Jodoh Di Awal

Jodoh Di Awal
Bab 167 Gejala


__ADS_3

Membutuhkan waktu hampir satu jam untuk sholat dhuhur bersama eyang. Rupanya bukan faktor usia tua saja penyebab melemahnya kekuatan fisik buktinya dia pun yang masih muda merasakan hal yang sama entah apa penyebabnya yang jelas dia merasa sangat lelah,yang ia butuhkan saat ini hanyalah istirahat yang cukup.


"Eyang....Mita izin mau istirahat." pintanya yang disambut anggukan oleh eyang.


Memandang ke arah tangga terbayang berapa anak tangga yang harus ia lewati untuk mencapai lantai atas. Terasa sangat berat perjuangannya dengan sisa tenaga yang hampir habis.


Dia menggelengkan kepala dengan kuat membuang jauh-jauh angan-angan yang semakin memberatkan langkahnya. Jika hanya dibayangkan maka dia hanya akan tetap berdiri ditempat berbeda jika tetap berusaha sampai titik darah penghabisan setidaknya diakhir episode dia bisa merasakan nikmat dari perjuangannya juga kepuasan saat tubuhnya bisa berbaring diatas kasur yang empuk dan nyaman.


Terdengar tarikan napasnya yang panjang seakan mengumpulkan kekuatan kemudian melangkah pelan naik ke lantai atas.


"Alhamdulillahirobbil alamin...." ucapnya lega saat sampai didepan pintu kamarnya. Rasanya tidak sabar ingin segera masuk.


"Assalamu alaikum...." ucapnya sambil membuka pintu. Katanya walaupun tidak ada orang tetap kudu mengucap salam karena yang akan membalas nanti adalah malaikat.


Supaya bisa tidur dengan tenang ia sengaja tidak mengunci pintu agar nanti saat suaminya ingin masuk tidak perlu membangunkannya.


Melihat kasur seakan sedang menggodanya,melambai untuk segera bisa ditiduri.


"Bismillahirrohmanirrohiim...." ucapnya lagi,merangkak naik ke tempat tidur.


"Alhamdulillah...." saat raga bisa merasakan kenyaman.


"Bismillahirrohmanirrohiim....


bismikallahumma ahya wabismika aamuud...." dilanjutkan berdoa sebelum tidur,harapannya bisa tidur dengan nyenyak sehingga saat bangun nanti energinya kembali full.


Satu jam berlalu dengan baik,ia bisa tidur dengan nyenyak. Dimenit berikutnya perutnya terasa lapar namun karena rasa kantuk yang menyerang membuatnya hanya ingin tidur lebih lama,mengabaikan rasa lapar.


Perlahan tidurnya mulai terusik,terasa pedih dibagian perutnya membuatnya tidak bisa menahannya. Reflek ia menekan perutnya namun yang terjadi diluar kendali.


"Uuh...." seperti ada dorongan dari perutnya yang ingin keluar. Memejamkan mata sambil beristighfar dalam hati dan menarik napas panjang berharap rasa mualnya menghilang tapi sayang usahanya sia-sia. Rasa mual semakin menyerangnya.


"Huu...." langsung menutup mulut sambil turun dari tempat tidur lalu berjalan cepat ke kamar mandi khawatir muntah dilantai.


"Hoeeek.....hooeeek...." akhirnya apa yang tadi ia makan keluar tanpa permisi.

__ADS_1


"Hoeek....hoeek...." terasa sangat payah karena untuk menghentikan rasa mual tidak bisa sedangkan ia sudah tidak kuat untuk muntah.


"Ya Allah kamu kenapa?" rupanya suaminya menyusulnya ke kamar mandi sambil memijit tengkuknya pasti karena mendengar suara muntahannya.


"Hooeek....hoeek...." selanjutnya yang keluar hanya cairan karena sisa makanan sudah habis.


"Hoeek....hoeek...." walaupun begitu masih juga terasa mual.


"Kayanya masuk angin kamu dek soalnya beberapa hari ini kamu makannya dikit gak imbang sama aktifitas yang kamu lakukan."


Mita sudah berhenti muntah,membasuh bibirnya dengan air kemudian dielap dengan tisu.


"Tadi siang kamu juga gak makan kan?" tanyanya yang memapah istrinya keluar dari kamar mandi. Tadi siang dia hanya makan rujak buah.


"Tadinya mau diajak makan kamunya tidur nyenyak gak tega banguninnya keliatan cape." ucapnya sambil menyusun bantal untuk dibuat sandaran istrinya.


"Tahu begini mestinya tadi dibangunin aja." keluhnya dengan bersalah.


"Abang ambilin makan yah?" tawarnya,Mita hanya diam karena yang ia butuhkan adalah kenyamanan diri sendiri.


"Eh jangan makan yang berat dulu deh entar makin perih lambungnya coba abang cari dikulkas siapa tahu ada yang bisa dicemil." serasa tidak punya tenaga untuk menjawab,dibiarkan suaminya bicara sendiri yang juga dijawab sendiri.


Sebetulnya apa yang terjadi padanya? Tiba-tiba merasakan mual yang tidak tertahankan. Sedangkan mual bisa terjadi pada orang yang menderita asam lambung tapi seingatnya dia tidak punya riwayat asam lambung lalu apa penyebabnya???.


"Secara akhlak hufftt aku menzolimi diri sendiri. Dikasih kesehatan bukannya dijaga malah seenaknya jadi wajar kalau Allah mengingatkan astaghfirullahal adziim...." gumamnya menyadari kesalahan sendiri.


Setelahnya kalimat-kalimat zikir terus ia lantunkan hingga suaminya kembali dengan segelas susu hangat dan puding mangga. Dahinya langsung berkerut. Puding darimana dan kenapa susu? pikirnya heran.


"Papa pulang bawa ini jadi aku minta satu buat kamu." rupanya ekspresinya terbaca oleh suaminya.


"Mau disuapin?" dia langsung menolak dengan gelengan kepala.


"Mestinya jangan susu Abang....baru juga muntah ini rasanya eneg lagi perutnya kaya yang mual." keluhnya.


"Maaf....bukannya gak ngehargai usaha Abang tapi beneran deh ngeliatnya aja kaya bikin ilfil...." ucapnya lagi dengan sedih.

__ADS_1


"Maaf....Abang mikirnya biar lambungnya ngisi sama yang anget dulu susu kan kandungannya bagus mudah dicerna baru makan puding yang seger." jelas Yahya tapi Mita tampak tidak suka.


"Ok deh Abang bawa keluar diganti teh anget mau?" Yahya tidak memaksa karena kalau dipaksa khawatirnya malah lebih buruk keadaannya nanti. Mita mengangguk pasrah,dipikirannya apa aja yang penting bukan susu.


Yahya turun dengan membawa kembali segelas susu itu yang disambut tatapan penuh tanya dari semua orang.


"Kenapa dibawa balik?" tanya papa mewakili semua orang.


"Katanya eneg ngeliat susu ini." mama tampak berpikir seperti merasakan kejanggalan tapi apa?


"Jangan-jangan istrimu hamil!" celetuk eyang dengan suara datar lalu mengernyit. Mama membulatkan mata.


"Iya betul mungkin aja istrimu hamil." mama memberikan pernyataan yang meyakinkan kalau Mita hamil.


"Duuh gagal deh mau ngadain pesta pernikahan kalian." ucap eyang lagi membuat semua orang serempak mengalihkan pandangan ke eyang.


"Pesta?" tanya mama kaget.


"Hmm iya....cucunya mama masak gak mengadakan pesta pernikahan terus mau buat apa duit milyaran dibank. Kalian sebagai orangtua gak mampu membiayai pesta pernikahan anak tapi mama sebagai eyangnya sangat mampu dan kuat." muncul lagi deh sombongnya,semua orang hanya bisa menghela napas.


"Yah gak pa pa juga hamil sekarang eyang seneng dan demi keselamatan jabang bayi calon cicit eyang yang ke tiga pestanya bisa dipending habis lahiran soalnya rawan diawal kehamilan gak boleh kecapean."


"Waah Alhamdulillah banget kalau betulan ada anggota baru lagi....pah rumah ini bakalan ada suara bayi." ucap mama senang.


Yahya garuk kepala,seingatnya memang setelah menikah sampai saat ini istrinya belum kedatangan tamu bulanan soalnya mereka rajin olahraga ******* bukan deh lebih tepatnya ia yang rajin meminta.


"Eits tunggu dulu eyang....ini masih perkiraan belum sungguhan bisa aja hanya masuk angin." potongnya menghentikan obrolan yang belum pasti daripada kecewa.


"Gampang itu sih beli tespeck untuk mengetahui kehamilan sejak dini." saran Latifa.


"Udah lewat seminggu dari tanggal men******* udah bisa kelihatan kalau positif. Lebih akuratnya mengujinya pipis pertama setelah bangun pagi HCG masih kuat." Yahya makin bingung dengan istilah HCG.


"Udah jangan kebanyakan planga plongo mendingan buruan pergi ke apotek terdekat INGAT BELI TESPECK....ALAT TES KEHAMILAN."


"Iya betul kata kakak kamu buruan berangkat!" instruksi mama dengan tidak sabar padahal mau berangkat sekarang pun percuma memakainya masih besok setidaknya nanti malam belinya.

__ADS_1


"Heeh kalian ini kaum wanita gak sabaran banget nanti kan bisa tuh dengerin mau azan asar." papa mencibir, memberi tanda untuk diam supaya mendengarkan azan.


Suka nebak-nebak deh eyang sama mama....kira-kira Mita hamil gak yah....atau cuma masuk angin....atau mungkin lambungnya yang bermasalah alias gejala penyakit magh.....


__ADS_2