Jodoh Di Awal

Jodoh Di Awal
Bab 36 Iya...


__ADS_3

Yahya tiba-tiba teringat sesuatu,ia bergegas ke ruangan rawat Dani takut anak-anak membocorkan informasi tentang tawaran beasiswa untuk Mita tadi lupa memperingatkan anak-anak untuk tidak bicara soal itu didepan Dani.


"Assalamu alaikum..." langsung kena tembakan laser dari mata Mita,pasti sudah bocor pikirnya. Dia balas menatap sayu sebagai isyarat permohonan maaf.


"Walaikum salam..." jawab semua orang diruangan itu yang tidak menyadari interaksi diantara keduanya.


"Nih...orangnya yang ngomong!" Ita main tunjuk pada Yahya dengan tidak sopan langsung ditepis Mita.


"Turunin itu jari...gak sopan!" tegurnya lemah sambil menarik napas.


"Beneran dek?" tanya Dani sambil mengulas senyum,dia ikut bahagia untuk adiknya. Mita mengangguk lemah.


"Jangan dibahas sekarang fokus sama kesehatan kakak dulu!" nasi sudah jadi bubur percuma mau menyalahkan orang kalau memang Allah mengizinkan berita itu didengar sama kakaknya,lilo legowo hidup mau membawa ke mana,berusaha yang terbaik saja pikirnya.


"Kamu capek ya...nih tadi aku bawain makan,dimakan ya!" melihat muka lelah dan sembab Mita,Beny mendekat lalu mengacungkan kotak sterofom pada Mita.


"Nih aku juga bawain cemilan tadi beli dikantin rumah sakit!" Alif keceplosan menyebut kantin rumah sakit,sambil memberikan kantong kresek ditangannya. Yahya melongo,dia dikadalin sama mereka.


"Dasar Playboy cap komodo...menjilat cewe dengan makanan ngomong beli padahal habis ngerampok orang...pantesan totalnya sejuta lebih ternyata kelakuan kalian,seneng banget ngabisin duit saya...!" sindir Yahya mencemooh sambil menepuk pundak Alif dan Beny yang nyengir sedangkan yang lain cekikikan.


"Gak modal baget jadi laki...deketin cewe cari gratisan." Yahya mendengus sebal. Ita yang juga sama langsung mundur paling belakang,memasukkan Snack ke dalam tasnya secara sembunyi-sembunyi tidak jadi memberikan ke Mita.

__ADS_1


Selama itu Mita hanya menyimak karena merasa tidak tahu apa-apa.


"Ada apa sebenarnya?" tanya Mita sambil mengernyit heran.


"Tadi pas mau ke sini disuruh balik sama pak Yahya terus diajak ke kantin katanya kak Dani lagi dipriksa dokter..." jelas Ade salah satu teman sekelasnya. Mendengar itu Yahya membeku,didalam hati berdoa semoga Mita bisa bekerja sama.


Mita mengernyit lalu mengerjapkan mata ingat jika saat itu dia sedang sedih dan lagi-lagi Yahya mengantisipasi keadaan secara bijak. Mita tersenyum samar ke arah Yahya yang dibalas senyuman lega.


"O...iya tadi memang ada dokter yang ke sini..." jawabnya singkat,bingung juga mau alasan apa?


"Tapi gak tahu kalau ternyata makhluk berdua ini bawa gituan niat ngasih ke kamu,malu-maluin aja..." sahut Bejo ikutan kesal,Mita merasa tidak enak pada gurunya jadi korban pemerasan oleh teman-temannya.


"Habis berapa duit pak...pasti banyak ya secara makanan rumah sakit pasti higienis kan,mahal...?" Wawa bicara sambil mengeluarkan ujung lidahnya seolah sedang menambahkan sensasi berbeda dari sebuah kata 'mahal'. Mita jijik melihatnya lalu mendengus sebal begitupun dengan yang lain.


"Najis gue dengernya...belajar jadi cewe gak bener lu ye?" sahut Beny...eh malah melantur ke mana-mana ngomongnya.


"Aduh...ini anak pada ngomongin gituan...sudah-sudah malu didenger sama orang." Mita berusaha menengahi obrolan yang tidak bermanfaat.


"Habis berapa pak?" tanya Mita penasaran,dia jadi merasa bersalah dengan sikap teman-temannya.


"Habis berapa pak?" tanyanya lagi tapi Yahya enggan menjawab,sedekah mana boleh digembor-gemborkan riya' jadinya pikirnya.

__ADS_1


"Bukan masalah banyaknya tapi malunya itu...totalnya gak sesuai sama duit tunai didompet,seumur-umur baru kali ini saya ngutang ke orang." jawab Yahya cemberut sedangkan si biang kerok senyum kambing sambil garuk kepala. Mita yang tadinya serius jadi tertawa melihat muka Yahya yang memerah menahan malu.


"Lain kali tahu diri dong...dikasih gratis tapi ngerjain itu namanya..." sambung Yahya melirik lalu melengos kesal.


Demi Allah,Mita baru tahu jika guru satu ini yang terkenal dengan sikap cool dan pembawaan tenang bisa terlihat lucu dan kekanakan kalau sedang kesal. Dani dan Mita yang menyimak jadi menunduk sambil menahan tawa.


"Assalamu alaikum...wah tamunya banyak...permisi ya pasien mau dipriksa dulu!" Yahya melotot kaget melihat kedatangan dokter yang tiba-tiba. Mereka ber25 saling pandang sambil mengernyit bingung.


Berbagai pertanyaan langsung memenuhi otak mereka yang merasa telah tertipu dengan alasan Yahya. Mereka langsung menatap Yahya bersamaan,meminta penjelasan.


Sedangkan Yahya begitu tenang menghadapinya,tidak terlihat gugup ataupun takut sama sekali,dia sudah menyiapkan alasan berikutnya.


"Eheeem...dokter di sini kan banyak memang pagi biasanya juga diobservasi kan dok?"


"Iya..." jawab dokter Idris,ikut aturan main.


"Atau tadi salah masuk ruangan...iya kan Mita?"


"Iya...iya..." jawab Mita gelagapan,mereka menatap curiga mencium persekongkolan tersembuyi karena jawabannya iya-iya saja.


"Kalau begitu saya permisi sudah ditelpon sama Mama mau nganter shoping...cepat pulih mas Dani...assalamu alaikum...bye semuanya." Yahya langsung kabur secepat kilat.

__ADS_1


__ADS_2