Jodoh Di Awal

Jodoh Di Awal
Bab 32 Sejak mengenal dirimu tak berdaya hatiku


__ADS_3

Alex dan kawan-kawan masuk tanpa mengucap salam.


"Walaikum salam...silahkan masuk,temen-temennya kak Dani kan?" ucap Mita sambil tersenyum manis. Melihat itu Dani menghela napas,adiknya seperti sengaja menggoda mereka.


"Heheeheee...sorry lupa..." Alex melirik sambil menyenggol lengan salah satu temannya yang ditularkan pada lainnya. Mereka berempat mengangguk lalu....


"Assalamu alaikum..." Mita tersenyum samar melihat tingkah konyol ke empat teman kakaknya,mengucap salam seperti regu koor, kompak.


"Walaikum salam wr wb...Masya Allah calon penghuni surga..." Dani merasa adiknya juga ikutan aneh seperti mereka lalu menggelengkan kepala.


"Alahai...pertemuan pertama yang mengesankan..." Alex tersenyum malu lagaknya seperti anak gadis yang digoda jejaka tampan. Ketiga temannya geleng kepala berpikir Alex sudah ditahap akan gila.


"Kalian ke sini semua terus yang jaga kafe siapa?" tanyanya ketus,sebenarnya males banget lihat muka mereka.


"Sepi bro...makin sepi tanpa kamu." Alex malah mencuri pandang ke arah Mita sambil memegang dada seperti sedih. Melihat itu Mita mengangkat alis,mengakui sikap tak senonoh Alex bukannya membuatnya marah tapi malah ingin tertawa. Lucu orangnya.


"Kondisikan itu mata...mau ku pasang kaca mata kuda?" Mendengar emosi kakaknya,Mita mendekat lalu memegang pundak kakaknya. Dani menarik napas agar lebih tenang.

__ADS_1


"Jadi sekarang ditutup?" tanyanya saat sudah tenang,Alex mengangguk sedih.


"Biasanya rame cewe-cewe tapi sejak kamu gak masuk gak ada satupun yang mampir."


"Tiap cewe dateng tanyanya Dani ke mana kok gak ada?" Alex meniru gaya cewe itu...sumpah demi apa Mita sampai terkikik geli.


"Begitu tahu kamu sakit cewe-cewe itu tengok dari depan kafe eh ngecek doang langsung pergi pas gak ada kamu...ngeselin..." Alex mendengus sebal hari-harinya suram tanpa melihat cewe.


"Kesimpulanku nih ya...cewe-cewe tertarik sama kamu jadi kamu bisa disebut penglaris tanpa dukun...hahaha..." langsung disambut sambitan bantal sama Dani dan Mita melongo baru sadar jika kakaknya memiliki pesona luar biasa padahal dia lihatnya biasa saja mungkin karena sudah terbiasa.


"Kesimpulan kedua...kamu sama adikmu itu sama-sama keturunan cakep pake banget sudah seperti Medan magnet hidup." Soni cengengesan sambil mencuri pandang ke arah Mita.


Dani melihat ke arah Mita yang nampak mulai tidak nyaman dengan kehadiran teman-temannya,suka ngerayu sana sini jelas Mita tak terbiasa. Punya teman mata keranjang semua tidak bisa lihat kening licin.


"Dek...katanya mau sarapan? berangkat gih!" Dani menggerakkan dagunya.


"Sarapan?"

__ADS_1


"Kebetulan aku juga belum sarapan..." Gio mendekat sambil tersenyum.


"Aku juga belum...bolehlah ikut?" sahut Ical.


"Kita sama-sama aja biar Alex yang bayarin mau makan dimana?" Soni sok-sokan tapi menjadikan Alex kambing hitam kalau urusan duwit. Keplak...kepalanya jadi sasaran Alex.


"Apaan sih?" protesnya sambil cemberut dan mengelus kepala,malu juga dikeplak didepan cewe.


"Aku aja yang nemenin adiknya Dani...kalian disini temenin Dani siapa tahu nanti butuh sesuatu..." Alex tersenyum manis ke Mita dan langsung melotot begitu melihat Soni,Gio dan Ical yang langsung mendengus sebal.


"Gak ada yang boleh ikut adik gw...gw mau bicara penting sama kalian soal kerjaan." ucap Dani tegas. Jengkel setengah mati melihat mereka berempat mepet-mepet sama adiknya takut digrepe-***** sama empat sekawan gila.


"Nah...kebetulan adik gw ada hal penting sama gurunya...Pak Yahya bisa bawa adik saya sekalian menemani sarapan..." Dani menatap Pak Yahya yang tiba-tiba nongol di pintu dengan tatapan memohon agar adiknya segera dibawa pergi. Mita melotot kesal ke arah Dani,bisa-bisanya disuruh bawa memangnya dia barang.


"Ayo...saya mau bicara,ini tentang nilai ujian kamu!" asal masuk tapi langsung akting.


"Tunggu..." Soni tiba-tiba mendekati Mita,menatap lembut lalu mengatakan...

__ADS_1


"Sejak mengenal dirimu tak berdaya hatiku...semoga kita bisa berjodoh!" Soni seperti pujangga karatan...


"Ayo...makan dulu nanti kamu masuk angin !" Pak Yahya menarik pelan tangan Mita yang menurut saja saat ditarik. Dia masih syok setelah mendengar gombalan buaya darat bernama Soni,tidak habis pikir.


__ADS_2