Jodoh Di Awal

Jodoh Di Awal
Bab 144 Tidur berdua


__ADS_3

Mita Pov


Usai aktifitas rupanya kami sama-sama tertidur padahal seingatku kami sedang mengobrol ringan. Bukan....lebih tepatnya dia yang banyak bicara sambil menggodaku dan aku hanya bisa menunduk malu,hampir gak bisa bicara karena rasa malu yang menggunung.


Menengok ke sebelah,dia tidurnya mangap dengan tubuh terlentang,menghabiskan hampir sepertiga bagian tempat tidurku. Tiba-tiba muncul keinginan memperhatikan wajahnya akhirnya memiringkan tubuh menghadapnya eh terasa sakit semua ini badan ku apa efek aktifitas tadi huffft....entah kenapa yah sakit kaya gini orang-orang pada nungguin yang biasa disebut belah duren atau surga dunia bahkan ada yang rela begituan sebelum nikah adeeh pikiran jadi ke mana-mana astaghfirullahal'adzim musti dihapus dari otak.


Selama mengenalnya aku tidak berani terlalu memandanginya,lebih sering menundukkan pandangan pada lawan jenis,bahaya kalau kesetrum cinta....setan dimana-mana bisa-bisa keterusan tapi sekarang aku bisa bebas memandangi wajahnya,kapanpun dan dimanapun,mau terang-terangan atau sembunyi-sembunyi kaya gini ihiihihi....soalnya kalau ketahuan orangnya kaya yang murahan banget jadi perempuan tapi kan kita udah nikah terus apa masalahnya? Bukan murahan lebih tepatnya malu sama dia.


Ternyata kalau diperhatikan dari dekat begini,suamiku tidak seganteng aktor sinetron hihihi....iya kali suamiku kan gak perawatan beda sama aktor demi pekerjaan mereka mesti perawatan biar kinclong dan digandrungi kaum perempuan.


Baru aku sadari suamiku ini berkharisma apalagi kalau ingat senyumnya beuh manis dan memikat terus tatapannya itu lho teduh memancarkan orangnya yang melindungi. Nilai plus lainnya yaitu kulit bersih dan perawakannya yang bongsor. Saat kami berdiri bersisian kelihatan jelas aku yang kecil pendek sebatas bahunya tinggi aku,bikin aku minder. Seingatku dulu waktu masih sekolah tinggiku semampai malahan banyak yang lebih pendek dari aku tapi rupanya Allah menjodohkan aku dengan pria bongsor jadi kelihatan mini. Bersyukurnya dia bukan yang gemuk atau sangat berisi,bisa dibilang pas,gak kebayang kalau dia berisi mungkin aku akan kelihatan seperti cicak nemplok dipohon saat kami bersama....aku tertawa sendiri bisa kepikiran kalimat seperti itu.


Eh....dia bergerak,aku langsung panik khawatir dia tiba-tiba terbangun dan aksiku terpergok olehnya kan maluu,pura-pura tidur sajalah. Saat ku curi pandang dengan sebelah mata ternyata dia masih pulas. Ya Allah....ini kaya ngasih kesempatan aku untuk meneliti bagian wajahnya. Kini kami saling berhadapan.


Lama kupandangi wajahnya. Kening lebar. Hidungnya rata-rata gak mancung gak pesek. Alisnya terbentuk bagus. Eh....bulu matanya panjang dan tebal,untuk seorang pria rasanya aneh aja. Bibirnya bukan yang coklat seperti pria perokok pada umumnya tapi kemerahan,aku belum pernah melihatnya merokok. Subhanallah semuanya tampak pas diwajahnya tak kurang satu apapun pantas saja dia dulu jadi idola dikalangan murid perempuan. Kira-kira gimana yah reaksi mereka saat tahu dia suamiku sekarang???


"Sudah puas ngeliatnya?" gumamnya sambil merengkuh tubuhku,mencium keningku dengan mata terpejam. Aku kaget,rupanya dia pura-pura tidur,aku tertipu.


"Gak pa pa....terusin aja,aku suka." suaranya terdengar serak khas bangun tidur,dia tersenyum masih dengan mata terpejam,semakin mengeratkan pelukan,dekapannya terasa hangat ditubuhku dan reflek aku dorong dia ketika merasakan ada yang bergerak dibawah.


"Mas...." dia membuka mata.


"Hmm....apa?" tapi dia malah biasa aja seperti gak terjadi apa-apa,aneh justru aku yang merasa risih.


"Itu....gerak-gerak." ucapku pelan menahan malu. Dia malah terkekeh.


"Artinya dia menyukai kamu." dahiku berkerut.


"Dia kalau sudah suka sama wanita cuma senggolan langsung inisiatif sendiri."


"Ih....gak lucu." manalah aku percaya,bukannya otak yang menggerakkan seluruh tubuh.


"Beneran...."


"Dia punya otak sendiri,susah ngendaliin kalau sudah begini." aku masih gak percaya.


"Kecuali dia bisa nyembur lagi sampe **** pasti tidur lagi."


"Dasar mesum....heran deh."


"Karena dia udah ngerasain jadinya ketagihan." males nanggepin jadi ke mana-mana ngomongnya.


"Masih gak percaya? Coba aja pegang dia peka kok sama sentuhan kamu." mataku membulat dia semakin gak karuan ngomongnya.


"Mas...." aku mencoba memperingatkannya tapi dia seperti gak peduli terus nyerocos.


"Tapi tanggung sendiri akibatnya....karena sentuhan kamu bakalan bikin dia menuntut lebih kaya tadi...." sambungnya sambil tertawa geli. Ku tutup kuping lalu membelakanginya sambil merem.

__ADS_1


Eh tiba-tiba dia menarikku lebih dekat padanya,mepet ke tubuhnya hingga terasa gerakan dari bawah tubuhnya membuatku meremang.


"besok rambutnya dipotong yah biar gak repot kaya gini." tangannya menyisihkan rambutku yang terurai ke depan lalu mulai menciumi leherku.


"Mas....geli." ucapku tertahan.


"Apa masih sangat sakit?" aku ngomong apa dia ngomong apa adeeh gak nyambung.


"Aku mau lagi....dia juga....ketagihan....minta jatah lagi...." apa ini kode dia mau mengulang yang tadi? Ah ngebayanginnya aku jadi takut soalnya masih terasa nyeri dan pedih terus musti mandi besar lagi kebayang rasanya kaya apa???? ya Allah....terus gimana dong? Tahu begini aku gak cari masalah tadi mending tidur sampai pagi.


"Sayaaang...." tangannya mulai bergerak liar. Kalau sudah begini aku gak bisa menolak,antara kewajiban dan rasa kasihan. Aku gak berdaya selain mengiyakan.


"Pelan-pelan....masih sakit ehmm...." dikasih warning biar mainnya halus kan musti dijaga biar awet dan tahan lama karena pakainya seumur hidup.


Aku hanya bisa menerima dengan pasrah sambil menahan rasa sakit yang hilang saat permainannya lembut dan timbul lagi saat dia bermain dengan ***** sampai aku mencengkram bahu atau lengannya baru ia sadar lalu meminta maaf atas kelalaiannya.


"Makasih sayang...." dia tersenyum puas sambil mencium bibirku sekilas. Rasanya gak adil,dia merasakan enaknya aku merasakan sakitnya.


"Rasanya masih belum cukup tapi kasihan kamunya...." sambungnya,aku hanya bisa menarik napas panjang,merasakan bagian tubuhku yang terasa semakin pedih seperti sebuah luka yang kembali terbuka. Rasanya melelahkan sekali olahraga malam-malam.


"Aku masakin air lagi buat kamu mandi....mau yah berendam air hangat biar rasa sakitnya berkurang." tanpa mendengarkan persetujuanku dia bergegas keluar kamar. Malas menjawab walaupun sebenarnya aku ingin tidur saja dengan harapan saat bangun esok pagi semuanya kembali membaik.


Pupus sudah harapanku saat hp ku berbunyi,kak Dani menelpon hanya sebentar disusul pesan terkirim.


"Dek maaf ganggu....kakak bingung,istri kakak belum melahirkan juga padahal dari tadi sudah pembukaan tiga tapi sampe sekarang belum juga nambah mana dia teriak-teriak terus....pusing aku." ya Allah....masalahnya aku juga sama....sakitnya....lelahnya....mau istirahat,rasanya mau nangis.


"Tunggu!" aku ingat belum menanyakan keberadaannya.


"Dimana?"


"RSUD."


Kendala berikutnya adalah kendaraan. Motor dibawa Irham terus mas Yahya ke sininya bareng sama keluarga,otomatis disini gak ada kendaraan mana mungkin bisa buru-buru ke sana.


"Hei ada apa? Kamu mikir sampai gak nyadar aku ada disini. Ini kening kamu sampai berkerut-kerut." sejak kapan dia masuk kok aku gak tahu.


"Ada apa?"


"Kak Dani minta aku ke rumah sakit,istrinya mau melahirkan."


"Ya udah kita ke sana."


"Terus mau naik apa?"


"Grab?" langsung melihat jam dinding.


"Tapi udah malam ini....pukul sebelas malam."

__ADS_1


"Resiko gak sih naik grab malam-malam."


"Bismillah aja....kita niatnya baik insya Allah dimudahkan sama Allah." betul juga,gini nih kalau lagi panik suka mikir yang gak gak.


Kelamaan berdiam diri gak akan menyelesaikan masalah musti dijalani pelan-pelan. Dengan dibantu suami yang menuangkan air panas ke bak mandi. Berwudhu lalu berniat mandi besar dulu....


"Bismillahirrohmanirrohim....nawaitu ghuslal lirof'il hadasil Akbari minal janabati an jami il badan lillahi ta'ala...."


Ini sesuai bimbingan suamiku. Sedangkan tata caranya dimulai dari mengguyur rambut tiga kali dengan berdiri menghadap kiblat,mata terbuka. Lanjut pundak kanan,pundak kiri,depan dan belakang masing-masing tiga kali. Setelah itu memakai sabun ke seluruh tubuh baru keramas dan selesai itu kembali berwudhu jadi gak asal mandi.


Sambil menunggu mas Yahya selesai mandi aku memesan grab melalui aplikasi di hpnya sesuai instruksinya jadi saat dia siap pas grabnya datang.


______________________________________________


"Kemana aja sih?" gerutunya dengan muka kesal begitu kami datang.


"Waalaikumsalam wr wb......"


"Malah nyindir....nyebelin banget sih." dengusnya dan aku hanya bisa menggelengkan kepala melihat reaksinya.


"Muslim bukan?" sambil ku tinggal pergi eh lupa sudah punya suami jadinya balik lagi,pamitan.


"Kamu itu aku tahu aku muslim tapi ini genting mana bisa fokus sama salam." tak ku hiraukan kak Dani yang terus mengomel.


"Mas....aku mau ke dalam." tunjukku ke arah ruangan mbak Nuri. Mas Yahya hanya mengangguk.


"Makanya lama....kalian habis belah duren yah itu rambut adik ipar basah." ucapnya sinis sambil mengarahkan pandangan ke rambut suamiku,aku langsung melotot padanya. Ngomong gak pake hati,keras macam toa gak tau apa ini rumah sakit,tempat umum.


"Mau aku pergi sekarang?" ancam saja biar bungkam,ngomong gak pake disaring musti dikasih pelajaran. Akhirnya dia diam dengan muka tak berdaya.


Baru juga masuk sudah terdengar teriakannya yang menggelegar.....


"Sus....sakit." rintihnya.


"Kapan bayinya lahir?" tanyanya disela rintihan.


"Sabar dong Bu makanya banyak berdoa jangan banyak berteriak habis nanti tenaganya gak kuat mengejan."


"Dari tadi teriak terus apa gak kering tenggorokannya."


"Sakit telinga saya dengernya."


"Tolong dong pengertiannya....pasien lain juga sama sakitnya tapi mereka berusaha menahan."


"Suster kan gak ngerasain sakitnya." protes mbk Nuri,aku hanya bisa menghela napas mendengarnya.


"Dulu waktu bikinnya memang teriak-teriak kaya gini yah?"

__ADS_1


"Kalau menurut saya sih enggak....pasti keenakan kan sampe nambah terus." ya Allah....kayanya susternya kesel banget makanya nyindir.


__ADS_2