama karena bisa menimbulkan pro dan kontra. Lihat saja para artis begitu memasang foto langsung dapat pujian bagi yang ngefans tapi dapat nyinyiran bagi yang bukan fans adeeh...masalahnya pemikiran setiap orang berbeda otomatis pendapatnya juga berbeda, tidak bisa memaksa orang juga untuk berpikiran baik tentang kita kan tapi yah terserah orangnya. Kalau aku sih berusaha berpikir positif saja,kalau tidak suka yah jangan dilihat...
Capek lihat hp mending tidur sudah jam sebelas juga. Mata terpejam dan perlahan masuk ke alam mimpi.....tiba-tiba terganggu dengan bunyi telepon,berusaha mengabaikan tapi kok yah bunyi terus.
"Ya Allah siapa yang telpon sih..." geser langsung menempelkan ke kuping dengan mata setengah merem menahan kantuk.
"Assalamu alaikum...kok gambarnya gini? Dimana ini?" aku kaget langsung menjauhkan hp setelah mendengar suara yang keras,pantesan lha wong video call.
__ADS_1
"Waalaikum salam...maaf aku kira telepon biasa ternyata kok vc,ada apa?" tanyaku.
"Ke mana muka kamu?" dia tanya muka aku yah jelas nempel sama kepala tapi hanya terucap dihati. Mengarahkan layar hp ke muka aku dan kembali kaget saat menyadari aku tidak pakai jilbab.
"Ah sebentar..." aku tunggang langgang,langsung melempar hp sembarangan bersyukur mendarat dikasur bukan ditempat lain atau akan remuk hp ku karena kecerobohan aku.
"Gimana sih bisa ceroboh gitu?" dia sudah bisa ngambek sekarang.
"Maaf..."
"Gimana kalau orang lain yang telepon?"
"Iya maaf...aku tadi ngantuk jadi gak fokus." dengan tangan menyangga kepala,tangan satunya memegang hp.qaaq
"Hampir..." terdengar tarikan napasnya.
"Ya udah tidur gih." aku menggeleng.
"Kenapa?"
"Udah hilang ngantuknya jadi males..." melihat ke arah jam dinding sudah menunjukkan pukul setengah duabelas.
"Nanggung juga mau masuk dhuhur." dia mengangguk paham.
"Maaf yah aku ganggu kamu."
__ADS_1
"Gak pa pa..."
"Ada apa?" menelpon pasti ada tujuannya kan. Dia malah senyum.
"Kemarin aku lupa...mau minta saran ke kamu ."
"Saran apa?"
"Tentang resto kita." aku mengerutkan dahi mendengarnya menyebut 'resto kita' belum apa-apa sudah memasukkan aku sebagai pemilik resto tapi aku malas menanggapi dan masih setia mendengar penjelasan selanjutnya.
"Papa meminta aku mengembangkan resto ini."
"Kira-kira kamu punya ide gak supaya pelanggan tertarik untuk makan disini." aku berpikir tapi menyerah karena otak ku blong kaya tidak punya semangat.
"Kasih aku waktu yah..." dan sampai terdengar suara azan kami mengakhiri sambungan telepon dengan dia yang mengatakan 'I love you' dengan memperlihatkan jari membentuk love,membuat ku salah tingkah dan menutup muka menahan malu. Dia tertawa dengan bahagia sebelum benar-benar memutus telepon menyisakan aku yang cemberut campur tersenyum malu.
Daripada terus bersikap malu-malu aku mending sholat dhuhur biar menjadi orang yang bermanfaat setidaknya untuk diriku sendiri.
Meloncat turun dari kasur dan keluar dari kamar mengambil wudhu.
"Bangun tidur neng?" tanya emak saat berpapasan dengan beliau.
"Belum tidur Mak ini mau sholat dhuhur." emak mengangguk paham.
Rencananya habis sholat,makan siang terus lanjut tidur insya Allah semoga tidak ada gangguan lagi ke depan atau rencana bersantai dan istirahat hari ini bubar jalan.
__ADS_1