Jodoh Di Awal

Jodoh Di Awal
Bab 66 Berbisik cinta


__ADS_3

"Kamu itu selama ini suka menasehati orang tapi sendirinya punya masalah langsung kepikiran banget terus sakit..." Yahya berbicara sendiri sambil menatap lekat wajah Mita yang tengah terbaring lemah.


"Sekarang mau mengelak apa lagi heem...?" padahal Mita masih belum sadar. Terdengar suara langkah kaki mendekat dan suara tirai ditarik.


"Apa pasien sudah sadar?" tanya seorang suster yang sebelumnya merawat Mita tapi rupanya ia merasa kena prank setelah melihat Mita masih terbaring damai dengan mata tertutup rapat. Napasnya juga tampak teratur.


"Ih gimana sih mas kirain pasien sudah sadar sampe buru-buru ke sini...sayang banget ganteng-ganteng ngomong sendiri belajar gila ya?" gerutu suster itu lalu pergi sambil melengos kesal. Yahya melongo dikatai belajar gila.


'Apa iya aku belajar gila?' pikirnya lalu menggelengkan kepala. Bukannya marah ataupun kesal dia justru tersenyum.


"Kamu dengar? aku sampe dikatai gila..." bisiknya pelan.


"Inikah namanya cinta?" Yahya memiringkan kepala masih sambil terus menatap Mita seperti tidak mau bangun.


"Tadi kan sebenarnya hanya ku pikirkan gak taunya malah terucap didengerin pula sama orang...memalukan." ucapnya menunduk sambil menggelengkan kepala lagi.


"Sadarlah...aku khawatir sama kamu!" kembali memandang wajah ayu Mita disampingnya. suaranya terdengar mendayu dan penuh harap.


"Andai saja kamu sudah jadi istriku mungkin saat ini ku pegang tangan kamu lalu ku tempelkan ke pipiku. Sayangnya hanya angan-angan ku..." ucapnya sedih.

__ADS_1


"Aku bahkan gak bisa menempelkan telapak tanganku dikening mu agar ku tahu seberapa panas suhu tubuhmu..."


"Ingin aku ikut merasakan sakitmu..." Yahya menarik napas panjang.


"Kamu begitu sulit ku raih walaupun dekat denganku...seperti bayangan,terlihat tapi gak bisa ku jangkau..."


"Karena aku menghargai prinsip kamu sebagai seorang perempuan yang gak mau disentuh oleh pria yang bukan mahram..."


"Kalau begini aku ingin cepat-cepat menjadi ajnabi mu menghalalkan kamu menjadi istriku." Yahya tersenyum.


"Pertanyaannya apa kamu mau?" Yahya merenung sambil memainkan jari-jari tangannya yang saling dikaitkan.


"Coba saja kamu posisinya sadar mana berani aku ngomong begini." Yahya kembali tersenyum sendiri.


"Aku gak tahu nama dari perasaan ku ini tapi aku tahu keinginan ku...adalah ingin bersama mu menjalani hidup menuju kebaikan dunia akhirat." terdengar kikikan dari luar tirai dan Yahya seketika kembali ke dunia nyata. Malu sekali rasanya didengar sama orang tapi hatinya tenang bisa mengungkapkan perasaannya seperti terlepas dari beban berat.


"Bisa selancar ini ngomongnya sampe lupa tempat." Yahya nyengir.


"Bersyukur kamu gak mendengarnya pasti rasanya akan gugup dan canggung aku..." Yahya menggaruk kepalanya. Terlihat bodoh dan konyol menurutnya.

__ADS_1


"Ya ampun mas...so sweet banget kalimatnya terdengar tulus dari hati. Meleleh hati ini dengernya mas. Coba saja saya yang digituin pasti langsung diterima...hihihi..." Yahya tersenyum lalu menggelengkan kepala.


"Ekheeem...kerja jangan main-main!" tiba-tiba terdengar Shiela memberi teguran.


"Sudah ada perkembangan belum?" tanyanya sewot,ada nada cemburu didalamnya. Para suster yang berjaga langsung ciut.


"Belum dokter Shiela...!" Shiela langsung pergi tapi kemudian berhenti...


"Lain kali yang serius kalau kerja..." ucapnya tanpa berbalik badan lalu terdengar hentakan keras dari sepatunya mewakili perasaannya yang memendam amarah karena cemburu.


Dia menyesal kembali ke ruang UGD,niat hati ingin lebih dekat dan memberi perhatian sang pujaan hati,sekedar basa-basi mengajak makan malam atau minum kopi berdua malah mendengar curahan hatinya yang ditujukan untuk gadis lain. Remuk hatinya seakan diremas kuat.


Yahya masih duduk dikursi menunggu Mita sadar hingga terdengar suara azan berkumandang. Dia mendengarkan suara azan sampai selesai lalu bangkit berdiri...


"Aku ingat yang kamu katakan 'gak boleh bicara saat mendengar suara azan dan harus menyegerakan sholat'..."


"Aku sholat dulu! Bangunlah...aku merindukan mu...juga merindukan suaramu...!" bisiknya lirih dan pelan ditelinga Mita,kali ini tidak ingin didengar orang.


"Aduh mas...romantis banget sih! sayangnya saya gak sengaja mendengarnya hahaha..." suster itu tertawa sambil memegang suntikan ditangan yang ditusukkan ke selang infus. Mendengar ucapan suster itu,muka Yahya memerah menahan malu. Kepergok sedang berbisik cinta.

__ADS_1


"Ekheem...suster hati-hati jangan sampe salah suntik! saya mau ke mushola,titip sebentar!" ucapnya datar sambil menahan malu.


"Titip apa mas? Apa titip cinta ku?" goda suster itu sambil menahan tawa. Yahya tidak menanggapi dan langsung pergi begitu saja.


__ADS_2