Jodoh Di Awal

Jodoh Di Awal
Bab 25 Demam campur sari


__ADS_3

Hari ini Mita ke rumah Bu Indah bantu-bantu untuk acara ulang tahun cucu beliau yang sayangnya belum datang. Itu bagus juga supaya bisa mendekorasi ruangan dulu dengan tema hello Kitty tokoh kartun kesayangan cucu Bu Indah.


"Lho ini kenapa balonnya masih kempes semua?" tanyanya saat melihat Hafiz duduk diam dengan napas terengah-engah. Hafiz melirik dengan kesal mendengar protes darinya.


"Engap ini napas..." ucap Hafiz cemberut,ternyata laki-laki bisa ngambek juga tapi lucu Mita sampai tertawa.


"Seneng banget lihat orang susah bawain air kek kasihan sama aku ini gak malah ngetawain..." Mita terbahak melihat sikap merajuknya Hafiz rasanya tangannya gatal pengen mengabadikan dalam ponselnya.


"Iya...iya...diambilin air tunggu ya!" Mita pergi ke dapur lalu mengambil sebotol air dingin dari kulkas dan memberikannya pada Hafiz yang langsung menyambut dengan senang hati.


"Makasih dek...!" mood Hafiz kembali baik setelah dilayani.


"Ini kenapa gak pake pompa susah-susah pake napas jelas engap?" tanyanya heran seingatnya kemarin beli pompa juga.


"Emang beli?" Mita menganggukkan kepala.


"Yah kenapa gak bilang dari tadi?" tanya Hafiz geram susah payah niup balon sampai habis napasnya ujung-ujungnya ada pompa balon ah menyusahkan pikir Hafiz.


"Kan gak tanya...aku kan jadi lupa." jawab Mita polos.


"Mana pompanya?"


"Ya jadi satu sama balonnya lah..."


Hafiz mencari keberadaan pompa kecil khusus pompa balon dan cuma 20 menit semua balon sudah terisi udara tinggal dipasang ditembok yang ada tulisannya selamat ulang tahun Maira.

__ADS_1


"Alhamdulillah selesai..." ucapnya lalu segera mengemasi sisanya dan menyapu lantai yang kotor sebagai tugas terakhir.


"Ibu,bapak...Mita pulang ya!" pamitnya pada orangtua Hafiz.


"Eh...ngapain pulang disini aja kamu juga diundang kok..." Bu Indah mencegah Mita untuk pulang. Namun belum sempat pulang tiba-tiba anak mantu Bu Indah datang terdengar dari suara mesin mobil yang berhenti dihalaman rumah Bu Indah mendadak Mita merasa gugup dan canggung membayangkan bertemu banyak orang yang bukan keluarganya.


"Jangan gugup gitu kaya ketemu presiden aja!" Goda Hafiz dan Mita melengos kesal.


"Assalamu alaikum...mama papa...kami datang." teriak Latifa menerobos masuk ke dalam rumah diikuti anak-anak dan semua keluarganya. Mita panik rasanya memalukan ikut berkumpul bersama dengan keluarga Bu Indah yang lain. Mita sedang mencari cara untuk kabur.


"Walaikum salam...silahkan masuk mbak mas dan nak Yahya...halo cucu Oma...ini sigembul sudah bisa apa?" sapa Bu Indah kepada keluarga besan sambil memberikan ciuman hangat pada kedua cucunya. Mumpung pada sibuk Mita berniat kabur lewat pintu samping.


"Mita...mau ke mana?" suara yang cukup familiar dan baru sadar juga ternyata Yahya yang disebutkan Bu Indah tadi adalah pak Yahya guru matematikanya disekolah.


"Hehehe...pak Yahya kebetulan ya ketemu disini..." Mita merasa pasti senyumnya nampak aneh.


"Kalian sudah saling kenal?" tanya Bu Indah merasa heran darimana bisa saling kenal.


"Guru saya..."


"Murid saya..." balas mereka bersamaan dan langsung jadi pusat perhatian semua orang.


"Memangnya dia siapa Ma?" tanya Latifa.


"Putri angkat Mama...anaknya almarhum pak Handoko dan Ibu Rani tetangga sebelah.

__ADS_1


"Oh...cantik ya kulitnya seputih susu asli ini bukan pake pemutih?" Mita mengangkat alisnya mendengar kata pemutih emang kulit bisa dipemutih pikirnya namun tidak berani bersuara.


"Ya asli turunan dari ibunya kakak laki-lakinya juga seperti ini kulitnya..."


"Oh ya kalau begitu kenalan dulu Mita ini kakaknya Hafiz namanya Hanif ini istrinya Latifa kedua anaknya Maira dan Zidan,beliau berdua mertuanya Hanif,bapak Ramdani dan ibu Tita,Yahya adiknya Latifa." Tunjuk Bu Indah memperkenalkan keluarga besan satu persatu dan Mita mengangguk hormat sebagai salam perkenalan.


"Kamu apa kabar Mita?" tanya Yahya sekedar basa-basi sambil menatapnya lekat sudah lama tidak bertemu. Hafiz yang menyimak mulai nampak kesal melihat tatapan Yahya kepada Mita.


"Baik pak." jawabnya sambil memandang sekilas lalu menunduk.


"Mari masuk kita mulai acaranya!" ucap Bu Indah.


"Maaf Bu...Mita mau pulang mau ngurusin kak Dani yang sedang sakit..."


"Sakit apa dia?"


"Demam campur sari Bu?" Bu Indah mengernyitkan dahi bingung.


"Demam campur pusing campur batuk pilek campur mual Bu." jawabnya sambil terkekeh.


"Oalah...sampai gak paham sama bahasa mu." Bu Indah menggelengkan kepala.


"Ya sudah nanti biar ibu kirim makanan ke rumah mu..."


"Gak usah Bu tadi Mita sudah masak banyak."

__ADS_1


"Saya pamit...assalamu Alaikum." ucapnya sambil sedikit menganggukkan kepala hormat pada semua orang dan melesat keluar dengan cepat.


__ADS_2