
Uang kompensasi sudah dibagi sama rata. Setiap orang mendapatkan dua juta tujuh ratus ribu...nilai fantastis,melebihi gaji sebulan makanya langsung pada sumringah. Nampak mereka berpikir sambil senyum-senyum sendiri pasti berangan untuk membeli banyak barang,pikirnya.
"Aduduh......ssss." keduanya mendesis kesakitan sambil memegang pelan dipipi takut kesenggol keras sepertinya.
"Makanya jangan lebar-lebar pak senyumnya sakit kan jadinya?" Mita menggelengkan kepala,lucu juga melihat tingkah mereka.
"Maaf neng suka lupa kalau dapat uang banyak gini." celetuk pak Bowo.
Cara berpikir orang beda-beda. Bagi orang kalangan atas uang segitu dianggap sedikit tapi bagi orang kalangan bawah uang segitu sudah sangat besar dan membahagiakan.
"Gak tau deh pak ini musibah atau hadiah. mau dibilang musibah tapi dapat uang...mau dibilang hadiah tapi harus bonyok duluan hufttt...!" dia menghela napas sambil menatap miris ke arah mereka.
"Menurut bapak gimana?" tanyanya aneh sambil merenung mengingat kejadian tadi seperti mimpi disiang bolong. Mita menunduk sedih tidak mengira akan jadi begini.
"Iya bener neng...saat pegang uang banyak gini seneng neng tapi dipake senyum sakit,ya musibah ya hadiah ini namanya hehehe..." jawab pak Darman sambil senyum lalu meringis. Mita tersenyum kecut.
"Jangan sedih neng kita gak pa-pa istri bapak asal dikasih lembaran merah banyak gini pasti seneng lupa sama semuanya hehehe...ssss." sambung pak Darman yang membuat Mita bingung sekaligus heran.
"Apalagi istri bapak neng langsung senyum sampe telinga soalnya bisa ngeborong bedak,gincu apalagi itu yang buat alis neng?" sahut pak Bowo membuat Mita mengangkat alis lalu tertawa mendengarnya.
"Pensil alis." jawabnya singkat.
"Nah iya itu...sejak kapan hari marah-marah terus neng katanya gak punya duit gak bisa pake alis,gak bisa dandan,kelihatan jelek takut bapak kepincut sama perempuan lainlah,kuping bapak sampe berdenging tiap ketemu ngomel ya Allah..." ekspresi pak Bowo antara kesal dan marah membuat suasana semakin semarak oleh tawa.
"Gak habis pikir...pikiran darimana bapak kepincut perempuan lain memang bapak seganteng apa sih sampe perempuan naksir sama bapak?"
__ADS_1
"Hihihi...bapak bisa saja." sahut Dani sambil menggelengkan kepala.
"Beda lagi sama istri bapak,orangnya kalem tapi kalau sudah pegang uang cepe langsung main simpan katanya jangan dihabisin ditabung buat masa depan anak-anak terus nanya gini sambil deketin 'bapak capek ya sini ibu pijitin' hihihi...ssss...bener juga sih anak bapak ada empat nambah satu masih dibawa ke mana-mana." pak Darman terkikik geli sambil mendesis menahan perih mengingat momen bersama istri dirumah.
"So sweet banget ngiri deh saya pak...semoga kelak bisa memiliki keluarga seperti keluarga bapak." komentar Mita sambil berangan.
"Jadi istri bapak hamil lagi anak kelima itu memang disengaja atau gimana pak?" tanya Yahya sambil mengerutkan dahi bingung biasanya orang kan berpikir dulu sebelum nambah momongan mikirnya pasti dibiaya hidup ini main tembak hasilnya goal lagi pikirnya.
"Hehehe...ssss...si ibu pengen punya anak cewe mas soalnya baru dapat cowo semua ribut terus." Yahya terkekeh mendengar penjelasan pak Darman.
"Apa gak bingung itu pak sama biaya hidup...anak empat yang satu masih diperut pasti beli susu hamil,buah pokoknya makanannya harus bergizi kan pak?" tanya Yahya penasaran sama kisah pak Darman yang menurutnya cukup unik mengingat dia terlahir dari keluarga kaya tentu saja jauh dari kata kekurangan.
"Terus penghasilan bapak berapa per bulannya apa ada kerja tambahan selain disini?" sambungnya yang dibalas gelengan.
"Bapak hanya kerja disini kalau dibilang kurang pasti kurang mas tapi dicukup-cukupin,anak empat butuh makan semua,butuh jajan belum lagi kebutuhan lainnya Alhamdulillahnya rumah punya sendiri gak perlu ngontrak ya walaupun tembok bambu nyaman untuk ditempati yang penting bisa tidur nyenyak." semuanya masih menyimak,sungguh pengalaman yang bagus untuk dijadikan pelajaran.
"Bayinya gak pa-pa gitu maksudnya lahirnya normal?" Yahya semakin antusias bertanya.
"Alhamdulillah mas semua normal bayinya gede malahan paling kecil 3,2 kg." Yahya langsung kaget.
"Kenapa mas kok kaget gitu hehehe...sss."
"Heran ya? takut mau nikah karena belum kerja?" tebak pak Darman.
"Semua kehendak Allah mas jadi kita manusia gak perlu berpikir banyak cukup jalani dengan baik dan banyakin bersyukur."
__ADS_1
"Allah yang ngatur mas."
"Allah pasti sudah menyiapkan rezeki untuk setiap hamba-Nya jadi gak perlu diragukan lagi."
"Matematika manusia beda sama matematikanya Allah mas karena Allah Maha Tahu apa yang dibutuhkan setiap hamba-Nya bukan apa yang diinginkan hamba-Nya jadi kita tinggal berusaha dan berdoa yang lain urusan Allah." ucap pak Darman saking banyaknya makan asam garam.
"Iya kan pak Bowo?" Pak Darman menengok ke arah pak Bowo meminta dukungan rupanya.
"Iya...bener itu."
"Mau nikah ya nikah saja to mas tapi lihat calonnya dulu!" ini sih mengajak pertimbangan.
"Kalau calonnya suka ngegambar wajah macam istri saya duit gajian pasti kurang terus aturan bisa buat beli beras sebulan jadi cukup setengah bulan biasalah perempuan doyan dandan ngabisin duit suka uring-uringan juga kalau keinginannya gak dituruti hehehe...ssss." menyimak tapi sesekali ketawa.
"Sudah resiko mas punya istri doyan dandan pasti kelihatan cantik tapi ngabisin duit sebaliknya punya istri polosan kadang sebel juga sampe rumah capek pulang kerja ngelihat istri kucel makin lemes...yah silahkan pilih deh mas?"
"Yah walaupun dandanan istri saya gak sebagus dandanan artis lha wong gambar alis saja gak sama kadang sebelah panjang sebelahnya lagi pendek,pernah juga gambar alis cuma sebelah pas ikut pengajian ditanyain sama temennya 'lho mbak kok alisnya cuma sebelah yang sebelah mana? katanya."
"Hahahaha...." semuanya tertawa mendengar cerita pak Bowo sama istrinya yang kocak dan mukanya penuh ekspresi jadi nampak lucu.
"Sampe rumah saya diamuk katanya 'bapak kenapa gak bilangin ibu alis sebelah belum digambar?' saya bengong orang baru pulang kerja ditanyain alis gimana sih?" pak Bowo cerita sambil menirukan gaya istrinya hingga yang mendengarnya tidak bisa berhenti ketawa.
"Beginilah rasanya berumah tangga mas ya walaupun istri saya itu cerewet,ngeselin,suka marah-marah tapi saya cinta mati sama istri saya." ucap pak Bowo sambil senyum malu.
"Buahaahaaahaaa...aduh pak ceritanya lucu bisa bikin ngakak."
__ADS_1
"Oh iya ini siapa ya?" tanya Mita baru sadar ada orang tidak dikenal.
"Hehehe...kenalin ini sepupu saya Alvian."