Jodoh Di Awal

Jodoh Di Awal
Bab 74 Allah maha membolak-balikkan hati


__ADS_3

Mita POV


"Sabaaaar Bu...jangan marah bagimu surga!" sejauh ini aku hanya bisa mengingatkan dengan kajian dakwah yang pernah ku dengar dan kulihat diyutub. Aku berharap semoga Allah melembutkan hati Bu Indah yang tengah dilanda dahsyatnya api kemarahan. Melihat kemarahan Bu Indah sungguh menakutkan bagiku seperti diingatkan dengan adegan sinetron orang paruh baya yang marah dan berakhir terkena penyakit jantung atau strok.


"Hidup itu ujian dan pilihan mau dibawa ke mana masa depan kita,neraka atau surga?" ucapku lancar dengan mata menerawang jauh seperti sedang melihat kilas balik kehidupan ku sebelumnya.


"Mendengar sesuatu yang gak mengenakkan juga ujian,gimana caranya menghadapi? Apakah tetap sabar atau dengan kemarahan?" sambung ku pelan karena mengatakan ini sama seperti mengingatkan diriku sendiri akan setiap perbuatan ku.


"Inilah sulitnya meraih surga,ada banyak hal yang harus dilalui. Gak hanya ilmu dasar harus sholat,ngaji atau sedekah,akhlak juga sangat berpengaruh dan dibelakang kita ada malaikat Raqib dan Atid yang akan mencatat semua perbuatan baik dan buruk kita." pikiranku seperti berputar antara sedang mendengar ceramah pak ustad dan mengingat setiap perbuatan ku dari kecil sampai dewasa yang memang benar bahwa selama ini aku hanya tahu tentang agama hanya poinnya saja belum bisa mendalami.


"Sudah sholat lima waktu tapi masih suka marah itu berarti gak paham artinya sholat."


"Ngaji Al Qur'an sampai hafal dapat pahala tapi kalau orangnya sombong,riya',berbangga diri,merasa paling hebat dan merendahkan orang yang belum hafal maka habislah pahala atau mungkin justru menimbun dosa...astaghfirullah." sambil geleng kepala karena aku menyadari bahwa sering sekali kemampuan yang ku punyai gak sadar diiringi dengan sikap sombong,riya,berbangga diri meskipun sedikit dan saat ingat langsung menyesal.


"Tahu terjemahannya tapi gak tahu maksudnya sama saja bohong,bisa jadi keblinger alias tersesat akhirnya berbuat dholim pada orang." tarik napas sebentar,rupanya capek ngomong panjang lebar begini.


"Tahu maksudnya tapi gak mengamalkan dalam hidup sehari-hari gak hanya percuma tapi juga dosa." hampir semuanya aku lakukan,berdosa banget aku. Ampuni aku ya Allah.

__ADS_1


"Nyatanya gak ada orang tua yang ingin anaknya sengsara tapi harus tetap diingatkan dengan lemah lembut bukan dengan memaksa. Jika diingatkan tetap gak nurut maka didoakan karena hanya Allah yang maha membolak-balikkan hati manusia."


"Jika seseorang tetap berbuat salah setelah diingatkan maka itu urusannya dengan Allah karena ketika seseorang sudah Akil baligh akan menanggung dosanya sendiri." capek berdiri dari tadi aku naik ke tempat tidur sambil selonjoran.


"Jika yang mengingatkan marah itu sudah termasuk merasa paling benar juga dosa."


"Dan yang diingatkan marah itu juga termasuk sombong dan merasa paling benar karena tidak mau menerima nasehat orang lain. Semua itu termasuk melanggar firman Allah." tenggorokan ku sampai kering,minum air dulu.


"Jika kita terus melakukan salah dan dosa dan gak memohon ampun maka Allah akan mengingatkan lewat musibah bisa penyakit atau yang lain." sambil menutup botol yang selesai ku minum airnya.


"Makanya ada yang sakit sampai gak bisa apa-apa tapi bilangnya ujian kata pak ustad itu sama saja menuduh Allah menzalimi hamba-Nya padahal dalam Al Qur'an menyatakan bahwa apapun yang kamu terima itu hasil dari perbuatanmu sendiri." jadi ingat sama sikapku dulu-dulu yang ternyata banyak salahnya ketimbang benernya atau lebih bisa dikatakan gak ada benarnya.


"Alhamdulillah...makasih!" ucapku senang sambil menjulurkan tangan.


"Jawab dulu!" dia langsung menyembunyikan dibelakang punggung tahu saja mau ku rebut.


"Dari yutub,acara siraman qolbu." jawabku kesal merasa dipermainkan,dia tersenyum sinis.

__ADS_1


"Kesal termasuk dosa gak?" eh ini jebakan untukku. Bingung,ini seperti senjata makan tuan. Tarik napas,mengingatkan orang tapi sendirinya sulit menjalankan.


"Dosa..." jawabku jujur sambil menunduk malu dan dia tertawa. Aku hanya bisa menarik napas lagi. Ini seperti teguran buat aku sendiri.


"Terus?" dia mulai memancing lagi.


"Mengingatkan tapi gak menjalankan juga dosa." jawabku sambil menunduk semakin dalam.


"Terus apa lagi?"


"Lihat sendiri diyutub aku laper sekarang!" menoleh ke arah Bu Indah rupanya beliau masih berpikir keras tentang yang ku jelaskan. Melihat ke arah Hafiz juga sama.


"Hp..." aku kembali menjulurkan tangan malah dikasih yang lain.


"Nih makan katanya lapar!"


"Rawon...!" Mataku langsung melotot kaget,gak percaya keinginan yang hanya ada dalam khayalan diijabah sama Allah.

__ADS_1


"Alhamdulillah...aku makan ya! Bisa kebetulan gini yah." ucapku senang sambil membuka bungkusan sterofom. Gak lupa baca doa makan dan langsung disantap hingga habis. Ku lirik kak Yahya meletakkan hp ku diatas nakas disebelah tempat tidur ku.


"Habisin dulu baru boleh pegang hp!"


__ADS_2