Jodoh Di Awal

Jodoh Di Awal
Bab 48 Digilir cinta


__ADS_3

Sambil menyelam minum air jadinya kembung dong!


Beberapa bulan ini usaha beternak kecil-kecilannya sudah mulai terlihat hasilnya dari anakan yang nampak gemuk dan montok serta telurnya bisa dikonsumsi sendiri walaupun begitu harus tetap ada yang ditetaskan agar indukannya tidak stres. Untuk anak-anak pertamanya Wiwik diputuskan akan dijadikan indukan dan pejantan agar usaha beternak berkembang dengan cepat tapi itu artinya dia akan mengeluarkan banyak uang sebagai tambahan kandang dan pakan.


Untuk berkebunnya juga berhasil kangkung dan bayam bisa dimasak sendiri dan dibagikan kepada tetangga dekat.


Hari ini rencananya Mita akan memanen cabai dan tomat yang sudah matang,ia sengaja merekam videonya supaya nanti bisa jadi dokumentasi dan hasilnya ternyata cukup banyak dari lima belas pohon cabe ia mendapat sebaskom buah cabai dan dari dua puluh pohon tomat ia mendapatkan empat baskom buah tomat.


"Masya Allah banyaknya..." Mita terhenyak tiba-tiba terdengar suara disampingnya. Ketika menoleh rupanya Bu Indah dan ada antrian panjang dibelakang sampai memiringkan kepala Mita ingin melihat siapa saja orangnya.


"Ibu ih...ngagetin aku saja." Mita mengelus dadanya karena kaget,Bu Indah terkekeh.


"Yah...tomat menggelinding!" sambungnya panik.


"Maaf ngagetin kamu biar ibu bantuin ambil..." Bu Indah dengan sigap memunguti beberapa buah tomat yang tadi menggelinding.


"Kak Mita..." anak kecil itu langsung menempel padanya.


"Aduh...siapa ya aku gak kenal?" Mita berakting pura-pura tidak mengenalnya dengan gaya berpikir keras,Maira sudah menyek-menyek mau nangis.


"Eh...jangan nagis dong kakak cuma bercanda! Mau lihat ayam gak?" Mita membujuk yang langsung disambut anggukan antusias.


"Keymon baby...tapi kakak cuci tangan terus mau taruh ini ke dalam..." jelasnya sambil menunjuk lima baskom berisi cabai dan tomat lalu berjalan mendekati keran air disamping rumahnya dan mencuci tangannya.


Sayangnya rombongan yang dipimpin Bu Indah langsung masuk ke dalam rumah sambil membawa hasil panen hari ini.


Ya sudahlah dia mengambil ponselnya yang terpasang pada tripod.


"Di rekam tadi?" tanya Latifa.


"Iya...buat dokumentasi."


"Sekalian buat channel yutub siapa tahu ada hasilnya nanti..." Mita berpikir benar juga saran Latifa.


"Iya nanti dicoba." balasnya sambil tersenyum.


"Let's go princess Maira kita tengokin sekalian sama anak-anak ayamnya!" mendengar kata anak ayam Maira nampak tidak sabar.

__ADS_1


"Ayo kakak!" tangan Maira menarik-narik celananya.


Mita berjalan duluan diikuti rombongan dibelakang,mereka sudah seperti rombongan bebek.


Sampai di kandang ayam orangtuanya Yahya ikut mengamati ayam peliharaan Mita dari dekat.


"Pinter ngerawatnya gak bau kotoran ayam sama sekali,ayamnya juga gemuk-gemuk." papanya Yahya mengomentari.


"Iya pa...yang itu pas untuk dijadikan ayam bakar..." mamanya Yahya menunjuk kumpulan ayam kalau orang Jawa bilangnya'ayam kemanggang'.


"Pasti enak itu ma jadi ngiler papa!"


"Mita ternyata banyak juga ayam mu?" Bu Indah menatap kagum pada deretan kandang berisi ayam dihadapannya.


"Wah...mama ada anak ayam,lucu mama" teriak Maira antusias,baru pertama kali melihat anak ayam secara live. Dia bertepuk tangan dengan mata berbinar.


"Itu kok kakinya dimainin ditanah?" tanya Maira sambil mengerutkan dahi.


"Itu namanya mengais sayang...mereka mencari makan." Maira mengerutkan dahi semakin dalam,masih bingung sama penjelasan Mita.


"Mama...bawa pulang!" Latifa terhenyak dengan permintaan putinya,Maira merengek ingin membawa anak ayam itu pulang.


"Jangan nak itu punya kak Mita!" Maira langsung nangis kejer. Mita langsung jongkok menyamai tinggi Maira.


"Sttt...cup cup...diem dong nanti anak ayamnya ikut nangis..." ucapnya sambil mengusap pipi anak itu. Ternyata ampuh juga bujukan Mita,anak itu langsung diam.


"Dengerin kakak ya...!" anak itu tidak menjawab tapi menatap Mita lekat.


"Maira mau gak tinggal disini tanpa Mama?"


"Ndak mau..." jawabnya sambil menggeleng kuat.


"Nangis gak kalau dipaksa tinggal disini..." anak itu mengerjap lalu mengangguk lucu.


"Sama dong...anak ayam kalau dipisahin sama ibunya pasti juga nangis kaya Maira...terus gimana?" Mita bersuara dengan intonasi sedih.


"Tapi Maira pengen lihat anak ayam..." ucapnya sedih sambil menyek-menyek,matanya sudah berkaca-kaca.

__ADS_1


"Mama...bawa anak ayamnya sama ibunya!" Maira kembali menoleh ke arah Mamanya kembali meminta persetujuan. Anak ini cerdas juga bisa kepikiran seperti itu pikir Mita.


"Eh...merawat ayam gak semua orang bisa,harus belajar dulu baru bisa merawat."


"Maira bisa belajar merawat ayam...' anak itu mengangguk yakin.


"Bisa...Maira boleh ke sini belajar merawat ayam kapan saja!" balas Mita meyakinkan sambil terus bicara dengan intonasi yang menarik bagi anak-anak.


"Maira boleh ke sini bertemu anak ayam lagi Ma?" anak itu menoleh ke arah Mamanya meminta persetujuan.


"Iya boleh sama om Yahya tapinya..." anak itu nampak berpikir keras seperti tidak sesuai dengan keinginannya.


Tiba-tiba terdengar suara keras ayam betina yang keluar dari tempatnya sehabis bertelur,Maira yang kaget dan ketakutan langsung menutup telinga,hampir menangis.


"Gak pa-pa...itu ayamnya habis bertelur." Mita berusaha menenangkan Maira sambil memegang wajah anak itu.


"Bertelur?" ulangnya sambil berkedip lucu,Mita tertawa melihat reaksi anak itu. Begitulah anak-anak selalu pengen tahu.


"Maira mau tahu seperti apa telurnya?" Maira yang rambutnya dikuncir dua saat mengangguk nampak lucu,Mita merasa terhibur melihat tingkah bocah kecil itu.


Mita masuk ke dalam kandang ingin mengambil sebutir telur ya untuk memberikan edukasi buat Maira.


"Mita...kok yang dua itu sendirian apa belum punya pasangan atau memang belum cukup umur jadi masih dipersiapkan?" tunjuk Yahya pada ayam indukan yang nampak makan sendirian tanpa pasangan.


Mita menoleh ke arah indukan yang ditunjuk Yahya.


"Kamu mau jadi pasangannya?" sahut Hafiz sinis tapi Yahya santai saja tidak terlalu menanggapi omongan receh Hafiz. Mita menarik napas ternyata Hafiz belum berubah masih suka asal kalau ngomong.


"Pejantannya cuma dua belum kebeli jadi digilir nanti kalau indukan satunya sudah mengerami telurnya baru dipindah ke indukan lain..." jelas Mita mengalihkan fokus percakapan dan Yahya mengangguk paham sedangkan Hafiz tersenyum aneh.


"Enak dong digilir cinta...asoy!" celetuk Hafiz sambil tersenyum nakal.


Pletak....


Bu Indah menjitak kepala anaknya.


"Inget umur sudah tua juga ngomong gak disaring kamu lihat ada anak kecil kamu menodai pikirannya...gedeg mama dengernya disabar-sabarin juga dari tadi eh malah ngomong gak jelas..." ucap Bu Indah pelan. Sebenarnya beliau juga tidak ingin memarahi anaknya didepan banyak orang tapi ucapan Hafiz sudah melanggar etika kesopanan jika tidak dihentikan takut makin memalukan. Sedangkan yang lain tertawa tertahan melihat kedua ibu dan anak itu,lucu.

__ADS_1


__ADS_2