Jodoh Di Awal

Jodoh Di Awal
Bab 92 Nikah karena ibadah atau nafsu?


__ADS_3

Mendengar kisah sedih orang lain rupanya seperti membuka hati dan pikiran seseorang. Mendorong seseorang untuk lebih bersyukur dengan keadaannya,yang sebelumnya mungkin sempat berpikir hidupnya terasa berat ternyata ada yang lebih berat bahkan menyesakkan dada. Terlihat sekali dari muka-muka mendung mereka seperti ikut merasakan apa yang dirasakan Ita.


"Terus kamu berniat mengurus anakmu sendiri begitu? Gak menuntut suamimu untuk nafkah lahir?" Dani memecah keheningan dengan pertanyaan yang menyebalkan menurut Mita. Harusnya kan bicara yang bisa menguatkan atau menghibur ini justru memprovokasi untuk melakukan hal lain. Mau menuntut pun juga harus melihat orangnya seperti apa,jika modelnya yang tidak ambil peduli bisa dipastikan hanya akan menyakiti diri sendiri atau sakit hati karena merasa diabaikan.


"Aku gak tahu kak...aku hanya berpikir sesuai kemampuan ku saat ini daripada menunggu suamiku yang entah kapan bisa mengerti kebutuhan kami. Anak dalam perutku makin besar dan butuh biaya. Butuh buat lahiran juga. Aku gak mau terus menunda-nunda untuk berusaha karena waktu terus berputar,mau sedih mau senang hidup terus berjalan." Mita mengangguk setuju dan tersenyum puas. Ita mendadak menjadi orang bijak dan berlapang dada.


"Insya Allah ada jalannya selama niatnya lurus." Mita menimpali dengan memberi semangat.


"Yah gak begitu juga lah dek...enak suaminya dong lepas tanggung jawab sedangkan istri pontang panting gak karuan lagi hamil pula." ucap Dani sewot,merasa geram dengan sikap suami Ita.


"Ada Allah kak yang akan selalu menolong hamba-hambaNya yang senantiasa berserah diri jadi gak perlu mikir yang suka bikin emosi."


"Kan aku cuma kasihan sama Ita,ngebayangin dia ngejalani sulit banget." Mita menggelengkan kepala mendengar pemahaman kakaknya yang menunutnya berpikir pendek.


"Untuk kita manusia berat tapi mudah bagi Allah,gak ada yang gak mungkin jika Allah sudah berkehendak Kun fayakun maka terjadilah."


"Sesuai firmanNya bahwa Allah tidak pernah menzolimi hambaNya dan semua perbuatan akan kembali kepada diri sendiri. Makanya Allah melarang kita melakukan hal buruk karena saat kembali pada diri sendiri nyatanya kita mengeluh merasa gak mampu ngejalani."


"Tapi itu berat dek." masih menjawab juga.


"Resiko kak. Dari awal Ita sudah memilih jalannya kalaupun akhirnya begini yah mau gak mau belajar menerima. Dikasih bonus lagi gak usah susah-susah langsung akan dapet momongan. Yang nikah tahun-tahunan ada yang belum punya anak,ada yang sampek program bayi tabung,mahal pula. Jadi disyukuri saja,iya kan Ta." Ita mengangguk sambil tersenyum.


"Tapi kan nafkah lahir kewajiban suaminya."


"Iya tapi kalau orangnya abai terus mau marah apa gunanya? Itu sama saja dengan gak menerima ketetapan Allah,protes sama Allah,nambah dosa."


"Selalu ada hikmah dibalik musibah."


"Tapi sebel banget sama suaminya Ita...kok begitu amat jadi orang?"

__ADS_1


"Biarin aja yang penting itu diri kakak sendiri belajar agar gak kaya suaminya Mita. Gak usahlah pacar-pacaran kalau suka langsung lamar jadiin istri yang sah secara hukum dan agama." Dani langsung tersenyum lebar,merasa sudah mengantongi izin untuk menikah tinggal berangkat.


"Boleh yah aku nikah dalam waktu dekat ini?" tanya Dani sambil cengengesan.


"Boleh..."


"Yes..." ucapnya girang sambil mengacungkan kepalan tangan.


"Asal biaya sendiri." Dani tercengang,rasa bahagia langsung meluap cepat. Dia hampir melupakan hal itu,sama sekali tidak punya tabungan bagaimana bisa menikah. Semua cekikikan,menertawakan penderitaannya.


"Kenapa? Gak punya uang?" Dani garuk kepala dengan tatapan merana. Mita menghela napas.


"Kakak lupa kita sudah gak punya orang tua,nikah harus cari biaya sendiri mungkin bisa sedikit atau banyak tergantung calon istri kakak nanti mau acara mewah atau sederhana? Nikah karena ibadah atau nafsu?" Dani terlihat frustasi,membenarkan ucapan adiknya. Sekarang biaya nikah mahal,buat rias manten dan dekor saja puluhan juta belum lagi yang lain.


"Apalagi itu nikah karena ibadah dan nafsu?" bibirnya manyun dengan dahi berkerut dalam.


"Jangankan pesta mewah,baru lamaran aja maunya mewah. Sekarang kan lagi ngetren acara lamaran tapi pake dekor kan,belum lagi bawa cincin lamaran sama buah tangan. Itu kira-kira biaya sendiri apa minta pihak laki-laki."


"Modar kita yang cowo,bisa begitu yah?"


"Adeeh begini banget yah nasib kita,beneran pingsan duluan sebelum hari H,duit darimana segitu banyak?"


Komentar-komentar menyedihkan sekaligus putus asa keluar dari mulut mereka.


"Sok tau!" komentar Dani,mencoba melindungi diri dari pikiran stress.


"Lah bener kan. Makanya nanti kalau cari calon istri diseleksi bener-bener jangan hanya yang cantik tapi matre beuh bisa kelojotan kakak cari maharnya misal mintanya kalung berlian atau mobil Fortuner bisa nangis kejer kakak...atau mungkin kedua-duanya bisa ku bayangin depresi hahaha..." Dani mau menjawab tapi langsung distop.


"Ini ada lagi...kakak punya kewajiban nikahin aku plus biayanya sebagai anak laki-laki dan anak tertua terhadap adik perempuannya hehehe..."

__ADS_1


"Mampus lu Dan...gw saranin mulai sekarang kenalan sama cewe kalem dan gak suka neko-neko hahaha..." timpal teman Dani yang langsung disambit dengan sandal.


"Terus kamu sendiri nanti nikahnya karena apa?" sejak tadi baru sekarang Yahya memunculkan diri.


"Insya Allah aku milih nikah karena ibadah." jawab Mita mantap.


"Weis...aku bisa dong langsung melamar sekarang yakin aku maharnya gak neko-neko,gimana Dan adik elu jadi istri gw dan elu jadi kakak ipar gw." sela teman kak Dani dengan muka tengilnya.


"Jangan seneng dulu dengerin...dek kriteria calon suami kamu kaya apa?" sambil menatap sinis temannya yang merasa diatas angin.


"Orang yang suka sholat berjamaah di masjid,bicaranya baik dan sopan,hapal sampai 30 jus beserta artinya. Orangnya kalem,ramah...terus itu suka pake baju koko,sarung dan kopyah. Orangnya Sholeh dan bisa membimbing aku tentunya." ucap Mita sambil menahan tawa. Dia hanya menggoda.


"Hah...akherat semua itu?" Mita mengangguk.


"Jelas gak masuk aku." ucapnya putus asa.


"Apalagi elu...suka minum alkohol dijamin gak lolos."


"Kan bisa belajar selagi ada niat. Lelaki yang baik untuk perempuan baik dan begitupun sebaliknya. Sama aku juga masih belajar untuk memantaskan diri punya suami yang baik dihadapan Allah."


"Ya salam aku benar-benar takjub dek sama ucapan kamu tapi masalahnya ngaji waktu SD sekarang sudah hilang gak berbekas,gelap."


"hahaha......" entah kenapa mereka semua tertawa hingga melupakan si bayi yang sedang tertidur langsung terbangun dengan tangisan kencang mendengar suara tawa bersamaan.


"Eh ya Allah sampe lupa ada bayi gimana sih...cup cup kaget yah eh dek itu ada ayam mau nyanyi kita lihat gimana nyanyinya..."


Pada akhirnya Mita sibuk menenangkan si bayi yang sedang menangis dengan segala cara diikuti Adnan dari belakang.


"Sini ikut ayah!"

__ADS_1


__ADS_2