Jodoh Di Awal

Jodoh Di Awal
Bab 99 Dua janin


__ADS_3

Sudah seminggu lagi berlalu tapi kondisinya masih gamang,belum ada kepastian. Yang punya masalah sangat santai. Makan enak tidur nyenyak sedangkan Mita terus berpikir bagaimana caranya bisa memenuhi permintaan si bapak yang tidak masuk akal. Merasa kasihan pada bayi dikandungan Nuri yang tidak punya salah tapi harus ikut menanggung keegoisan orang tuanya.


Tangannya tergerak untuk membuka nomer Nuri yang sempat diblokirnya.


"Assalamu alaikum gimana kabarnya?" pesan terkirim dan tidak menunggu lama langsung dibalas.


"Ke mana saja,aku hubungi gak bisa?"


"Aku sudah gak kerja,waktunya periksa kehamilan gak punya uang."


"Nomerku diblokir kakak kamu."


"Mau minta ke bapak pasti dimarahin." Mita bisa membayangkan Nuri sangat frustasi dengan keadaannya sekarang.


"Ayo aku temeni periksa!"


"Kita ketemuan dimana?"


"Eh iya aku kan gak tau rumah mbak."


"Nanti aku wa alamatnya tapi kamu jangan ke rumah,agak jauh dari rumah aku biar gak ketahuan bapak!" balasnya cepat.


Setelah bersiap,Mita keluar dari kamar sambil membawa kunci ditangannya yang tidak sengaja berpapasan dengan Dani yang baru pulang kerja.


"Mau kemana?"


"Didepan ada mas Adnan mau ketemu kamu."


"Ada apa?" Dani mengangkat bahu sebagai kode tidak tahu.


"Mau kemana?"


"Nengokin keponakan." dahinya tampak berkerut bingung.


"Keponakan yang mana?"


"Yah anak kakak lah. Kasihan dia sampai gak dipeduliin. Mungkin sudah besar dan bisa denger detak jantungnya. Hari ini aku mau dia di USG biar tahu kondisinya." jelasnya panjang lebar sekalian menyindir yang punya anak,merasa tidak? Lalu pergi.


"Mas Adnan." sapanya pas diteras melihat Adnan duduk seorang diri,sibuk menatap layar hp yang langsung mengangkat kepala sambil tersenyum manis. Auranya jauh berbeda ketika awal ketemu kini terlihat lebih hangat. Mita balas tersenyum.


"Ada apa mas? Katanya nyariin aku,penting gak soalnya aku sudah janjian sama orang." langsung nyerocos.


"Janjian? Sama siapa?" suaranya terdengar penasaran.

__ADS_1


"Laki atau perempuan?" terdengar aneh ditelinga Mita,seorang Adnan bisa kepo juga,pengen tahu dia keluar sama siapa.


"Ahaahaa...mas Adnan kepo."


"Mau tahu saja."


"Kayanya banyak berubah nih."


"Iya karena kamu." Mita menunjuk dirinya sendiri dengan dahi berkerut. Adnan mengangguk.


Tiba-tiba hpnya berbunyi tanda panggilan masuk,rupanya Nuri tapi tidak diangkat. Hanya melihat pesan dari Nuri yang menuliskan alamat dan 'buruan' perintahnya.


"Maaf mas,aku sudah ditunggu assalamu alaikum..." meninggalkan Adnan sendiri.


Sampai dilokasi tempat bertemu,dipandanginya Nuri dari atas ke bawah,tampak kuyu dan lemas,pucat juga. Kasihan sekali.


"Mau makan dulu?" merasa kasihan pada calon keponakan yang seperti tidak terurus jika dilihat dari kondisi ibunya,takut kekurangan gizi. Maunya diangkut,dibawa pulang dan diurus dengan benar.


"Aku begini karena stress." ucap Nuri ketus. Seingatnya kemarin pas datang ke rumah pakai jilbab kok sekarang tidak pakai jilbab,kemana jilbabnya? pikirnya.


"Aku gak nafsu makan." Mita hanya bisa menghela napas,ternyata memang jodoh itu cerminan diri,keduanya sama-sama keras kepala klop sudah.


Setelah membonceng dibelakang,Mita segera melajukan motornya menuju ke rumah sakit sesuai instruksi Nuri.


"Alhamdulillah sampai." sambil melepas helm dan ditaruh diatas jok motor.


"Insya Allah."


"Kok insya Allah kaya gak yakin gitu." ucapnya sambil manyun.


"Artinya atas seizin Allah,apa ada yang salah?" Nuri bungkam lalu mengikuti Mita masuk ke rumah sakit dan langsung mencari tempat duduk sementara Mita mendaftar.


"Namanya?" Mita celingukan karena yang mau periksa malah sudah duduk.


"Sebentar suster,mau panggil kakak saya dulu."


"Ini orang memang menguji kesabaran,dia yang periksa bukannya daftar dulu malah sibuk duduk sambil main hp." gerutunya kesal.


"Mbak gimana sih bukannya daftar dulu?"


"Kan kamu bisa daftarin." jawabnya polos dan Mita takjub dengan kepolosannya.


"Nama lengkap,umur gak tahu gimana bisa daftarin?" Nuri nyengir,mendahului untuk mendaftar. Mita geleng kepala.

__ADS_1


"Antrian 12." Nuri memperlihatkan nomer antrian dengan bahagia membuat Mita mengernyit heran tapi bodo amat.


Selama menunggu dipanggil terdengar suara azan Maghrib dia langsung pamitan lalu bertanya pada seorang suster dimana musholanya.


Baru juga selesai berzikir belum berdoa,Nuri menelepon dan terpaksa diangkat takut mengganggu yang lain dan hampir saja menabrak seorang perempuan yang juga akan masuk ke mushola. Terkejut dan langsung minta maaf atas kecerobohannya. Tergopoh-gopoh ia berlari dan Nuri menyambutnya dengan senyum jahil.


"Katanya sudah dipanggil kok masih disini?" tanya Mita sambil mengatur napas.


"Habis ini." Mita melongo lalu mengernyit.


"Bukannya tadi baru nomer sembilan?"


"Iya yang nomer sepuluh gak datang kayanya mungkin daftar online." Mita mengangguk paham dan duduk di sebelahnya hingga namanya dipanggil,mereka berdua segera masuk. Setelah melalui banyak pertanyaan dari dokter kini waktunya USG,Mita jadi merasa deg-degan. Tidak sabar ingin melihat kondisi calon keponakannya.


Mita merasa terhipnotis melihat dua janin melalui layar komputer. Yang paling menyentuh adalah saat mendengar detak jantung bayi bahkan dia sengaja meminta izin untuk merekam video gambar dan suara detak jantung bayi dengan alasan permintaan ayah si bayi karena belum bisa menemani periksa. Dokter setuju saja.


Sebelum pulang ke rumah Mita meminta foto hasil USG untuk diperlihatkan pada kakaknya dan Nuri memberikannya dengan harapan Dani akan tersentuh dan bisa segera menikahinya.


Sampai dirumah Mita kecewa,Dani tidak ada dirumah padahal dia sedang semangat-semangatnya. Ingin tahu reaksi kakaknya. Dia punya ide. Diletakkannya foto janin kembar diatas meja,difoto lalu dikirim ke nomer kakaknya yang kebetulan sedang online.


"Apa itu?" balas Dani.


"Foto calon anak kembar kakak."


Setelah beberapa saat menunggu,Dani sampai dirumah ternyata bersama Adnan, bergegas menghampirinya dengan ekspresi yang sulit diartikan. Kemudian duduk dihadapannya.


Dani memandangi foto calon anak kembarnya dengan lekat. Antara percaya dan tidak tapi ia tetap memandangi foto itu.


"Kasihan mereka kak pertumbuhannya kurang baik karena ibunya stress. Dokter meminta dua minggu lagi untuk kontrol,takutnya gak bisa bertahan meskipun sudah lewat trisemester pertama."


"Lihat dan dengerin nih detak jantung,kata dokter pergerakan janinnya kurang aktif seperti lemah karena kondisi ibunya yang tertekan." jelas Mita dengan suara sedih.


"Apa kakak gak pengen ngelihat mereka lahir ke dunia?"


"Apalah artinya motor dibandingkan mereka?"


"Aku gak sanggup membayangkan kehilangan mereka kak. Mereka seperti ganti almarhum orang tua kita."


"Dua kak...dua." airmata Dani mengalir pelan,dia merasa menyesal telah mengambil jalan yang salah. Mengabaikan keberadaan calon anak-anaknya,hanya memikirkan kemarahannya.


"Aku setuju dengan permintaan bapaknya Nuri." ucapnya tegas.


"Tapi bagaimana dengan biaya pernikahannya?"

__ADS_1


"Insya Allah kalau untuk acara akad nikah saja aku ada."


Doa yang benar adalah doa yang baik dan tidak sulit bagi Allah saat ingin membuka hati seorang manusia,hanya saja perlu iman yang baik supaya doa terkabul. Saat kesulitan menghampiri dan seseorang tidak mampu menghadapinya maka serahkan semuanya hanya kepada Allah semata.


__ADS_2