
Yahya POV
"Lho....kita langsung ke rumah mama?" responnya pertama kali setelah aku bangunkan.
Efek dari rasa lelah baru sebentar perjalanan istriku sudah terlelap langsung ku tarik kepalanya supaya bersender dipundakku. Tidak aku hiraukan Alvian yang terus memperhatikan kami dari kaca depan dan dengan sengaja aku cium kening istriku sambil menahan tawa,sengaja membuatnya iri. Dia melengos.
Aku sudah mewanti-wantinya untuk berjalan dengan kecepatan sedang supaya istriku bisa tidur lebih lama dimobil dan saat bangun tidak mengeluh pusing. Kebiasaan orang ketiduran dalam perjalanan karena kelelahan kan pusing saat dibangunkan mendadak. Akibat dari perintah ku,dia mengomel panjang tapi tetap menjalankan perintahku namun tidak aku hiraukan. Anggap saja angin lalu.
"Sekalian pulang ke sini....hemat tenaga." hanya itu jawabanku.
Aku lihat nyawa istriku belum kembali sepenuhnya,tampak berusaha membuka mata lebar tapi seperti kembali ingin terpejam.
"Jadi dari tadi aku ketiduran?" tanyanya kemudian menutup mulut karena sedang menguap sambil mengerjakan mata.
"Hmm....apa mata kamu terasa berat?"
"Mau aku gendong sampai ke dalam rumah?" penawaran yang sangat menguntungkan untukku,bisa semakin membangun kedekatan diantara kami berdua. Dia malah berdecak sebal dengan ekspresi malu-malu sambil melirik ke arah depan tempat Alvian berada. Aku terkekeh,suka sekali melihatnya malu-malu seperti ini.
"Buruan keluar dari mobilku." suaranya terdengar sangat kesal dan seakan sengaja mengusir kami keluar dari mobilnya.
"Mau pulang nih....ngantuk." Mita seperti yang kaget dan terlihat tidak enak hati.
"Maaf ya kalau kami ngerepotin mas Alvian." rese ini anak bikin istriku gak enak hati.
"Ya sama-sama." giliran ngomong sama istriku dia lemah lembut sambil senyum,kurang **** ini anak bisa-bisanya menggoda istriku.
Aku gak mau berhutang budi padanya,ku keluarkan dua lembar seratus ribuan ke dalam saku bajunya yang sebetulnya dia tolak tapi aku paksa....
"Buat ganti uang bensin." ucapku seenaknya dan dia makin emosi,mendengus kasar.
"Kamu anggap aku apa?"
"Aku bukan orang miskin sampai gak bisa beli bensin." teriaknya kesal sambil melempar uang pemberianku keluar mobil.
"Ya Allah....uang kok dibuang gak bersyukur ini namanya." istriku memunguti uang itu dan diserahkan pada Alvian sambil berkata....
"Maafin sikap mas Yahya yah kalau menyinggung perasaan mas Alvian." untuk apa juga istriku berkata semanis itu,dia akan merasa diatas angin karena serasa dibela.
"Tolong diterima yah....maaf sudah ngerepotin mas Alvian malam-malam." gawat istriku kelewat baik bisa-bisa dimanfaatkan.
"Iya gak pa pa....aku gak ngerasa direpotin sama kamu." dasar buaya bisa aja ngegombalnya. Kesal juga melihatnya kecentilan sama istriku.
"Yuk kita masuk rumah! Udara diluar dingin nanti kamu masuk angin." sudah waktunya membawa istriku pergi dari hadapannya.
"Gak diajak masuk mas Alvian nya kan sudah bantuin kita." istriku terlalu sopan menghadapi anak kampret itu. Dan dia memanggil Alvian dengan sebutan "mas" aku tidak rela. Dia menyamakan panggilan kami lalu apa bedanya aku suaminya dengan Alvian yang orang lain baginya. Ini tidak bisa aku terima,akan aku pikirkan panggilan apa yang pantas untukku biar berkesan.
"Kamu denger sendiri kan tadi dia bilangnya mau pulang....ngantuk."
__ADS_1
"Mas kenapa sih begitu banget sama saudara sendiri?" protesnya.
"Bisa kan basa basi setidaknya menawarkan minuman hangat dicuaca dingin."
"Berbuat baik sama orang yang sudah memberi bantuan bukan dengan memberikan uang bisa dengan cara menghormatinya,bertutur kata yang baik." kalau urusan bersopan santun memang istriku ahlinya.
"Ya maaf biar aku suruh dia masuk seperti keinginanmu....sayangnya dia sudah pergi." saat menoleh ke belakang rupanya mobilnya sudah tidak ada.
"Hmm....mas Yahya kaya gak ikhlas." dia berjalan mendahuluiku yang langsung aku kejar.
"Kamu marah?" dia menggeleng lemah.
"Rugi....terserah mas Yahya yang penting sebagai istri kewajiban ku mengingatkan,dosa ditanggung masing-masing." ucapnya datar lalu menarik napas. Aku termenung memikirkan ucapannya barusan,ternyata rasanya gak nyaman dihati bikin istriku kecewa sama sikapku.
Dalam sejarah kehidupan baru kali ini pulang ke rumah dipagi buta bersama istri tercinta. Cukup lama diluar pintu karena Mama gak terbiasa bangun pagi jadi musti nunggu Mama bangun dan membuka pintu.
"Kalian...." Mama kaget melihat kedatangan kami yang tiba-tiba.
"Mama masih gak percaya tadi denger bel rumah bunyi takutnya orang gak dikenal,kalau bukan ditelpon sama Yahya mungkin gak mama buka pintunya." jelas mama sambil tersenyum kecut.
"Assalamualaikum mama...." punya istri baik langsung salim sama mama mertua.
"Waalaikumsalam....kalian kok pagi- pagi sudah ke sini." aku ikut salim sama mama,ini juga kebiasaan ku semenjak mengenalnya dulu belajar hormat sama orangtua.
"Kami habis dari rumah sakit."
"Assalamualaikum papa...." Mita kembali salim pada papa yang langsung ku ikuti.
"Waalaikumsalam....ya sudah kalian istirahat semalam gak tidur kan?" papa mendengar percakapan kami ternyata jadi mempersilahkan kami istirahat.
"Nanggung papa sudah pagi." tolak istriku sambil menggeleng.
"Sudah azan subuh belum sih mas?" tanyanya,mengarahkan pandangan padaku.
"Sudah pas kita masih dimobil." dia mengangguk lalu mengedarkan pandangan mencari letak jam dinding.
"Tadi kalian ke sini naik apa?" tanya mama heran.
"Aku suruh Alvian jemput kami." Mama dan papa hanya mengangguk-angguk.
"Waduh mas sudah jam setengah lima kita belum sholat ayo buruan kita sholat berjamaah takutnya gak sempet dicatat sama malaikat Raqib keburu naik ke langit laporan sama Allah." dia terlihat panik. Yang satu ini aku belum pernah mendengarnya.
"Nanyanya nanti aja udah gak ada waktu."
"Papa sama Mama sudah sholat subuh?" tidak ada jawaban dari mereka karena memang papa tidak pernah sholat sedangkan mama sudah mulai belajar sholat walaupun masih bolong-bolong.
"Mau ikut sholat berjamaah?" tawar Mita. Mama dan papa saling berpandangan lalu mengangguk.
__ADS_1
Setelah semuanya berwudhu kembali terjadi masalah,mama masih harus mencari mukena yang lain untuknya didalam lemari tentu saja memakan waktu lebih lama dan terlihat istriku berusaha menyabarkan diri.
"Begini saja....mama duluan sholat berjamaah sama mas Yahya dan papa aku belakangan." Mita memberikan solusi terbaik daripada terus mengulur waktu.
"Buruan mas!" ucapnya tidak sabar sambil melihat ke arah jam dinding.
Aku berusaha memusatkan pikiran tertuju hanya kepada Allah. Belajar untuk tidak membuat kesalahan saat menjadi imam sholat sampai gerakan terakhir yaitu salam. Mama segera melepas mukena untuk diberikan pada Mita yang dengan cepat sudah selesai mengenakan. Kami bertiga hanya menyimak setiap gerakan Mita sampai dia selesai dengan sholatnya.
"Alhamdulillah...." ucapnya selesai salam lalu bernapas lega.
"Sudah zikir?"
"Belum....nungguin kamu." dia hanya mengangguk.
"Mas agak keras supaya papa sama mama sekalian hafalin."
"Ya." jawabku.
Zikir dimulai dengan bacaan....
"Astaghfirullahaladzim....alladzi la illaha illa huwal hayyul qayyumu wa atubu ilaih...." dilanjutkan dengan membaca ayat kursi,memuji Allah dan terakhir membaca doa yang diaminkan semua orang.
Mengulurkan tangan untuk salim padaku,pada papa terakhir mama. Sekarang waktunya sesi bertanya....
"Dek...aku masih penasaran sama yang tadi."
"Belum pernah dengar soalnya."
"Yang malaikat Raqib?" aku mengangguk.
"Aku pernah dengar tausiah pak ustad kalau sholat subuh mesti segera dilaksanakan karena setiap pagi sehabis subuh malaikat Raqib akan menghadap Allah menyerahkan catatan amal kebaikan setiap orang."
"Terus kalau malaikat Raqib menghadap Allah memang sudah ada gantinya."
"Insya Allah ada." jawabnya sambil mengangguk.
"Apa itu berarti malaikat Raqib itu banyak,setiap orang dijaga satu persatu?"
"Insya Allah....karena setiap orang akan dijaga malaikat Raqib yang akan mencatat amal baik dan berada disisi kanan,malaikat Atid mencatat amal buruk dan berada disisi kiri."
"Mereka tidak lengah dengan tugasnya,dosa dan amal kebaikan sekecil apapun insya Allah akan dicatat makanya kita mesti berhati-hati dalam bertindak bahkan apa yang terpikir diotak akan dicatat termasuk apa yang ada dihati....subhanallah maha suci Allah." jelas Mita.
"Ini kan sulit dek."
"Iya....tapi kudu belajar."
"Kalau sadar melakukan kesalahan segera istighfar mohon ampun bisa jadi sisanya tercatat tapi diampuni dengan permohonan maaf kita."
__ADS_1
Begitu banyak ajaran agama yang belum aku ketahui yang nyatanya harus aku pelajari dari istriku. Mungkin ini alasannya kenapa sebagai manusia biasa kita gak boleh merasa paling benar dan paling hebat seperti kata pepatah diatas langit masih ada langit dan selalu ada kekurangan dalam diri setiap orang. Jika ada yang marah saat diingatkan artinya orang itu sombong.