
Hari berlalu dengan cepat,bangun tidur bangun tidur eh sudah sampai pada Minggu ketiga di bulan Juli.
"Dek...jadi kapan daftar kuliah?"
"Masih sibuk kak...nih si Wiwik baru punya anak kasihan dia kalau ditinggal,kan ibu baru suka teledor takutnya anak-anaknya mati keinjek kakinya?" ucapnya sengaja mengulur-ulur waktu sambil terus mengawasi pergerakan kaki Wiwik yang mengais tanah mengajari anak-anaknya mencari makan...ayo coba tebak Wiwik itu siapa?
"Yah...yah...tu kan bener gimana sih Wik anak mu sampe terjengkang makanya anakmu suruh mundur dulu biar kaki mu gak kena mereka...isy...gak bisa jagain anak..." omelnya sama ayam sambil membantu anak ayam untuk berdiri tegak.
"Kasihan banget kamu!" Mita mengelus anak ayam itu.
Dani menghela napas,bukannya mengurus dirinya malah sibuk sama si Wiwik...dasar kurang kerjaan pikirnya.
"Dek...jangan suka sembarangan ngasih nama...masak ayam dikasih nama Wiwik sampe ada orang yang namanya sama kaya ayam kamu pasti ngamuk...yang masuk akal dong kasih nama..." sungut Dani sebal,sudah berulang kali diberi tahu tetap keras kepala.
__ADS_1
"Terlanjur kak dia sudah terbiasa dipanggil Wiwik nanti dipanggil lain mana mau dia..." Dani menggaruk kepalanya frustasi,terus-terusan ngomong sama Mita soal ayam bernama Wiwik dia ikutan sama gilanya seperti Mita.
"Bingung-bingung...dipotong aja terus digoreng jadi gak perlu susah-susah mikirin dia gak mau dipanggil nama lain." jawab Dani asal saking jengkelnya sama Mita.
"Kakak ih...Wiwik,ayam kesayangan aku masak mau dipotong terus digoreng...tega banget kamu kak..." Mita mencak-mencak sambil melotot marah.
"Terus gimana sama anaknya...mereka bakalan jadi anak yatim piatu kalaupun punya bapak mereka gak tahu ayam jago mana bapaknya karena ibunya gak ngasih tau..." ucapnya sedih. Semakin tidak masuk akal,ayam mana mengerti begituan. Namanya ayam betina ketemu ayam jago,cocok langsung dikawini,bertelur terus punya anak,mau bagaimana lagi coba?
Ya elah segala Wiwik ayam betina,anak dan bapak ayam jago dipikir,mungkin nanti anak-anaknya Wiwik juga diberi nama,bener-bener menyebalkan.
Selesai mengurus ayam,Mita mencuci tangan sampai bersih berencana ikut sarapan.
"Kakak sarapan sama apa?" tanya Mita sambil melihat ke piring Dani.
__ADS_1
"Sama ayam..." jawab Dani sewot,masih menyimpan marah terhadap adiknya.
"Kok gitu sih?" gerutu Mita sambil cemberut,agaknya dia juga ikut marah. Dia merasa kakaknya berlebihan menanggapi tentang Wiwik.
"Kakak gak mau tau besok kamu harus daftar kuliah sayang beasiswanya...! ucapnya tegas setengah melotot tidak menerima penolakan.
"Gak mau..." tolak Mita keukeuh sambil melengos kesal. Dani menarik napas.
"Kenapa sih gak mau nurut?" Dani mencoba bersabar.
"Aku gak mau kakak capek terus sakit lagi...sudah cukup yang kemarin mulai besok sementara aku gantiin kakak kerja biar gak dipecat." Mita memutuskan secara sepihak dan langsung pergi menghindari kakaknya setelah mengambil makanan untuk dirinya sendiri.
Di ruang tamu ia merenung sedih,merasa bersalah telah bersikap kasar dengan kakaknya. Itu karena Dani yang terus memaksanya untuk daftar kuliah jadi dia lepas kendali.
__ADS_1
"Ya Allah ampuni aku yang sudah bersikap kasar pada kak Dani."