Jodoh Di Awal

Jodoh Di Awal
Bab 40 Tergoda


__ADS_3

Tidak terasa waktu berjalan dengan cepat tapi tidak dengan usahanya yang berjalan lambat. Banyak kendala terutama dari segi finansial.


Awal mula yang hanya menggantikan kini Mita menjadi pegawai perempuan satu-satunya. Dia bertugas memasak karena belum ada pemasukan lebih untuk menggaji koki handal terpaksa menunya semampu Mita,setengah-setengah tidak bisa totalitas.


Parahnya lagi Hakim hanya merekrut satu orang bertugas membersihkan lingkungan kafe dan merawat tanaman yang baru ditanam.


Ya...kalau ingat kesombongan Hakim awal-awal bertemu ternyata tak seindah yang dibayangkan hanya omong kosong belaka seperti peribahasa tong kosong nyaring bunyinya.


Menata ulang ruangan ala kadarnya. Minuman dan makanan juga ala kadarnya...Alahai...ketar-ketir jadinya.


Tapi yang namanya hidup harus berusaha dan berdoa untuk hasilnya serahkan sama Allah.


"Mas...ini enak lho mie nya siapa yang masak mau belajar dong!" tanya seorang pelanggan cewe dengan gaya centilnya sengaja mencari alasan supaya bisa dekat dengan Dani.


"Pacar saya mbak kebetulan kerja di sini juga..." Dani tersenyum,memperlihatkan barisan giginya yang justru nampak aneh.

__ADS_1


"Ah...baru pacar kan belum suami...selama janur kuning belum melengkung mas nya masih milik bersama..." what? dia disamakan dengan barang bisa dimiliki bersama.


"Yang sudah jadi suami saja bisa direbut apalagi yang masih pacar..." cewe itu makin *****-***** membuatnya geli dan jijik.


"Astaghfirullah...mbak ingat dosa!" Dani melepaskan diri dan kabur dari situ. Kafe makin rame tapi makin membuatnya gila,diganggu terus sama cewe mending godainnya sopan lha ini sambil pegang sana sini.


"Isy...lu itu digrepe-***** cewe montok malah gak mau coba gw langsung pepet..." langsung disambit sama buah tomat dan kena dijidat.


"Apaan sih Mita...kasar banget jadi cewe." gerutu Soni,ngeloyor ke arah wastafel sambil pegang tomat dijidatnya agar tidak jatuh bisa kotor bajunya kena air dari tomat.


"Besok dandan pake gigi palsu tonggos aja kak biar gak digrepe-***** lagi sama cewe gak stabil..." sarannya,dia selalu punya solusi terbaik hanya saja Dani malas menggubris alasannya takut dosa masak baik dirubah jelek kebanyakan jelek dirubah baik.


"Apaan lagi itu 'cewe gak stabil'? Dani mengernyit heran sama istilah adiknya.


"Cewe yang bersikap diluar batas sewajarnya..."

__ADS_1


"Istilah mu dek..." Dani menghembuskan napas ke udara.


"Alhamdulillah aku kerjanya didapur gak perlu ketemu sama orang luar." Mita cengengesan seperti sedang mengejek kakaknya,Dani mendengus sebal.


"Sekarang kamu jadi nyebelin banget sih dek!" protesnya sambil melirik sinis. Mita santuy saja dia terus memasak mie goreng meskipun tangannya terasa pegal karena digunakan mengaduk terus-terusan. Sempat terpikir takut terkilir lama-lama begini tapi demi cuan,godaan hidup diiming-imingi gaji gede sama bos Hakim akhirnya dia tergoda juga.


"Allahu Akbar Allahu Akbar...." sudah azan dhuhur waktunya sholat. Salah satu syarat dia mau kerja disini adalah boleh sholat tepat waktu tidak perduli masih banyak pesanan atau tidak dia menomor satukan Tuhannya dibandingkan urusan dunia. Dia buru-buru menyelesaikan memasak mie goreng cukuplah untuk 4-5 porsi.


"Kak Alex aku mau sholat nanti kalau ada orang pesan angetin dulu ya!" dia sudah mewanti-wanti pada Alex.


"Ya...kamu selalu istimewa." tidak nyambung pikirnya ngomong apa jawabnya apa.


Dia cukup menikmati hari-harinya bekerja dan hidupnya jadi lebih santai semenjak tidak berurusan dengan Hafiz,manusia pencemburu.


Beberapa kali Bu Indah sempat mengirim pesan menanyakan kabar dan ke mana saja tidak pernah ke rumah beliau,Mita membalas dia sudah bekerja dan minta maaf karena belum bisa menengok beliau,alasan tepat dan logis kan begitu keadaannya.

__ADS_1


Usai sholat dia berzikir sebentar karena dia sadar disetiap harinya salah dan dosanya lebih banyak dari kebaikannya setidaknya zikir yang tak seberapa bisa sedikit meringankan dosa-dosanya...ya Allah ya Rahman ya Rahim ya mukmin ya Muhaimin...


__ADS_2