Jodoh Di Awal

Jodoh Di Awal
Bab 79 Sebelas duabelas


__ADS_3

"Ke mana saja kalian?" kaget tiba-tiba langsung disambut pertanyaan dingin dan datar.


"Assalamu Alaikum ya Allah bisa gak sih gak ngagetin sampai mau copot jantungku!" sambil mengelus dada.


"Waalaikum salam lebay mana mungkin jantung didalam tubuh copot kalau mungkin boleh deh aku ambil langsung ku pasang sendiri di sini aman nanti jadi punya dua nyawa kalau yang satu gak berfungsi langsung ganti tugas sendiri." jawabnya sambil nunjuk ke dadanya sendiri dengan tatapan sunis. Mita yang mendengarnya tersenyum kecut.


"Dari mana?" tanyanya lagi.


"Jalan-jalan!" jawab Mita beda lagi sama Dani yang langsung rebahan di sofa sambil merem. Yahya hanya menoleh sekilas.


"Yah merem lagi." protes Mita.


"Diem ah pusing kepalaku gara-gara kamu." Mita nyengir,Yahya mengangkat alis.


"Jalan-jalan ke mana?" tanyanya dingin.


"Ke taman." jawabnya cepat lalu melompat naik ke tempat tidur ingin menyembunyikan diri. Tahu jika telah melakukan kesalahan.


"Dari jam berapa jalan-jalan?" Nah kan masih terus diinterogasi tapi dia belum tahu kesalahannya.

__ADS_1


"Sekitar jam enam lebih kayanya." mukanya sudah serba salah karena terus ditatap oleh Yahya.


"Sekarang jam berapa?" dia melihat ke arah jam dinding.


"Hehehe...jam delapan." jawabnya lirih sambil menunduk. Yahya menarik napas panjang dan dalam.


"Alhamdulillah barang-barang berharga gak ada yang ilang gimana sih keluar kamar pintu terbuka hp tergeletak sembarangan!" Mita melongo tidak menyadari itu semua.


"Untuk kamu gak bawa uang atau ATM kalau hilang gimana?" sambungnya terus mengomel.


"Maaf...lupa." dikiranya terlalu lama jalan-jalan rupanya karena barang berharga yang ditinggalkan begitu saja sama pemiliknya.


"Sekarang makan terus minum obat!" sambungnya masih dalam mode tegas seperti komandan polisi. Mita mengangguk lagi.


Mita berdoa dulu sebelum makan sambil membuka menunya pagi ini dia berharap berbeda dan hasilnya masih sama,bubur ayam lagi melihatnya saja membuatnya enek mau muntah. Yahya meliriknya dan bisa memahami ekspresinya.


"Katanya kemarin gak mau dibawain makanan jadi beneran gak bawa...makan apa yang ada,bersyukur masih bisa makan dengan kenyang,diluar sana banyak kok orang kelaparan." menohok ke hatinya. Diingatkan sebelas duabelas rasanya dengan disindir.


Akhirnya dia menyuapkan bubur ke dalam mulutnya secara perlahan hingga habis lalu meneguk banyak air untuk menghilangkan rasa sisa bubur dimulutnya. Setelah ini sepertinya dia akan trauma dengan yang namanya bubur ayam,butuh waktu untuk bisa menikmati bubur ayam.

__ADS_1


"Minum obat!" Yahya kembali memerintah tegas dan menatapnya lekat,Mita menggeleng dengan takut-takut.


"Nanti ya masih penuh perutku takut muntah!" dia meminta tenggang waktu serasa bayar hutang. Yahya mengangguk setelah melihat reaksi tidak nyamannya.


"Duduk dulu jangan berbaring!" eh ketahuan mau berbaring niatnya kan sedikit mengurangi tidak nyaman diperut dan dia duduk dengan tegak seperti peliharaan yang patuh sama majikan.


"Dibuat jalan biar bisa turun makanannya dan langsung diproses." Mita hanya bisa terus patuh daripada semakin menyulut emosi Yahya. Baru juga menurunkan sebelah kaki sudah diperingatkan lagi.


"Pelan-pelan anak gadis jangan suka melompat baru sembuh!" Dari tadi kena omel terus. Tidak mau kena lagi Mita turun dengan pelan jalan pun juga pelan-pelan. Yahya sendiri bertindak seperti guru pengawas.


Sudah tiga puluh menit berdiri kini Yahya beranjak berjalan ke sofa lalu menepuk pelan kaki Dani yang langsung terlonjak kaget. Sudah mau marah dia mengira adiknya berbuat ulah lagi tapi mengetahui Yahya yang melakukannya dia langsung duduk dengan muka bangun tidur.


"Sudah tidur?" suaranya masih juga terdengar tegas dan tak terbantahkan. Dani membalas dengan gelengan.


"Masih pusing?"


"Mendingan." jawabnya cepat sambil menatap Mita seakan bertanya 'ada apa?' tapi Mita membuang muka mengakhiri kontak mata merasa terlalu panjang untuk dijelaskan didepan Yahya.


"Mandi gih biar seger pagi-pagi kok sudah tidur seperti ngundang penyakit masuk ke tubuh." ucapnya dingin. Dani sama tidak berani membantah langsung beranjak menuju kamar mandi,melotot saat berpapasan dengan Mita seperti sedang menyalahkan Mita 'ini gara-gara kamu!'

__ADS_1


Setelah perutnya nyaman ia meminum obatnya satu persatu disusul keluarnya Dani yang terlihat segar usai mandi. Barulah Yahya menampakkan kembali senyum hangatnya. Dia berhasil mendisiplinkan dua bersaudara.


__ADS_2