Jodoh Di Awal

Jodoh Di Awal
Bab 153 Kematian


__ADS_3

Orang yang beriman akan segera memohon ampun kepada Allah atas kesalahannya. Mita menarik napas dan melirik Yahya,ia sadar telah berprasangka buruk kepada suaminya,marah juga kesal hingga berkata keras dan kasar tanpa sadar.


Beginilah akhirnya kalau manusia terlalu dikuasai oleh kemarahan suka tidak terkendali. Mita langsung bergerak menghadap Yahya dengan tatapan penyesalan.


"Abang....!" panggilnya perlahan,Yahya langsung menoleh.


"Apa?" balas Yahya yang terdengar biasa saja,tidak terlihat marah sama sekali walaupun sudah diomeli habis-habisan.


Dengan menghilangkan segala keraguan Mita meraih tangan Yahya lalu menggenggamnya erat dengan pandangan tertunduk.


"Abang....aku istrimu minta maaf sudah berprasangka buruk sama Abang....marah....kesal sama Abang....juga sudah berkata keras dan kasar....jika itu menyakiti hati Abang aku istrimu lillahi ta'ala meminta maaf...." diciumnya punggung tangan Yahya sebagai ungkapan penyesalannya yang dalam karena telah melanggar syariat agama sebagai seorang istri terhadap suami.


Sesaat terdiam merenungkan kejadian barusan yang dia merasa sama salahnya juga. Harusnya dia bertindak tegas sebagai seorang lelaki yang beristri minimal berpindah tempat duduk untuk menghindari fitnah saat Diana duduk tepat disebelahnya. Bukan hanya istrinya,istri orang lain pun mungkin akan berpikir hal yang sama jika melihat suaminya duduk berdekatan dengan wanita lain. Namun dia malah terpikir Diana menganggapnya belum bisa move on dari kisah masa lalu kalau terus menghindarinya yang pada akhirnya keputusannya membuat istrinya tersinggung. Jadi ini bukan semata kesalahan istrinya tapi kesalahannya yang tanpa sengaja memicu perdebatan.


"Iya dek insya Allah Abang maafin dan maafin Abang juga yah kalau tanpa sengaja sudah bikin kamu marah juga kesal sama Abang lillahi ta'ala." balas Yahya sambil mengelus kepala istrinya yang menganggukkan kepala sebagai lambang memberikan maaf kemudian diciumnya ubun-ubun istrinya. Yahya terenyuh akan sikap istrinya yang mau mengakui kesalahannya dan tidak malu untuk meminta maaf.


"I iya bang...." suaranya terdengar tertahan. Yahya tersentak,terasa tangannya basah spontan mengangkat wajah istrinya yang ternyata meneteskan airmata.

__ADS_1


"Kenapa harus menangis segala?" dihapusnya airmata dipipi istrinya,berpikir Mita menangis karena merasa bersalah padanya.


"Aku menangis mengingat salah dan dosaku bang....aku belum bisa menjadi orang yang baik." keluh Mita dengan pandangan menerawang mengingat perbuatan salahnya.


"Selama ini belajar agama terbiasa menahan diri tapi hari ini aku kalah....kenapa aku gak bisa berpikir rasional hari ini?" cerita Mita dengan muka sedih.


"Aku ngerasa berdosa bang....sering kali bisa mengingatkan orang lain tapi hari ini aku gak bisa mengingatkan diri aku sendiri....ya Allah." airmatanya menetes semakin deras karena menyesal.


Direngkuh dan dipeluknya tubuh istrinya dengan erat,memberikan penguatan. Masalahnya tidak semudah itu menjalankan syariat agama ibarat orang berjalan saat tidak hati-hati tanpa sengaja kakinya tersandung batu atau masuk ke sebuah lubang hingga berjalan tertatih. Pertanyaannya apakah orang akan terus melanjutkan langkahnya atau berhenti sampai disitu? Bagi yang diberi petunjuk ini bisa sebagai ujian. Allah akan melihat seberapa besar keimanan seseorang demi menuju tujuan berbeda bagi orang yang sesat dia pasti akan menyerah karena putus asa.


"Ini sering kita lupakan karena sibuk sama urusan dunia...lebih ke menyepelekan,nanti ajalah mohon ampunnya masih banyak waktu besok-besoknya gak ada waktu lagi." Yahya jadi teringat semua kesalahannya kepada orangtuanya yang belum pernah ia meminta maaf dengan benar kecuali dihari raya. Itupun setahun sekali sedangkan setiap harinya ia sering kali menyimpan marah ataupun kesal pada orangtua terutama pada mamanya yang memang suka sekali bicara hingga membuatnya kesal. Terpikir ingin meminta maaf tapi melihat mama atau papa masih sibuk mikirnya mencari waktu yang tepat malah kebablasan tidak jadi minta maaf terus lupa sampai sekarang.


"Setiap hari bang kita melakukan salah dan dosa....melihat sesuatu yang gak sesuai keinginan....kesal,marah."


"Berpikir yang gak baik....itu juga dosa,belum lagi kalau kita gak bersyukur atas semua nikmat yang Allah berikan namanya kufur nikmat bang." curhat Mita yang merenungkan perbuatan diri sendiri selama ini.


"Melihat orang lain yang mungkin gak sholat kita merasa lebih baik dari orang itu." Yahya menarik napas,dihatinya pernah terbersit sifat seperti itu dan belum memohon ampun.

__ADS_1


"Sudah sholat,ngaji tiap hari kita ngerasa ibadah kita lebih baik dari orang lain....kan menyombongkan diri itu bang namanya."


"Padahal belum tentu juga sholat kita bacaannya bener kita kan masih semampunya....ngaji juga." Yahya ingat sholat saja masih suka nanti-nanti kalau lagi kerja terus ngajinya ogah-ogahan karena sudah capek kerja. Beberapa bulan yang lalu ia sempat kembali belajar mengaji tapi tidak tahu masih menempel diotaknya atau sudah lupa lagi. Yahya kembali menarik napas.


"Sholat Dhuha atau tahajjud doanya minta dilancarkan rezeki atau dapat jodoh lalu dimana karena Allah nya....enggak ada....itu untuk dunia saja." Sholat wajib memang ia kerjakan tapi untuk sholat Sunnah kalah sama urusan dunia.


"Dititipi harta kita memandang yang gak punya merendahkan terus ngerasa apa yang kita miliki sekarang hasil dari kerja keras kita padahal itu semua kan atas seizin Allah....betapa kita sebetulnya menuhankan kemampuan kita."


"Walaupun gak terucap hanya didalam hati tetap saja dicatat amal buruk." hatinya terasa disentil,dia belum sejauh itu belajar agama padahal Mita sama sibuknya dengan dirinya tapi masih menyempatkan diri kan tinggal menonton yutub palingan satu jam selesai kenyataannya dia malas. Habis sholat isya langsung tidur kebiasaannya.


"Jangankan hati cara berpikir kita pun akan dicatat...." ini juga ya salam....jadinya banyak mana nih antara pahala dan dosa yang diperbuat? Bisakah seimbang? Jawabannya sulit dan solusinya harus belajar mumpung masih ada umur karena yang hidup pasti mati sedangkan kematian tidak menunggu orang siap.


"Menceritakan keberhasilan ke orang itu juga kan riya' sombong bang." untuk yang ini dia tidak ada waktu bercerita ke orang,sibuk mengurus restoran. Hanya saja saat berkumpul sama teman-teman pasti obrolannya masuknya ke situ "kesibukannya apa aja" terus jawabannya pasti saling mengunggulkan kesibukan masing yang katanya mengurus perusahaan dan lain-lain,tidak ada kata Alhamdulillah dalam kamus mereka.


"Sering kan kita ngerasa kaya gitu?"


"Kalau ingat sih langsung istighfar tapi kaya muncul lagi ngerasa hebat dilain waktu." aah benar sekali,pikir Yahya dadanya tiba-tiba terasa sesak memikirkan itu semua. Muncul perasaan ingin belajar memperbaiki akhlak dan semoga bisa Istiqomah.

__ADS_1


__ADS_2