Jodoh Di Awal

Jodoh Di Awal
Bab 24 Manusia satu ujian bagi yang lain


__ADS_3

Pagi-pagi sekali sehabis subuh Mita sudah berada dijalanan niatnya pengen belanja sekalian olahraga eh tidak tahunya sampai matahari sudah nongol pun belum ketemu warungnya apa memang warungnya lagi libur pikirnya.


Mita menarik napas,jam segini dia belum belanja mau sarapan apa kakaknya nanti,semalam Dani minta dimasakkan yang beda hari ini ayam goreng atau ikan goreng katanya bosen dengan menu yang sama setiap hari.


"Yur sayur....." Tiba-tiba terdengar suara tukang sayur menawarkan dagangannya Mita langsung menghampiri tukang sayur itu dengan raut gembira seperti menemukan berlian saat melihat banyak sayuran segar.


"Ada apa aja bang?" tanyanya ceria,mumpung yang lain belum datang langsung ia sikat.


"Apa-apa ada neng...saya juga ada nih!" goda Abang sayur merapikan tampilannya seperti ingin membuat Mita tertarik padanya dan Mita mulai tidak nyaman harus menjaga jarak sama yang macam ini pikirnya.

__ADS_1


"Orang baru ya neng kok baru lihat?" Abang sayur semakin mendekatinya dengan tatapan terpesona.


"Gak bang...saya anaknya alamarhumah Bu Rani." jawabnya pendek sambil berjalan menjauh dan terus melihat ke gerobak. Tidak mempedulikan Abang sayur yang menatapnya tanpa berkedip.


"Oalah...anaknya Bu Rani dan pak Handoko e cantik tenan besok-besok biar saya ke rumahnya neng biar gak usah sampe sini belanjanya capek kan jalan kesini." goda Abang sayur itu yang dibalas senyum tipisnya dan mengambil sebungkus ayam lalu menelitinya apa masih segar atau tidak.


"Ini beratnya berapa bang?" Mita mengacungkan sebungkus ayam mentah pada Abang sayur.


"Alaaah...jangan percaya mbak biasanya juga seperempat 8.000 mentang-mentang pembeli baru ngasih harga gak kira-kira..."Tiba-tiba datanglah ibu-ibu menyerbu gerobak sayur. Abang sayur terkekeh sambil mengangkat kedua tangan tanda perdamaian takut dikeroyok sama emak-emak. Mita membiarkan saja langsung mengambil sesuai kebutuhan sebelum diambil yang lain.

__ADS_1


"Jangan coba-coba godain anak gadis orang Joni aku laporin sama Wati nyahok kamu gak dikasih jatah sama dia...mau itu mu merana gak bisa masuk sarangnya?" gerakan mata yang jelas ke arah bagian bawah laki-laki pakai melotot lagi...waduh bahaya kalau berlama-lama kumpul dengan orang semacam ini suka tidak bisa melihat tempat dan kondisi. Alam bebas seperti ini beraninya bicara sefulgar itu.


"Iya nih...makanya kamu awet muda seneng ya bisa lihat yang bening tiap hari?" sungut ibu yang lain. Mita hanya menyimak sambil beristighfar dalam hati,tidak kuat mendengarnya.


"Ini bang tolong dihitung sekarang saya buru-buru!" Abang sayur mengambil kantong kresek lalu memasukkan belanjaan yang dibelinya sambil menghitung.


"Semuanya 38.000 neng saya bonusin wortel dua biji..." Bisik Abang sayur sambil menambahkan dua buah wortel secara sembunyi-sembunyi. Ah...Mita jadi bingung dan serba salah menghadapi Abang sayur genit ini besok-besok cari tukang sayur yang lain saja.


"Permisi ibu-ibu saya duluan...assalamu Alaikum..." pamitnya sambil tersenyum ramah.

__ADS_1


"Iya mbak...walaikum salam." jawab ibu-ibu kompak.


"Senyum mu neng bikin hati Abang meleleh..." ucap Abang sayur sambil memegang dada dan Mita menarik napas panjang hanya bisa memaklumi kekurangan orang walaupun sebenarnya geli campur ilfil juga mendengar rayuan gombal semacam itu. Apalah daya,setiap orang memilih jalannya masing-masing dan manusia satu adalah ujian bagi yang lain.


__ADS_2