Jodoh Di Awal

Jodoh Di Awal
Bab 140 Sah


__ADS_3

Mayang berkedip lucu,heran sama gadis didepannya yang dipuji cantik seakan tidak mau dan terus berbicara rendah hati membuatnya berpikir Mita adalah gadis yang aneh dibalik kecantikannya yang diatas rata-rata berbeda sikapnya dibandingkan kebanyakan perempuan.


Setiap perempuan yang dipuji cantik kebanyakan merasa bangga apalagi yang merasa paling cantik beuh berjalan saja kepalanya terangkat,memandang orang lain yang menurutnya dibawahnya meremehkan,melihat orang yang menurutnya fisiknya jelek langsung menghina.


Mayang yang penasaran dengan cara berpikir Mita kemudian bertanya.....


"Kamu kayaknya keberatan dipuji cantik....kenapa?" sambil membantunya mengenakan baju pengantin. Mita hanya tersenyum.


"Malah senyum aja." cibirnya. Mayang orangnya mudah bergaul dan mudah juga mengekspresikan diri saat sedang kesal ataupun senang.


"Aku butuh jawaban bukan senyumanmu." suaranya terdengar kesal tapi tidak membuat Mita marah. Menurutnya Mayang lucu.


"Senyumanmu memang memabukkan dan terlalu manis tapi sayangnya tidak berlaku untukku....kita sama-sama perempuan jadi aku gak tertarik." ucapnya dengan tekanan dibeberapa kata yang terkesan menyindir Mita.


"Simpan senyumanmu pada suamimu nanti yang pasti akan mabuk kepayang." sambungnya dengan jutek.


"Hmm aku bingung jawabnya." akhirnya dia membalas dengan kalimat ambigu.


"Haah...." Mayang bingung dengan maksud Mita yang bertele-tele.


"Bingung kenapa? Tinggal jawab aja kan apa susahnya?" Mayang mengerutkan dahi. Mita menarik napas sambil mencari kata-kata yang tepat.


"Kecantikan ini titipan dari Allah jadi yang pantas dipuji itu Allah bukan saya." Mayang mengangguk mengerti.


"Terus."


"Terus kemana mbk.....ihihihi....tamasya ke binaria." goda Mita sambil tertawa geli yang membuat Mayang makin kesal.


"Kamu itu....saya serius ini malah bercanda."


"Udah mbak jangan ngebahas kecantikan terus entar saya kelamaan disini kasihan kan mas Yahya nungguin buat ijab qobul." celoteh Mita,Mayang langsung melengos sambil mendengus.


"Alasan aja kamu....aku berbaik hati ini mengingat time nya belum tepat tapi awas aja nanti kalau ngeles lagi." sambil protes lalu mengancam,Mita hanya bisa menggelengkan kepala menanggapinya.


"Memang mau nanya apalagi?" malah main tarik ulur.


"Huh....tadi aja gak mau ngejawab giliran udah beres nanya....sengaja kan?" Mita kembali tersenyum,tidak mempedulikan Mayang yang terus merajuk.


Tinggal sentuhan terakhir yaitu memberikan hiasan dikepala sebagai pemanis.


"Kok dikamu bisa beda begini yah?" komentarnya sambil mengelilingi Mita yang secara make up dan bajunya sederhana namun tampak elegan dan santun.

__ADS_1


"Saya gak kepikiran sama sekali loh kalau bakalan menarik....kayanya memang aura kamu ini sih."


"Memancarkan kepribadian kamu yang sederhana."


"Betul enggak?" Mita kembali menarik napas,mendengar pujian terus menerus justru membuatnya tidak nyaman. Orang lain tidak akan memahami sebaik dirinya sendiri yang terus berperang melawan kesombongan dan perasaan bangga yang terus muncul dibenaknya bahkan zikir yang ia ucapkan didalam hati sulit untuk menghancurkan itu semua.


"Jam berapa ini mbak?" musti dialihkan biar lupa.


"Kenapa? Udah gak sabar kamu ketemu Yahya?" goda Mayang yang membuatnya salah tingkah.


"Iya iya tahu yang lagi dimabuk cinta." sambungnya sambil mencebik.


"Apaan sih mbak...." balas Mita menahan malu. Siapa coba yang tidak malu digoda seperti itu?


"Sini kita foto dulu!" Mayang mendekatkan diri ke Mita yang tampak bingung mau berpose seperti apa.


"Kamu kaku banget sih." protesnya,terlihat tidak terbiasa berfoto.


"Maaf mbak." lagi-lagi dia meminta maaf. Mayang langsung memberi instruksi menarik napas supaya tenang lalu mengarahkan beberapa pose foto selfi yang ringan dan mudah ditirukan.


"Ih sayang banget kamunya gak bisa lepas." masih juga diprotes,tidak tahu saja Mita sedang gugup menanti ijab qobul yang mungkin akan berlangsung sebentar lagi.


"Dek....udah siap belum?" tanya Dani dari depan pintu,Mita terhenyak mendengar pertanyaan Dani tentang kesiapannya. Itu artinya akad nikahnya akan segera dimulai. Dia kembali tidak tenang. Ada keinginan mau buang air kecil dan buang air besar tapi bukan.


"Dek....sudah siap belum." Dani kembali bertanya dan barulah Mita tersadar itupun setelah diberitahu Mayang.


"Eh iya....sudah." jawabnya dengan panik.


"Yah buka dong pintunya....itu calon suami kamu sudah datang." sampai lupa membuka pintu,Mayang berinisiatif membuka pintu melihat mempelai perempuan yang nervous. Kepala Dani langsung melongok begitu pintu terbuka ingin melihat rupa adiknya yang ternyata sedang tertunduk sambil meremas tangan sendiri.


"Dek....kamu sudah siap kan?" ketika melihat Mita yang mengenakan baju pengantin suara Dani terdengar lirih dan berat seperti menahan sesuatu. Mita langsung mengangkat kepala memandang kakaknya yang berusaha tersenyum bahagia ke arahnya namun kenyataannya tetap terlihat gurat kesedihan.


"Kamu cantik banget dek...." hanya itu komentarnya dengan suara bergetar seperti menahan tangis. Tidak menyangka sama sekali kalau dia akan menjadi wali nikah untuk adiknya menggantikan almarhum bapaknya.


"Kakak musti ke depan." Dani tidak bisa berlama-lama didepan Mita atau pertahanannya akan runtuh.


Setelah kepergian Dani,Mita tampak termenung sama sedihnya sebetulnya lalu menarik napas panjang. Ia berusaha menguatkan diri untuk tidak menangis meskipun teringat akan orangtua yang tidak ada disampingnya.. Dia menasehati diri sendiri bahwa keadaan ini adalah ketetapan dari Allah dan dia harus belajar menerimanya hingga ia kembali merasa kuat.


Mayang yang memahami perasaannya mengelus lengannya seakan memberikan penguatan.


"Mita....bapak penghulunya sudah datang." ucap Bu Indah bersamaan munculnya mama Tita. Mayang yang menyadari situasi langsung bergeser dan mempersilahkan pada keduanya untuk duduk mendampingi Mita.

__ADS_1


"Kamu cantik sekali." komentar yang sama dan Mita sampai tidak merespon karena gugup.


"Baiklah mari kita mulai." ucap bapak penghulu setelah samar-samar terdengar permohonan untuk kembali mengecek nama saksi.


Kemudian terdengar suara bapak penghulu yang sedang menyampaikan susunan acara dalam akad nikah dilanjut pembacaan ayat suci Al Qur'an lalu khutbah pernikahan yang disampaikan oleh bapak kepala KUA, menjelaskan kewajiban suami dan istri dan nasehat-nasehat dalam menjalankan pernikahan. Semua orang mengangguk-angguk mendengarkan khutbah nikah dan menyimak dengan baik sampai akhir.


"Baiklah selanjutnya kita akan masuk acara inti yaitu ijab qobul yang nantinya kakak dari mempelai perempuan sebagai walinya yah. Mari kita bersiap,wali nikah dan mempelai pria saling bersalaman." masih bisa didengar didalam kamar Mita.


"Wali nikahnya membacakan ijab sebagai tanda penyerahan yang langsung disambut mempelai pria membacakan qobul tanpa adanya jeda dan dalam satu tarikan napas." arahan dari bapak penghulu.


"Siap mas wali sama....mas mempelai pria....wah sama-sama gugup ini ceritanya." seloroh bapak penghulu lalu terdengar semua orang yang hadir tertawa.


"Tarik napas dulu biar tenang."


"Sudah tenang mas wali?"


"Sudah pak."


"Sudah tenang mas mempelai?"


"Insya Allah sudah pak."


"Mantap jawabannya mas mempelai tapi sayang yah belum boleh ketemu mbak mempelai sebelum sah tapi kudu tetep semangat ya mas....sebentar lagi kok." bapak penghulu kembali melempar guyonan sambil mengacungkan jempol.


"Ahahaa...." disambut tawa riuh oleh tamu yang hadir.


"Ngomong-ngomong saya juga penasaran sama mbak mempelainya kaya apa soalnya mas mempelainya ganteng begini....mbak mempelainya apa tidak penasaran sama masnya." sengaja menggoda supaya yang punya hajat tidak tegang.


"Baiklah tanpa berlama-lama mari kita mulai kayanya mempelai prianya sudah tidak sabar pengen ketemu mempelai wanitanya. Oke mari kita mulai,wali nikah dan mempelai pria silahkan saling bersalaman."


Yahya menggenggam tangan Dani.


"Bismillahirrohmanirrohiim....Yahya Zakaria bin Ramdani saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan adik saya Sasmita Mahasma Rani binti Handoko dengan mas kawin alat sholat,uang tunai sebesar dua puluh satu juta,emas seberat dua puluh satu gram dibayar tunai."


"Saya terima nikah dan kawinnya Sasmita Mahasma Rani dengan mas kawin alat sholat,uang tunai sebesar dua puluh satu juta,emas seberat dua puluh satu gram dibayar tunai"


"Bagaimana para saksi....sah?" tanya bapak penghulu kepada para saksi.


"Sah....sah...." jawab semua orang yang hadir.


"Alhamdulillah......" bapak penghulu membacakan doa dan diaminkan semua orang.

__ADS_1


__ADS_2