
Mita POV
"Ayo turun Ma!" sudah sampai ke tempat yang kami tuju,sebuah restoran elit rupanya. Ihihihi dari sekian banyaknya kendaraan yang terparkir semuanya mobil kecuali kami sendiri yang mengendarai motor,pantas saja mama keukeuh tadi maunya naik mobil jadi ini alasannya,ma lu.
Dan lihat orang yang keluar dari mobil,tampilan mereka kece badai,keren abis yang laki maupun yang perempuan eh pake foto selfi langsung mengetik sambil senyum-senyum sendiri lalu tersenyum puas,aku perkirakan diunggah ke medsos.
Tanpa sadar aku terus memperhatikan beberapa orang lewat yang ternyata melirikku dengan tatapan sinis. Ini nih kacang lupa sama Tuhannya,mereka pikir apa yang mereka miliki sekarang atas upaya sendiri,bisa membuat mereka menembus langit ke tujuh sampai segitunya memandang rendah ke orang adeeh kaya yang gak bisa mati saja ahh astaghfirullahaladzim begini nih komentar gak pake mulut tapi pake hati sama pikiran tetep saja dihitung dan dicatat sama malaikat Roqib dan Atid ya Allah susahnya menjaga akhlak semoga Allah mengampuni salah dan dosaku yang barusan lillahi ta'ala aku memohon ampun aamiin sambil meraup muka.
Tahu gak....rasanya kaya yang berdosa,bersalah banget telah kembali melakukan perbuatan dosa untuk yang ke sekian kalinya hufttt....
Aku bingung sama diriku sendiri kenapa yah selalu jatuh ke lubang yang sama sudah tahu salah kok terus dilanggar berusaha bertahan diposisi aman tapi seperti ditarik supaya berbuat dosa,inilah bukti setan gak pernah lengah untuk menghasut manusia sedangkan manusianya sendiri selalu lengah.
"Mama...." panggilku sambil menoleh. Aku terkejut melihat ekspresi mama yang sangat kesal.
"Apa?" jutek amat suaranya.
"Tahu kan gimana situasinya....kan mama sudah bilang pake mobil kamu maksa pake motor." ucap Mama ketus dengan muka mengerut kesal. Ujian lagi aku hanya bisa menarik napas mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari mama,menyakitkan sih tapi aku mencoba bersabar. Jangan marah bagimu surga,kalimat ini sering kali menguatkan diriku.
"Ayo pulang!" masih ketus juga ngomongnya. Ya Allah dekatkan hamba dengan kesabaran-Mu karena hati ini mulai terombang ambing antara kesal,mau marah dan kecewa.
"Gak usah masuk ke dalam daripada malu-maluin....kesel mama tuh belum juga masuk tapi udah kerasa malunya." ya Allah kok makin ganas begini rasanya pengen nangis,diomelin sama calon mertua ternyata jauh berbeda kaya yang gak dihargai.
"Kamu juga pake baju kaya begitu....kelas rendahan banget,murahan." ya Allah serasa ditembak dengan ribuan jarum. Dadaku terasa sakit sakiiit sekali,ya Allah ujian hari ini terasa sangat berat astaghfirullahaladzim. Aku jadi kepikiran gimana kalau aku sudah sah jadi istri putranya otomatis jadi mantu apa akan lebih dari ini perlakuannya? Apa dibatalin aja nikahnya daripada makan hati begini tapi kan sudah didaftarin ke KUA gimana sih? Yah yah kok jadi makin ngelantur dan ke mana-mana mikirnya huftt.....ya Allah setiap detik ujian selalu terselip keraguan dan prasangka buruk.
Ku gelengkan kepala kuat berusaha menghilangkan pikiran buruk sambil mengingatkan diri,rasa sakit didunia belum seberapa dan masih bisa ditahan tapi sakitnya dibakar dalam api neraka mungkin tidak akan bisa aku tahan.
"Ya kita pulang." akhirnya mengalah daripada mama terus mengomel pedas sama saja menyakiti diri sendiri. Aku keluarkan motor,menyalakan mesinnya dan tiba-tiba saja ada yang memanggil nama mama....
__ADS_1
"Jeng Tita...." kepala seorang wanita seumuran mama melongok dari jendela mobil yang tengah melewati kami dengan dadah-dadah,gayanya juga terlihat kaya yang sengaja meledek.
"Ya ampun jeng pake motor? Ke mana mobilnya?" ucapnya bersuara manja sambil turun dari mobil dan menarik kacamatanya ke atas seperti sekalian dijadikan bando dirambut.
"Terus ini siapa? Tukang ojeg ya?" tunjuknya padaku terus nyerocos tanpa mengenal rem bahaya banget kalau gak bisa jaga hati sedangkan muka mama sudah merah padam antara malu bercampur marah tapi tidak bisa berbuat apa-apa,melirikku sekilas dengan wajah tegang campur bingung.
Ya Allah aku memohon petunjuk dari Mu untuk menghadapi ini semua,tarik napas panjang lalu hembuskan pelan.
"Maaf....ban mobil ibunya tadi bocor pas saya lewat jadinya memberi tumpangan nganter sampe ke sini." ucapku santai,terpaksa berbohong lagipula aku gak mau bikin Mama makin malu dan kesal gak baik buat kesehatan untuk seumuran mama. Ku lirik mama tampak bernapas lega. Ada sih sedikit rasa ngilu dihati ketika melihat reaksi muka mama yang seperti malu dengan keadaanku sekarang tapi mau bagaimana lagi beginilah hidup penuh dengan warna warni antara baik dan buruk,keduanya pun termasuk ujian.
"Ada apa?" beberapa wanita tampak turun dari mobil tadi satu dua tiga empat....dan masih ada lagi yang barusan lewat sambil menyapa say hello....
"Ini tadi katanya mobilnya jeng Tita bocor bannya terus ditebengin sama ini anak." aku disebut anak gak salah?
"Terus kamu mau pulang?" tanyanya lagi,pasti tahulah aku mau pulang sudah nangkring diatas motor.
"Jangan dong ayuk deh saya traktir makan,belum pernah kan masuk ke restoran mewah mumpung saya lagi baik banget dan kamu harus bersyukur karena saya kagum sama kamu yang masih muda tapi suka menolong....langka dizaman sekarang dan perlu diapresiasi." bertanya tapi gak butuh jawaban jadi percuma aku ngejawab.
"Ayok!" ditariknya tanganku setelah kembali memarkir motor tapi ku tahan dan ku lihat Mama terdiam seperti yang keberatan aku ikut. Aneh seingatku kemarin mama merengek minta aku temenin tapi sekarang keberatan,bingung aku jadinya.
"Maaf....saya tidak bisa ikut masuk saya lupa masih ada kerjaan." kilahku untuk bisa terlepas dari paksaan ini.
"Anak ingusan kaya kamu punya kerjaan boong yah?" yah ngeremehin dan apa tadi katanya anak ingusan,dikiranya aku anak ABG apa?
"Udah ayok kapan lagi bisa masuk ke restoran mewah rugi kamu entar." dikepitnya tanganku sambil ditarik kuat. Kutatap mama meminta pertolongan untuk dibebaskan tapi mama seperti tidak peduli.
Akhirnya aku hanya bisa pasrah dan terpaksa ikut duduk sambil mengamati sekitar yang nuansanya jauh berbeda dari restoran mas Yahya,lebih mewah.
__ADS_1
Wanita tadi langsung memanggil pelayan restoran lalu sibuk memilih menu sambil tertawa senang bersama teman-temannya yang lain berbeda dengan respon mama yang hanya tersenyum tipis dan menjawab "samain aja" pas ditanya mau pesen apa? Kok aku ngerasa bersalah begini yah serasa dijadikan beban tahu begitu dari awal aku tolak.
"Jeng Tita kenapa kok mukanya tegang?" salah satu dari mereka bertanya dengan senyum penuh arti dan mama hanya membalas tersenyum tipis.
"Tenang kami gak marah kok barangnya dikembalikan asal uang yang sudah masuk gak diminta." aku hanya menyimak mereka yang terus berinteraksi dengan ekspresi yang saling menjatuhkan kalau aku lihat sambil tertawa-tawa seperti yang dibuat-buat kaya buah jambu yang dari luarnya terlihat cantik mengkilap dalamnya sudah busuk. Aku gak suka ini aku jadi berkomentar buruk tentang yang kulihat,mau gak komentar juga sulit soalnya didepan mata astaghfirullah.....lebih baik sibuk main hp lihat ke grup sekolah siapa tahu ada kabar penting.
"Hei dek....kamu mau pesan apa?" tiba giliran aku ditanya mau pesan apa dan aku gak tahu mesti pesen apa.
"Oke deh saya pilihin menu istimewa buat kamu biar jadi kenangan seumur hidup." ya Allah apa lagi ini?
"Umur berapa kamu?" sambil memperhatikan ku dalam.
"Dua puluh satu." mereka terlihat kaget.
"Ah gak mungkin boong yah masih kinyis-kinyis begini anak saya yang baru SMA lebih dewasa mukanya dari kamu." ucapnya tidak percaya. Aku hanya mesem,terserah kalau gak percaya juga.
"Mana KTP mau lihat." ya sudahlah nurut aja daripada mereka penasaran.
KTP aku seperti bola bergilir dilempar sana sini untung gak punya otak bisa pusing lah. Dari tadi melihat ke KTP terus ke muka aku seperti itu terus sambil berpikir lalu berhitung.
"Ya ampyun jadi beneran umur kamu dua puluh satu....masih gak percaya kaya masih anak SMA." rupanya tadi menghitung umur aku,aneh.
"Itu kulit kamu aseli putihnya?" aku mengernyitkan dahi bingung,kalau bukan asli terus pemutih gitu.
"Iya asli." jawabku pendek.
"Kamu gak pernah pake make up?"
__ADS_1
"Pernah." hanya itu jawaban ku malas menambahkan lagi.
"Rahasianya apa?" dititik ini aku bengong,rahasia apa maksudnya????