
Hmm pagi yang terlambat bagi Mita. Jam sudah menunjukkan pukul lima lebih dua puluh menit. Ternyata penjelasannya tentang malaikat Raqib dan Atid memakan waktu yang cukup panjang.
Sekarang dia kebingungan sendiri musti melakukan apa dipagi yang terlambat ini???
Mau mandi tidak ada baju ganti walaupun masih bisa memakai baju yang sekarang ia pakai masalahnya tidak akan nyaman dibadan. Mau pinjam baju suaminya pasti kedodoran mengingat postur tubuh mereka yang jauh berbeda. Mau pinjam sama mama mertua yang sama-sama perempuan,masuk akal tapi tidak enak juga. Terus apa dong solusinya?
Atau ke dapur tapi masih jadi masalah juga,Mita tidak memahami medannya yang jelas ia tidak akan bisa melakukan apa-apa. Kenapa pikirannya terasa buntu???
"Kenapa?" perubahan mukanya rupanya terbaca oleh Yahya yang langsung mendekat. Daripada terus kepikiran Mita memilih jujur agar bisa cepat dapat menyelesaikan masalahnya.
"Aku mau mandi tapi gak ada baju ganti." jawabnya jujur.
"Tenang....mama sudah nyiapin semuanya baju,pakaian dalam dan make up yang katanya bahannya alami,bisa cocok disemua jenis kulit." jelas Yahya,masalah terpecahkan dengan mudah. Itu artinya dia menyia-nyiakan waktu memikirkan hal yang sebetulnya tidak ada. Kesalahannya adalah tidak berbagi unek-unek dihati dengan suaminya yang pada akhirnya mempersulit diri sendiri.
"Itu ada dilemari coba lihat!" instruksi Yahya tidak terbantahkan.
"Lengkap kok....baju,dalaman dan make up."
"Kata mama make up nya dipilihin yang alami tanpa merkuri." jelas Yahya.
Dalaman? Apakah ukurannya sesuai untuk Mita? Pantesan Yahya langsung membawanya ke rumahnya karena memang keperluan Mita sudah disiapkan jauh-jauh hari.
"Jangan kebanyakan mikir langsung dilihat dan dicoba aja!" ahh betul juga,semenjak menikah Mita jadi kebanyakan mikir atau itu memang bawaan statusnya yang sudah menikah,suka kepikiran tentang semua hal.
Mita berjalan ke arah lemari lalu membuka pintunya. Tampak baju wanita panjang tergantung didalamnya dengan berbagai warna dan corak,sudah seperti toko baju. Dari baunya yang wangi juga pertanda baju-baju itu siap dikenakan. Mita mengecek ukurannya yang ternyata pas dibadannya. Menuju ke sisi samping terletak pakaian dalam,handuk dan peralatan mandi lain seperti sabun cair,sikat gigi,pasta gigi. Ada pula sabun muka,kalau ini Yahya tahu kebiasaan Mita yang menggunakan merek apa jadi pas ditanya Mama bisa jawab. Mita mengernyit heran peralatan mandi ditaruh dilemari. Mita belum melihat alat make up mungkin bukan dilemari bisa ditempat lain karena lemari memang bukan tempat yang pas untuk make up.
"Peralatan mandi sengaja aku taruh dilemari biar gampang nyarinya,masih baru semuanya." dari tadi Yahya terus menjelaskan berbanding terbalik dengan Mita yang hanya diam saja.
"Untuk dalaman aku nyuruh kak Latifa nanya ke kamu jadi insya Allah muat." Mita ingat itu,beberapa hari yang lalu Latifa memang menghubunginya menanyakan ukuran pakaian dalamnya.
"Aneh mama....masak aku ditanya ukuran dalaman kamu lha mana aku ngerti aku kan gak pernah lihat lagian mana pantes juga tahu dalaman kamu,kita belum nikah waktu itu bisa-bisa kamu rajam aku karena sudah bersikap gak senonoh." ungkap Yahya kesal kemudian tertawa senang sambil membayangkan jika itu benar terjadi pasti lucu. Mita mengernyit melihat kelakuan Yahya yang mudah berubah mode kemudian menarik napas,malas menanggapi.
__ADS_1
"Kalau sekarang ditanya sih aku tahu ukuran kamu." ucapnya sambil nyengir,senyuman nakal dan penuh makna. Mita langsung membulatkan mata mendengar Yahya bicara sevulgar itu. Apa Yahya tidak berpikir kalau Mita merasa tidak nyaman mendengarnya?
Mita menggelengkan kepala,merasa suaminya memiliki kepribadian ganda. Sebelum menikah suaminya tampak tenang dan sopan tapi begitu menikah suaminya berubah menjadi mesum dan tidak terkendali. Inikah perbedaan orang yang sudah menikah dan belum? Jadi ketahuan belangnya.
Mita buru-buru mengambil baju rumahan yang adem dengan bahan yang mudah menyerap keringat dan memudahkannya dalam beraktifitas lalu bergegas masuk ke kamar mandi. Tidak ingin mendengar hal yang lebih vulgar dari mulut suaminya yang bengong tapi kemudian tertawa,mentertawakan reaksi Mita yang pasti malu karena keusilannya.
Saat Yahya asik dengan media sosial terdengar suara pintu terbuka bisa diperkirakan suara itu berasal dari kamar mandi spontan Yahya menoleh,menatap Mita yang keluar dari kamar mandi sambil mengeringkan rambut basahnya.
Yahya seperti terhipnotis,tidak bisa mengalihkan pandangan dari istrinya yang menurutnya sangat cantik tanpa hijab padahal semalam juga sudah melihat bahkan luar dalam tapi tetap tidak bisa membuatnya bosan....masih pengantin baru masih anget-angetnya. Kalau tidak ingat waktu ingin rasanya Yahya menerkamnya saat ini juga. Entahlah semenjak tahu rasanya ia seakan tidak ingin berhenti. Otaknya seperti terus mengulang keintimannya bersama istri hingga adik kecil dibawah menggeliat membuatnya mengerang frustasi. Mita merasakan situasi dan kondisi yang berbahaya langsung waspada.
"Ahh....aku lapar mau ke dapur,mas Yahya mau dibuatkan sesuatu?" kilahnya sebelum terlambat dan langsung berjalan ke pintu setelah mengenakan kerudung instan seadanya. Tapi rupanya gerakan Yahya lebih sigap. Tiba-tiba saja Yahya sudah berdiri sambil mengunci pintu dan saat berbalik badan mukanya terlihat menyeramkan bagi Mita seperti singa yang siap menerkamnya. Spontan Mita berjalan mundur ke belakang berharap bisa menghindar. Namun sekali lagi,tenaga seorang wanita tidak ada apa-apanya. Yahya dengan gerakan cepat,kedua tangannya sudah mengunci pergerakannya didinding sambil tersenyum mengejek....
"Mau ke mana?" entah kenapa suara Yahya terdengar mengerikan bagi Mita. Yahya mendekatkan mukanya ke sisi wajah Mita dengan berbisik....
"Kita belum selesai!" adegan yang menegangkan seperti didalam film seorang laki-laki yang ingin mengambil kesucian seorang wanita sebagai peran utama ,membuat jantungnya berdegup kencang tapi kemudian sadar. Mita mendorong dada Yahya dengan sekuat tenaga.
"Minggir....ini masih pagi aku juga habis mandi jangan mikir aneh-aneh!" ucapnya dengan tidak peduli. Yahya bengong melihat reaksi Mita yang terkesan acuh.
"Mandi sana!" sambungnya tidak terbantahkan,kesal karena sudah mengeluarkan tenaga besar Yahya tidak beranjak dari tempatnya seperti yang keukeuh minta jatah.
"Malu juga nanti kalau lagi enak-enak ada yang gedor....akan ada keluarga yang datang kan?"
"Kan malu kalau digodain pengantin baru ngamar terus...." ucap Mita dengan cemberut.
"Kaya gak ada waktu lain aja."
"Semalam kan udah....dua kali." Yahya menangkap istrinya yang mulai kesal dengan sikapnya.
"Minggir ih....aku mau lewat." suara Mita terdengar tidak sabar hingga terdengar ketukan diluar pintu.
"Yahya....Mita....eyang datang nih!" itu suara mama Tita.
__ADS_1
"Tuh kan apa aku bilang....ini malahan orang yang lebih tua banget dari orangtua." Yahya terkekeh mendengarnya.
"Bahasamu dek...." Yahya menggelengkan kepala.
"Bentar ma....Yahya mau mandi dulu." jawab Yahya tanpa membuka pintu,kembali terdengar suara mama yang marah.
"Heeeh dasar gak sopan ngomong sama orangtua gak buka pintu,ngapain kamu didalam?" Mita membulatkan mata mendengar kemarahan mama dan langsung membuka kunciannya.
"Mas Yahya rese ih bikin Mama marah....gak baik tahu." gerutu Mita dengan kesal. Yahya hanya mengangkat bahu tak peduli.
"Kita belum ngomongin soal panggilan kamu ke aku." Yahya mengingatkan lalu ngeloyor ke kamar mandi sebelum mama melihatnya.
"Kemana suamimu?" begitu pintu terbuka mama langsung masuk dengan muka kesal mencari-cari keberadaan putranya.
"Mandi ma." mama mendengus sebal.
"Ngapain aja sih itu anak dari tadi belum mandi?"
"Ngajakin kamu bermain." tapi memperhatikan penampilan Mita sepertinya tidak,pikir mama.
Mita mengerutkan dahi bingung,tidak mengerti maksud mama.
"Ah sudahlah wajar kalau kamu gak ngerti masih baru nanti juga tahu." ucap mama sambil mengibaskan tangan.
Mita merasa ada sesuatu yang membuat mama mendadak bersikap tidak seperti biasanya,tampak berhati-hati dan gelisah menurutnya.
"Nanti kalau eyang nanya macam-macam mending senyumin aja yah soalnya eyang ah nanti kamu juga akan tahu sendirilah." mama seperti yang takut bicara.
"Biasalah orangtua kan ya....fiuhh...." dan juga serba salah mau bicara.
"Ya Allah mama kok jadi bingung gini yah."
__ADS_1
"Pokoknya mama minta kamu hati-hati aja jangan sampai kelepasan bicara." kemudian mama pergi.
Diperingatkan seperti itu Mita jelas ikut gugup dan gelisah secara masih muda dan belum pernah bertemu dengan keluarga besar suaminya. Jadi bingung musti bersikap bagaimana???