
Pagi ini Mita nampak tidak bersemangat,memandang malas hidangan sarapan dihadapannya sambil menarik napas dalam seperti sedang menanggung beban yang sangat berat.
Ya...diusia muda tanpa sosok orangtua membuatnya harus berpikir dan bertindak layaknya orang dewasa. Seperti saat ini ia bingung setelah mengundurkan diri dari pekerjaan sebelumnya ia harus apa dan bagaimana? Sedangkan banyak pengeluaran tidak sebanding dengan pemasukan pada akhirnya harus mengeluarkan uang simpanan demi menutupi semua kebutuhan.
Kira-kira dia bisa menghasilkan uang dengan cara apa ya? Untuk kembali bekerja dengan orang dia seperti trauma jika terulang kembali seperti waktu kemarin...Mita menggelengkan kepala.
Nyatanya benar jika seorang perempuan bekerja diluar rumah banyak mudhorotnya daripada manfaatnya. Penampilan bening sedikit pasti digoda sama lawan jenis mending masih single bolehlah berhubungan lebih menuju jenjang pernikahan tapi bagi yang sudah berkeluarga bukankah jadi bencana jika ada saatnya mula-mula berteman terus nyaman akhirnya jadi demenan...bahaya.
Mita menghela napas. Hidup memang butuh uang tapi jika didapatkan dengan cara tidak benar justru akan merugikan diri sendiri,didunia dapat karma diakhirat dapat neraka...sesusah-susahnya didunia masih bisa merasakan makanan enak,tidur nyenyak tetapi dineraka hanya bisa merasakan panasnya api neraka,bisa membayangkan deritanya tiada akhir yang jadi pertanyaan apakah manusia sanggup menahannya?
"Kamu menyesal dek?" tanya Dani melihat adiknya yang seperti baju kusut,Mita menggeleng lemah.
"Hati nurani ku gak bisa menerima itu...menggunakan paras untuk menarik pembeli astaghfirullah...apa bedanya dengan menjual diri?"
__ADS_1
"Di dunia meski kita sakit Allah masih memberi kemudahan untuk sembuh jika mau bertobat dan berikhtiar tapi diakhirat kita gak bisa mengelak, dosa sekecil apapun akan dihitung dan dibalas sepadan..." Mita menunduk,piring didepannya masih kosong,belum ada keinginan untuk makan.
"Bener sih...kalau bapak sama ibu masih ada pasti juga melarang hal kaya gitu." Dani melirik Mita sudah menyek-menyek,ketika anak-anak lain bisa bercerita kepada ibunya soal kegundahannya namun Mita hanya bisa menyimpannya sendiri.
"Aku mau nengokin Wiwik sama anak-anaknya sudah sebesar apa mereka?" ucapnya lirih langsung pergi ke belakang rumah. Dani menghela napas,bukannya saling menguatkan malah membuat adiknya sedih teringat almarhum orangtuanya.
Sampai didepan kandang ayam,Mita seperti mendengar suara ayam kecil. Dia kembali bersemangat ingin menengok ke dalam kandang mungkinkah Wiwik punya anak lagi? pikirnya sambil melangkah ke dalam.
"Induk mu ke mana?" tanyanya pada anak-anak Wiwik yang sibuk mengais tanah tapi tak ada yang jawaban.
Si ayam jago yang terkejut karena kedatangannya sampai mengepakkan sayap sambil bersuara keras membuatnya ikut kaget lalu mengelus dada...
"Ngagetin aja sih! Berani macam-macam ku potong kamu!" Mita mengancam ayam jago itu sambil melotot kesal namun namanya ayam mana ngerti omongan manusia,hidupnya hanya untuk makan dan berkembangbiak.
__ADS_1
Mita melongok ke dalam rumah kecil dan rupanya benar,ada anak ayam kecil disela-sela tubuh Wiwik terlihat menggemaskan.
"Ya Allah Wiwik beneran kamu punya anak lagi?" dia tersenyum senang sambil memperhatikan gerakan lucu anak Wiwik.
"Masya Allah gemasnya..." ucapnya gemas,ingin mengambil salah satu anak ayam itu tapi langsung dipatuk sama induknya.
"Aw...sakitlah Wik...gimana sih aku kan cuma mau pegang anak mu malah kau patuk...gak aku kasih makan kamu ntar!" omelnya sambil mengelus tangan.
"Kau itu makin lama makin galak..." masih juga mengomel sambil balik badan matanya membulat,si jago juga ikutan ngamuk dia kejar itu anaknya yang agak besar sampai menjerit ketakutan...rebutan makanan.
"Ya Allah...kenapa anakmu kau musuhin juga,kasihan kan mereka? Bapak macam apa kamu sampai anak sendiri dimusuhi?" Dani yang mendengar suaranya bergegas ke belakang rumah,ternyata adiknya sedang memarahi ayam...Dani menggelengkan kepala.
"Dek...ayam memang begitu,itu sudah waktunya dipisah biar gak berantem...ayo sarapan,habis ini kita cari angin!"
__ADS_1
"Nyari kok angin!" Mita ngedumel terus dan bisa didengar Dani yang menggelengkan kepala. Banyak pikiran jadi gampang emosi tapi dilampiaskan pada ayam...