Jodoh Di Awal

Jodoh Di Awal
Bab 131 Sehat jasmani dan rohani


__ADS_3

Mita tersenyum mendengar kakaknya yang terus mengomel sambil mengeluarkan motornya dengan sebentar memanasi mesinnya sebelum dipakai. Terdengar dengusan kasarnya membuat Mita menahan tawa,sungguh menyenangkan bisa mengganggu kakaknya. Yahya yang melirik ke arah Mita hanya menarik napas lalu menggelengkan kepala,malas ikut campur dalam hubungan persaudaraan yang memang begitu adanya. Jangankan mereka berdua dia sendiri dengan kakaknya sama kalau bertemu juga suka saling mengganggu tapi justru ini yang bikin kangen kalau lagi berjauhan.


"Kak Dani gak boncengan aja sama mas Yahya?" tanya Mita dengan mengangkat alis.


"Hemat bensin kan?" sambungnya seakan memberi saran bagus tapi agak terdengar seperti sindiran yang menjatuhkan kakaknya didepan orang lain. Dani melengos dengan kesal.


"Mau langsung nengokin anak-anak sama bini." malas memperpanjang percakapan jadi langsung jawab meskipun dengan nada ketus.


"Iya....anaknya dua jadi anak-anak untung gak salah sebut bini-bini.....ihihihi...." ucapnya tertawa geli sambil menutup mulut.


"Gak kebayang deh punya bini-bini....bini bikin mumet apalagi bini-bini.....ahahaha....." ledeknya tampak senang sekali dia. Dani meliriknya kesal.


"Terus aja ngetawain akuuuu....." seru Dani dan Mita terbahak sampai airmatanya keluar. Dani berdecak sebal melihatnya.


"Dek....udah dong kasihan mas Dani gak berangkat-berangkat ini nanti." keluh Yahya yang mulai tidak tahan untuk menegur Mita yang terlihat berusaha menghentikan tawa tapi masih belum bisa sehingga badannya bergetar.


"Ekheeem....iya maaf,berangkat gih!" didorongnya Dani untuk segera naik ke jok motornya yang langsung mendelik kesal.


"Aku belum pake helm,tas aku juga masih didalam." ucapnya kesal dengan muka cemberut. Mau turun langsung dicegah.


"Biar aku ambilin kakak tunggu disini." ucapnya,mengangguk penuh pengabdian,bergegas beranjak masuk ke dalam rumah dan kembali dengan kedua tangan yang repot membawa helm dan tas ransel Dani,kaya yang niat banget kemarin mau nginep sampai tasnya gendut rupanya isinya baju ganti.


"Nih....helm pake dulu!" sambil menyerahkan helm pada Dani yang langsung memasukkan ke kepala.


"Mana tangannya?" Mita memegangi badan tas untuk dipasangkan ke tangan kakaknya gayanya seperti pelayan dalam drama Korea yang terbiasa membantu pangeran mengenakan baju kebesarannya. Yahya yang melihat kembali menarik napas,malas berkomentar hanya menyimak kelakuan keduanya yang memusingkan.


"Kamu itu....sabar dong....niat banget ngusir aku." protes Dani nyolot.


"Ya elah dikasih kemudahan,dilayani masih salah akunya....serba salah banget sih jadinya." jawab Mita sewot dengan muka mengerut.


"Udah sana berangkat males aku ngedengerin omongan kakak bikin sakit hati,nyebelin...." usir Mita sambil didorong badan Dani supaya segera pergi. Dani berusaha bertahan ditempatnya karena posisinya masih diatas motor.


"Kamu itu....jangan dorong-dorong dong jatuh entar aku,bukannya berdiri ini aku tapi diatas motor kalau ambruk pasti sama motornya." protes Dani dengan marah dan menatapnya tajam lalu mendengus.


Mita tersenyum kecut. Dani mulai menyalakan mesin motornya bersamaan dengan Yahya dan belum juga muter setir motor dipanggil lagi....


"Tunggu kak!" seru Mita sambil mendekat mengacungkan tangan.


"Salim." Dani mengacungkan tangan kanannya yang langsung disambut Mita dan dicium dengan hormat.


"Maafin aku yah sudah gangguin kakak hari ini." pintanya dengan suara lirih dan kepala tertunduk.

__ADS_1


"Iya....aku tahu kamu cuma iseng sama kaya kakak yang isengin kamu,kakak juga minta maaf....." Mita mengangguk. Akhirnya keduanya saling melempar senyum.


"Kosong-kosong yah." ucap Mita lagi. Dani mengangguk setuju.


"Hati-hati!" pesannya dengan senyum lebar mengantarkan kepergian Dani.


"Mas Yahya....juga hati-hati,salimnya nanti yah pas udah halal." goda Mita,julitnya kumat sampaikan ke Yahya juga digangguin. Yahya hanya tersenyum dan mengangguk,dia orangnya santai jadi tidak terpengaruh mau digodain juga. Dani menghembuskan napas mendengarnya.


"Bye....semoga selamat sampai tujuan!" dan diakhiri dengan salam perpisahan dari Dani dan Yahya yang langsung melajukan motor mereka dengan pelan sambil mengangguk dan menatap Mita lewat spion.


Tanpa Mita sadari sejak tadi diperhatikan Irham yang langsung mendekat sambil ikut menatap kepergian Dani dan Yahya.


"Kok barengan mau kemana?" tanya Irham tiba-tiba membuat Mita terhenyak kaget.


"Ya Allah....kaget aku." ucapnya sambil mengurut dada lalu menarik napas.


"Mau kemana bang Yahya?" tanya Irham lagi.


"Itu ngurusin surat buat ke KUA." jawabnya cepat lalu kembali beraktifitas.


"Ham....ini sayurannya besok sudah siap panen yah kayanya?" tanya Mita masih fokus pada sayuran kangkung didepannya yang tumbuh subur.


"Jadi mau nikah nih?" sambung Irham terdengar penasaran. Mita mengerutkan dahi heran mendengar pertanyaan Irham yang menurutnya nyeleneh.


"Insya Allah jadi." hanya itu jawabannya,Irham langsung ber YESS ria dengan tangan mengepal semangat. Sudah terbayang olehnya akan dapat banyak bonus kalau ada Yahya,seperti dulu. Mita mengangkat alis.


"Kenapa?" Irham tersenyum penuh arti sambil menggelengkan kepala,menutup rapat mulutnya.


"Oh iya kak aku mau ke belakang dulu ambil kantong kresek besar buat wadah sampah sudah banyak itu mau dibuang." kilahnya bergegas kabur sebelum dicerca banyak pertanyaan oleh Mita yang mengerutkan dahi bingung,kenapa dengan anak ini pikirnya tapi langsung menggelengkan kepala kuat,membuang jauh-jauh kecurigaannya. Ada yang lebih penting daripada sekedar mencurigai orang.


Mita kembali sibuk dengan aktifitasnya bersama tanaman,rupanya tadi pengecekan telur sudah diselesaikan jadi sekarang bisa sedikit bersantai sambil menunggu orang yang akan mengambil telur.


Baru juga dipikirkan orangnya datang,Mita langsung menyambut dengan tangan terbuka karena kedatangannya bersamaan dengan datangnya rezeki uang yang Allah kirimkan padanya. Eh....ternyata ada yang beda,apa itu?


"Assalamu alaikum mbak Mita!" sapa pak Danang,salah satu pelanggan lamanya.


"Waalaikum salam pak Danang!" balasnya sambil mengatupkan kedua telapak tangan didada.


"Wah sama putranya yah pak." sambungnya sekedar basa basi,parasnya mirip jadi Mita bisa menebaknya jika putranya pak Danang.


"Iya mbak....baru pulang dari luar kota dan saya suruh belajar usaha sendiri daripada merantau. Memang tidak banyak keuntungannya tapi kan lumayan bisa dekat dengan orangtua,lebih berkah kan ya." celoteh pak Danang sambil tertawa renyah.

__ADS_1


"Kenalin mbak ini anak saya Zainal." Zainal yang sudah paham kalau Mita bukan seperti gadis kebanyakan hanya menyebutkan namanya sambil tersenyum.


"Zainal."


"Mita.....senang bertemu dengan mas Zainal." ucap Mita santun,Zainal mengangguk.


"Oh iya pak sudah kami siapkan pesanan telurnya,apa mau dicek lagi?" tawarnya,ini salah satu hal yang penting dalam berdagang yaitu memberikan kesempatan sesama pedagang mengecek barang sebelum diserah terima supaya tidak terjadi masalah dibelakang.


"Ah mbak Mita kaya sama siapa aja seperti biasa saya percaya sama mbak yang jujur dan amanah." ucap pak Danang,Mita hanya tersenyum.


"Sebentar pak saya panggilkan pegawai saya dulu!" Mita berlari kecil ke belakang dan melihat Irham yang tengah duduk santai sambil menikmati cemilan dipintu dapur.


"Dasar...." Mita menghembuskan napas lalu menggelengkan kepala,katanya mengambil kantong kresek malah asik makan.


"Ham....orangnya datang." Mita memberi isyarat untuk memanggil yang lain dan Irham mengangguk mengerti.


Sementara Mita masuk ke dapur membuatkan minuman untuk tamunya dan kebetulan emak membuat cemilan jadi ikut disuguhkan. Dia membawa dengan nampan agak lebar supaya bisa muat untuk semuanya sekaligus.


Mita kembali ke depan saat yang lain sibuk memindahkan telur ke dalam bak mobil pick up dibantu pak Danang dan Zainal yang melirik kedatangan Mita.


"Kondisikan itu mata....awas jatuh." tegur pak Danang pelan yang terdengar seperti bisikan,Zainal langsung kembali fokus memindahkan telur.


Beberapa menit berlalu semuanya selesai dipindahkan. Mita mempersilahkan mereka untuk menikmati cemilan dan minuman. Yang pertama kali dituju adalah minuman setelah melakukan aktifitas berat.


"Saya kira pak Danang sudah gak jualan telur lagi lho pak,sudah lama kan gak hubungi saya kaya ditelan bumi." setelah hening beberapa saat ia memulai percakapan.


"Woalah neng saya itu kemarin-kemarin sakit sampe masuk rumah sakit makanya anak saya suruh pulang sayang aja kalau gak ada yang nerusin usaha saya,sudah jalan soalnya banyak yang nanyain terus." Mita terkejut mendengar penjelasan pak Danang.


"Ya Allah....maaf yah pak saya gak tahu bapak sakit,kenapa gak ngabarin pak tahu begitu saya kan bisa jenguk." ucap Mita dengan perasaan bersalah atas ketidaktahuannya.


"Sudah sembuh betulan belum ini pak takutnya sakit lagi kalau dipaksain." baru ia sadari muka pak Danang yang masih agak pucat.


"Lho tadi kenapa ikutan ngangkutin telur?" tanyanya penuh perhatian,bukan apa-apa kalau kambuh kan bisa berabe.


"Gak papa kok mbak sekalian olahraga."


"Malahan banyak istirahat badan kaku semua....gak enak rebahan terus,bosen." keluh pak Danang sambil menggelengkan kepala.


"Hanya masuk angin tapi sampe gak bisa kentut berhari-hari,perut begah dan gak nyaman lama-lama jadi sakit perut saya jadinya dibawa ke rumah sakit." sambungnya sambil tersenyum kecut.


Mita tercenung sesaat,hanya tidak bisa kentut pun bisa menjadi masalah besar sampai harus dibawa ke rumah sakit tentunya biaya perawatan tidak sedikit kan. Mita menarik napas,ada banyak hal yang harus disyukuri daripada terus bersyukur saat bisa punya harta yaitu sehat jasmani dan rohani.

__ADS_1


__ADS_2