Jodoh Di Awal

Jodoh Di Awal
Bab 26 Tragedi ayam ku


__ADS_3

Sepanjang acara tidak ada yang menarik hanya ulang tahun anak kecil kalau tidak dipaksa oleh mamanya mana mau Hafiz dirumah mending kumpul sama teman-temannya pasti menyenangkan...coba saja ada Mita ada yang bisa dia jahili tidak akan sebosan ini pikirnya sambil tersenyum kecut. Mengingat Mita ia jadi bertanya-tanya sedang apa dia sekarang?


Bu Indah menyenggol lengan Hafiz sambil melotot saat melihat anaknya yang tidak ikut menyanyikan lagu ulang tahun dan Hafiz melengos kesal menolak perintah mamanya yang menurutnya kekanakan.


Ketika satu persatu memberikan hadiah tiba gilirannya malah bengong,lupa beli hadiah untuk keponakannya.


Latifa sampai komat-kamit memarahinya dengan mata melotot kesal karena telah membuat Maira sedih dan hampir menangis. Akhirnya bisa dibujuk dengan ayam Kentucky kesukaan Maira,semua orang tersenyum lega.


"Mama kok bisa kepikiran beli ayam Kentucky?" tanya Latifa sambil menyusui Zidan putra keduanya yang ternyata ikut menyimak sesekali melirik sambil berhenti menghisap sejenak lalu kembali menghisap dengan kuat. Melihat tingkah Zidan,Bu Indah langsung mendekati cucu laki-lakinya dan mencium gemas.


"Ih gumus...ikut dengerin Oma sama Bunda ngomong ya...pengen makan ayam Kentucky juga...iya..." Zidan malah ketawa disela menyusunya.


"Gak beli...Mita yang bikin..."


"Ayam sama kangkung punya dia soalnya mama lupa gak beli yang kamu pengen sayur sop kan? sadarnya pagi tadi...untungnya Mita punya persediaan seadanya ketimbang gak ada sayurnya huft...saking bingungnya Mama sampe linglung jadi dia semua yang masak...itu tumis kangkung katanya dibikin berkelas di kasih ebi kering dan saos tiram pas dicobain mantul..." jelas Bu Indah lemah baru kerasa capeknya setelah sampai di penghujung acara.

__ADS_1


"Pedes gak Ma?"


"Cukupan..." Latifa langsung melesat melihat mertua,papa,suami dan adik-adiknya mengerubuti meja makan takut kehabisan meninggalkan Mama kandungnya yang melongo.


"Ayah...nih pegang anakmu!" Latifa meletakkan Zidan ke tangan Hanif yang bingung sama kelakuan tiba-tiba istrinya tapi juga tidak menolak. Merasa tidurnya terganggu Zidan sedikit bergerak sambil merengek tapi langsung diayun oleh Hanif supaya kembali tenang.


"Ck...kamu tu..." Hanif merasa kesal harusnya dia makan sekarang tapi dipaksa pegang anak...yah...daripada berdebat lebih baik mengalah...diluar suami berkuasa tapi dirumah istri paling berkuasa pikirnya sambil tersenyum sedih melihat keluarganya menikmati makanan kecuali dia dan mamanya.


"Wah ini the best...calon istri idaman banget." Bu Tita berkomentar.


"Iya...papa setuju jika Mita bisa menikah sama Yahya..." Yahya sampai tersedak langsung mengambil air dan meminumnya.


"Gak bisa Om...Mita sudah jadi gebetan saya..." sahut Hafiz yang disambut tatapan seperti laser oleh Pak Ramdani tapi malas menanggapi.


"Ini...ayamnya juga mantep banget..." Pak Ramdani mengacungkan jempolnya sambil terus menikmati suapan demi suapan sampai Hanif menelan ludah melihatnya.

__ADS_1


"Bun...coba dong...aaaa..." Hanif membuka mulutnya minta disuapi dan direspon baik oleh istrinya sayangnya cuma sedikit.


"Latifa..." tegur Bu Tita sambil melotot.


"Sesuap aja...aku masih lapar." ucap Latifa seperti berbisik enggan menyuapi dengan tumis kangkungnya karena dimeja sudah habis tinggal sisa seperti kuah itupun sedikit. Hanif terlihat menyedihkan. Sungguh tega istrinya hanya demi tumis kangkung dia menganiaya dirinya.


"Tenang putra ku habis ini kita belanja ke pasar dan panggil Mita untuk masak tumis kangkung yang lebih enak..." Bu Indah mencoba menghibur Hanif walaupun sebenarnya beliau juga sedih karena tidak kebagian apa-apa...semua ludes dimakan buldoser.


"Iya Ma..." jawab Hanif pasrah.


"Bisa minta tolong pegangin Zidan...?" Bu Indah mengangguk setuju dan diluar ekspektasi Hanif bergerak cepat menghampiri piring wadah tumis kangkung mengisinya dengan nasi,udang goreng,mie goreng dan terakhir ayam lalu mendekati mamanya yang sedang memangku Zidan.


"Aaaa...biar Hanif suapi Mama kita habiskan semua sisa makanannya..."Ucapnya mellow.


Semua orang melongo melihat sikap Hanif yang seperti berlebihan padahal cuma makanan bisa jadi begitu.

__ADS_1


"Ayam ku mana?" tanya Maira dengan suara cadelnya dan detik berikutnya.


"Huwa...." Maira menangis kencang sampai terdengar oleh Mita yang sudah begitu lama belum berhenti menangis akhirnya Mita masuk ke rumah Bu Indah lewat pintu samping ingin tahu apa yang terjadi...


__ADS_2