Jodoh Di Awal

Jodoh Di Awal
Bab 171 Tenaga tambahan


__ADS_3

Dia sudah bersiap tapi yang mau mengantar malah bobo lagi. Mita hanya bisa menarik napas melihatnya.


"Bang....aku berangkat!" yang penting baginya adalah izin suami soal berangkat,ada banyak jalan menuju Roma. Tidak ada kendaraan pribadi bisa pakai kendaraan umum,tidak ada yang mengantar bisa minta diantarkan orang lain,ojek maksudnya ahahaha dia tersenyum sendiri sama isi pikirannya.


Menyempatkan mencium kening,pipi dan bibir suaminya kilat setelah salim baru berangkat. Untung orangnya tidur coba saja sadar tidak bakalan berhenti sampai disitu pasti minta nambah kan bahaya kalau batal puasanya kasihan ade bayi didalam perut belum kuat diajak membatalkan puasa.


"Loh mau ke mana kok udah cantik?" tanya mama heran saat mereka berpapasan.


"Mau ngecek perkembangan usaha dirumah." balasnya sambil tersenyum.


"Sekalian pamit ya ma!" kemudian salim sama mama.


"Suamimu mana? Memang gak dianterin sama dia?" tanya mama lagi saat tidak melihat kehadiran putranya dibelakang menantunya.


"Kasihan mau dibangunin gak tega....papa mana ma mau pamitan?" mata mama langsung membulat.


"Anak ini bagaimana bukannya nganterin istrinya malah tidur,biar mama bangunin." bukannya menjawab pertanyaan Mita mama beranjak naik ke lantai atas.


"Mama gak usah dibangunin aku udah pesan ojek online." cegah Mita tapi percuma,mama kalau sudah keukeuh susah diberitahu.


"Gak bisa....kamu gak boleh berangkat sama ojek." Mita langsung lemes alamat lama kapan sampainya pikirnya.


Pada akhirnya ia harus membatalkan pesanan ojek online demi mama bisa berhenti mengomel. Sejak tadi mengomel terdengar sampai lantai bawah.


"Mama udah dong ngomelnya aku udah siap nganterin istriku ini." lama-lama Yahya kesal terus diomeli mama.


"Kamu dibilangin malah ngatain orang tua mengomel." protes mama dengan melolot tajam.


"Mama kita berangkat assalamu alaikum." musti langsung cap cus ke tempat kerja biar mama tidak punya lawan main.


Perjalanan dengan motor memang lebih efisien. Tidak butuh waktu lama mereka sudah sampai ke tempat tujuan.


"Weiis betulan rame ini yah....banyak motor." dia langsung ngeloyor pergi meninggalkan Yahya yang sibuk merapikan rambutnya. Rasanya senang bisa kembali ke rumah setelah seminggu ini seperti dipenjara.


"Eh siapa ini kok ada yang cantik." komentar seorang pemuda yang duduk bersanding dengan Irham yang sibuk mencocokkan jumlah pesanan dengan barangnya.


"Eh siapa ini kok ada yang baru." balas Mita sambal ketawa ketiwi.


"Gile....udah cantik bisa diajak seneng-seneng." komentarnya lagi sambil mengedipkan mata. Irham yang bisa mengenali suara Mita langsung mendongak memastikan.


"Kirain siapa?" ucapnya kecewa.


"Memang kamu pikir siapa?" tanya Mita dengan mata melotot.


"Cewe cakep." jawabnya asal kembali pada kegiatannya.


"Ini kan juga cewe cakep bro." matanya sampai tidak berkedip memandang Mita.

__ADS_1


"Iya tahu dia emang cakep tapi liat dibelakangnya....udah punya satpam."


"Haah kok elu tahu? Udah kenal?"


"Ya kenalah dia atasan kita....pemilik rumah ini." pemuda itu melotot kaget dan Mita tertawa.


"Haah....kam vret kenapa gak bilang dari tadi?" dengusya sebal.


"Emang kamu nanyea?" ledek Irham.


"Sialan lu." makinya pada Irham yang tertawa terbahak. Mita hanya menggelengkan kepala merasa mereka sealiran.


"Astaghfirullah ampuni aku ngebatin keburukan orang." ucapnya kaget sambil mengelus perutnya yang masih rata. Jangan sampai keburukan orang menurun pada anaknya.


"Siap-siap dimakan sama lakinya ahahahaaa....siapa suruh godain bininya liat mukanya udah kaya singa kelaparan." bisiknya menakut-nakuti temannya,menggerakkan dagu ke arah Yahya yang bertampang sangar siap menerkam orang yang mengganggu ketenangannya.


"Anjiir...."


"Ahahaha...." Irham tertawa terbahak melihat ekspresi ketakutan diwajah temannya.


Mita ikutan menoleh ke arah suaminya yang ternyata beneran sangar mukanya tapi tidak bisa berbuat apa-apa.


"Eh kak kenalin ini temenku Johan yang bantuin kirim pesanan ke rumah pelanggan."


"Sorry gak konpirmasi dulu soalnya lagi butuh tenaga banget." jelasnya.


"Eheheee salah ya." Irham menggaruk kepalanya yang tidak gatal,mencium bau kecemburuan pada Yahya yang dari tadi terlihat kesal pasti gara-gara ulah temennya. Baru satu belum yang lain dijamin Yahya bakalan makin cemburu dan posesiv.


"Ada motor tapi kok gak ada orang?" tanya Mita.


"Tuh orangnya pada dateng habis beli sarapan....termasuk mereka kak ikut jadi kurir." sepertinya sealiran semua,orang sekampung dibawa semua. Yahya bengong.


"Memang kamu kasih upah berapa mereka?"


"Katanya yang penting bisa buat beli rokok jadi tergantung berapa banyak ngirimnya."


"Masih muda tapi kok gak semangat mikir masa depan." komentar Yahya.


"Assalamu alaikum wr wb...."


"Waalaikum salam wr wb...."


"Tumben lengkap ngucap salamnya?" mereka malah senyum-senyum sambil melirik Mita,yang langsung diberi kode sama Johan untuk diam. Tapi sepertinya mereka tidak paham maksudnya.


Yahya menyadari situasi meminta Mita untuk masuk ke dalam rumah.


"Masuk kamu....lagi hamil muda gak boleh kecapean." Mita mengangkat alis,merasa heran dengan sikap suaminya.

__ADS_1


"Ya Allah bang belum apa-apa baru berdiri doang ini." sanggahnya,padahal masih mau bicara sama Irham.


"Udah masuk!" perintah Yahya yang tidak rela istrinya dipandangi lelaki lain.


"Abang laper tolong siapin makan!" kilahnya kebetulan tadi belum sempat sarapan. Akhirnya Mita pasrah dan masuk ke dalam rumah demi melaksanakan perintah suami.


"Kalian kerja yang bener kalau pengen jadi karyawan tetap." lalu beranjak menyusul Mita.


Mereka menatap kepergian Yahya dengan heran.


"Siapa sih dia?"


"Kayanya pemilik rumah ini."


"Bukan hanya pemilik rumah ini dia juga pemilik cewe itu dari tadi dikasih kode tapi gak ngerti-ngerti."


"Malah senyum-senyum gak jelas mau dipiting sama big bos?"


"Ya kan gak tahu."


"Ngeles aja terus."


"Udeh jangan ribut....gak galak kok orangnya asal jaga mata jangan godain bininya,kerja bagus mungkin bisa dapat bonus."


"Kak Mita apalagi....feer banget orangnya aku aja di sekolahin paket c sama dia gak perhitungan pula."


"Jadi cewe itu namanya Mita?" Irham mengangguk.


"Jangan panggil dia cewe udah nikah dan sebentar lagi jadi emak-emak!"


"Sayang banget....udah cakep punya usaha sendiri coba aja ketemu ama gw nya duluan pasti...."


"Apa? Maksudnya bakalan suka ama elu....mimpi...." malah cengengesan.


"Yah kan siapa tahu jodoh." ucapnya penuh harap.


"Yeay malah ngomongin gak penting...udah lewat itu." Irham menengahi.


"Eh tapi beneran nih kita bisa jadi karyawan tetap disini?"


"Bisa kalau udah rezekinya lagian yang bilang tadi big bos masa gak percaya."


"Dia punya resto kalaupun gak ketrima disini siapa tahu diajakin kerja diresto."


"Makanya yuk kerja!"


"Emang resto itu apa?" Irham tepuk jidat.

__ADS_1


"Resto singkatan dari RESTAURANT alias tempat makan orang berduit tempatnya berkelas." jelas Irham dengan penekanan.


__ADS_2