Jodoh Di Awal

Jodoh Di Awal
Bab 35 Bukan yang sebenarnya


__ADS_3

Yahya masih duduk diluar kamar perawatan Dani. Tidak berani masuk karena ia yakin Mita butuh waktu untuk sendiri saat ini.


Dia menghela napas. Mengingat kilas balik beberapa saat yang lalu,belum pernah ia melihat Mita semarah itu. Airmata yang menggenang di pelupuk mata Mita menunjukkan kerapuhan dari sisi wanita. Ingin rasanya mendekap Mita saat itu juga tapi ia sadar batas antara laki-laki dan perempuan yang menjadi prinsipnya dalam menghormati wanita.


Ia merasa ikut andil dalam pertengkaran tadi tapi bukan niatnya seperti itu. Walaupun sebenarnya dia mulai ada rasa dengan Mita.


Menurutnya Mita perempuan spesial,tidak seperti kebanyakan perempuan yang selama ini mendekatinya karena tampang dan harta. Polos,mandiri dan baik menjadi nilai plus bagi seorang Mita bahkan seorang Beny yang terkenal bandel disekolah bisa berubah setelah mengenalnya tanpa perlu dihukum dan diancam untuk memberi efek jera cukup diperlakukan baik saja.


Subhanallah...semua karena Allah.


Dari jauh sudah terdengar suara cempreng Ita langsung Yahya bangkit berjalan cepat ingin menghampiri Ita dan kawan-kawan.


Dari dekat barulah nampak rombongan lengkap dengan sosok Alif,Beny pun juga ada. Yahya heran menjenguk orang sakit tapi rombongan begini,ini sih niat buat rusuh. Yahya geleng kepala.


"Ayo balik!" Yahya menghadang mereka yang langsung diprotes.


"Lho kenapa pak?" tanya Ita cemberut karena niatnya harus gagal.


"Bapak sendiri di sini?" Ita menatapnya curiga. Yahya menarik napas,harus disogok dulu baru nurut.


"Mau makan gak?" Ita langsung tersenyum lebar.


"Kebetulan lagi laper pak...ayo kawan-kawan mumpung gratis kapan lagi dapet gretongan!" ucapnya semangat.


"Itung-itung pesta perpisahan gaes..." Ini anak bibit tukang rusuh pikirnya sambil geleng kepala.

__ADS_1


Akhirnya mereka semua sampai dikantin rumah sakit. Setelah dihitung jumlahnya ada 25 anak,pasti tekor dia.


"Ngomong-ngomong kok makan disini kita kenapa gak diluar? pasti disini makanan sehat semua..." Ini anak suka mengeluh.


"Iya pak...mending cari tempat lain." Siska ikutan protes.


"Kalian tadi disini niatnya apa?" tanyanya datar.


"Mau jenguk kak Dani sekalian ngasih ini pengumuman kelulusan..." Yahya mengernyit heran.


"Dapet dari mana?"


"Heeheeheee...pengumuman yang ditempel di Mading saya copot terus bawa ke sini..." Yahya melongo,tidak menyangka jika Ita akan berbuat sejauh itu.


"Gila lu ye...kena marah sama kepsek baru tahu rasa..." Afi menoyor kepala Ita saking kesalnya.


"Tega banget kalian sama aku..." Ita cemberut sedih.


"Lagian suka asal...gw kira lu potocopy..." sahut Beny ikutan sebal. Ita garuk kepala yang tak gatal.


Mendengar perdebatan anak didiknya Yahya merasa lucu jadi ingat masa-masa SMA nya dulu.


"Bapak malah senyum-senyum sendiri? rontok hati ku pak?" Caca malah ngegombal langsung disambut toyoran oleh Siska.


"Sudah-sudah jangan ribut ini rumah sakit...buruan pesen gih!" anak-anak langsung berhambur memesan makanan dan mengambil minuman plus Snack sesuka hati. Melihat itu Yahya lagi-lagi geleng kepala,niat merampok mereka pikirnya.

__ADS_1


Setelah mendapat bagian sama rata mereka makan dengan tenang tanpa suara. Sementara Yahya mengambil minuman dingin lalu meneguknya pelan. Menyegarkan.


"Bapak ngapain disini?" tanya Alif setelah menghabiskan makanannya.


"Alaaah...palingan jenguk kak Dani sekalian ketemu Mita kan?" tebak Ita sambil memainkan alisnya menggoda Yahya yang tetap setia dengan muka lempengnya padahal sempat kaget dan gugup juga,bisa tahu isi hatinya.


"Mau kasih tahu dia soal dia yang dapat tawaran beasiswa melanjutkan kuliah..."


"What...?" Wawa langsung membekap mulut Ita.


"Kebiasaan ngomong nada tinggi ini anak..." ucapnya dengan kesal.


"Tadi saya gak jadi masuk karena dokter lagi priksa makanya kalian saya bawa ke sini dulu!" alasan Yahya padahal bukan yang sebenarnya daripada malah panjang urusan.


"Mungkin sekarang sudah selesai diperiksa...duluan ke sana gih saya mau bayar dulu!" Begitu mendengar kata 'bayar' mereka langsung kabur meninggalkan Yahya yang mengernyit bingung.


"Berapa Bu semuanya?" Ibu penjaga kantin tersenyum.


"1.352.000 mas ganteng..." Yahya melongo,heran bisa sebanyak itu.


"Tadi pada nambah katanya enak...hihihiii..." Dia langsung lemas,melihat isi dompet hanya ada 500.000 uang tunai.


"Kebetulan saya ada uang tunai 500.000 bisa pake ATM atau kartu kredit Bu?"


"Maaf mas ganteng gak bisa...silahkan ambil dulu didepan rumah sakit ada ATM!"

__ADS_1


"Kalau begitu saya bayar 500.000 dulu nanti setelah ambil di ATM saya balik ke sini ya Bu."


Akhirnya Yahya mengambil uang di ATM lalu balik lagi ke kantin untuk melunasi kekurangannya. Seumur hidup baru kali ini dia berhutang,sungguh memalukan. Gara-gara mereka,si biang kerok.


__ADS_2