Jodoh Di Awal

Jodoh Di Awal
Bab 52 Cantik dan tampan itu ujian


__ADS_3

Terdengar suara motor parkir didepan rumahnya,Mita langsung menengok ke depan sambil tersenyum. Yahya balas tersenyum sambil mencopot helm dan menaruhnya diatas jok motornya.


"Pake motor pak? Masukin ke halaman aja pak!" ucapnya masih sambil tersenyum


Yahya menurut langsung menuntun motor maticnya masuk ke halaman rumah Mita lalu memarkirkan motor tersebut.


"Apa?" tanya Yahya,rasanya sebal juga ditatap sambil mesam-mesem tidak jelas.


"Gak pa-pa..." jawabnya ambigu sambil menunduk malu,reaksinya seperti sedang dirayu pria idaman padahal Yahya bukan pria idamannya dan sama sekali tidak merayu.


"Ada apa?" tanyanya tegas dan memaksa tapi Mita senyum lagi. Yahya jadi curiga.


"Inget yang kemarin?"


"Kemarin?" ulangnya sambil mengernyit bingung,masih belum paham ke mana arah pembicaraan Mita.


"Jawaban ulangan..." Mita spontan terbahak sampai lupa sama etika bersopan-santun. Dia merasa menyesal telah memberitahu Mita jika akhirnya akan ditertawakan. Yahya mendengus sebal,jadi teringat sama jawaban terakhir masak rela menyerahkan jiwa raga makin tidak sopan saja. Yahya berdecak sebal hingga tanpa sadar wajahnya memerah karena menahan malu.


"Pak...kenapa itu mukanya merah?" tanyanya sambil tersenyum,menggoda Yahya yang langsung meraba mukanya lalu melengos kesal.


"Hahahaha...bapak bisa malu juga ternyata." kali ini tawanya pecah bukan lagi Mita yang dikenal alim.


Didalam kamar Dani jadi tidak fokus mengerjakan tugas mendengar suara tawa Mita seperti sedang kerasukan. Ini pertama kalinya ia tertawa seperti itu setelah kematian orangtuanya.

__ADS_1


"Dek...perempuan ketawa kok sampe begitu!" tegur Dani tiba-tiba,entah sejak kapan berada dipintu.


"Apa yang kamu tertawakan heem?"


"Gak ada apa-apa mas Dani...Mita tiba-tiba aja tertawa gak jelas." timpal Yahya sambil memandang dengan tatapan memperingatkan ke arah Mita,ia tidak mengizinkan orang lain tahu tentang hal tersebut. Sungguh memalukan.


"Ekheem...tadi ada orang tua lewat godain pak Yahya." Bukannya menutupi dia malah mengarang cerita palsu ya Allah dunia Yahya seperti akan runtuh. Ingin rasanya ia menyembunyikan diri supaya tak terlihat.


"Beneran? hahaha....." Dani jadi ikutan tertawa.


"Pesona mu sungguh luar biasa!" Dani mengacungkan jempol,entah pujian atau ejekan itu maksudnya.


Yahya hanya bisa menyabarkan diri sambil menahan malu,menunggu mereka selesai tertawa. Kalau mereka tahu ada cerita lain yang lebih parah pasti Yahya tidak akan berani muncul dihadapan mereka berdua.


"Maksudnya?" memandang lekat ke arah Mita siap menjadi pendengar setia.


"Temen-temen saya bilang saya beruntung memiliki wajah cantik banyak disukai temen-temen cowo..."


"Menurut mereka cantik adalah sebuah kebanggaan tersendiri tapi gak bagi saya."


"Kebanyakan cowo memandang saya dengan nafsu bukankah itu menjijikkan...ya Allah saya gak suka itu."


"Terus pas masih sekolah dulu dua cowo adu jotos rebutan saya..."

__ADS_1


"Lagi...saya hampir diserang sama cewe yang mengaku suka sama Alif katanya saya merebut miliknya sampe dipanggil ke ruang BP...ya Allah malu sekali saya." Mita menutup mukanya sambil menunduk.


"Jika seperti itu dari mananya disebut beruntung?"


Mita menarik napas dan kembali duduk tegak.


"Alhamdulillah kemarin saya mengikuti acara ceramah isinya tentang memperbaiki akhlak...temanya cantik dan tampan itu ujian. Apakah dengan cantik dan tampan kita tetap bisa mengendalikan hati dan pikiran kita untuk gak sombong atau berbangga diri,disitulah titik ujiannya. Jika kita sombong dan berbangga diri dengan cantik dan tampan maka habislah hanya akan mendapat dosa dan masuk neraka. Kata beliau kita harus paham bahwa cantik dan tampan itu titipan dari Allah jadi janganlah merasa senang saat dipuji cantik atau tampan itu bisa membuat kita lupa diri. Kalau dipuji orang beristighfar terus agar setan gak punya kesempatan untuk mengajak berbuat buruk."


"Mengena dihati saya....jadi ngingetin diri saya sendiri." Mita menunduk sedih menyadari betapa ia selama ini rupanya sering menyombongkan kecantikannya walaupun tanpa diucapkan.


"Ya...saya juga?" Mita mengernyit bingung.


"Maksudnya 'saya juga' apa?"


"Karena mendengar kamu bicara panjang lebar saya ikut merenungi sikap saya tapi sayangnya saya juga lupa tadi beli es krim buat kamu katanya makan es krim bisa melupakan kesedihan,kemarin kamu sedih kan?.....kaya nya es krimnya mencair sekarang." ucapnya dengan tampang bersalah.


"Dan sayangnya kalian juga melupakan aku yang dari tadi ikut duduk disini menjadi orang ketiga tapi lebih dianggap gak ada...kaya setan." sahut Dani sebal langsung berdiri dan belum sempat Dani pergi Mita sudah menghadang.


"Hehehee......Maaf jangan pergi aku buatkan es sirup ya kebetulan tadi aku nyoba resep onde-onde biar aku ambil sekarang...duduk dulu ok!" Mita menekan pundak kakaknya agar duduk kembali.


Kalau kami berduaan ketiganya pasti setan karena kakak disini setidaknya sekarang orang ketiganya manusia bukan setan,pikir Mita sambil cengengesan dan masuk ke dalam rumah. Ini kalau Dani tahu niatnya pasti mencak-mencak.


"Terus es krim nya gimana?" teriak Yahya tapi tak ada balasan dari Mita.

__ADS_1


"Masukin freezer di rumah mas Yahya saja sayang kalau dibuang...dosa." jawab Dani.


__ADS_2