
Mita POV
Melihat kedatangan kak Dani membuatku sangat senang,aku merindukannya tapi aku sedih melihat kondisinya,badan kurus,muka kuyu dan tidak bersemangat hingga aku meledeknya yang kelihatan burik dan dia nyengir. Ada penyesalan dalam hatiku karena meninggalkannya.
Ku buatkan kopi hitam minuman favoritnya langsung diminumnya seperti tidak pernah minum kopi hitam,menyesakkan dada. Hanya secangkir kopi hitam saja membuatnya sangat senang,itu menandakan jika selama ini tidak terurus padahal punya istri.
Matanya berbinar saat melihat hidangan daging bumbu lapis kesukaannya,tanpa menungguku ia mengambil piring dan makan dengan cepat seperti tidak pernah makan.
Saat dia makan aku menyibukkan diri mencuci peralatan dapur yang kotor. Aku menyembunyikan kesedihan ku,tidak mau dia melihatku menangis atau dia akan semakin terpuruk.
Aku sadar setiap orang akan mengalami masa-masa sulit saat sudah memiliki pasangan tapi aku tidak pernah membayangkan jika kakakku akan semenyedihkan ini hidupnya. Inikah balasan dari Allah SWT atas perbuatannya???? jika iya insya Allah ini pengetahuan untukku juga.
Saat ini kami sedang berada diruang tamu tanpa emak tentunya,aku meminta emak untuk segera istirahat setelah mandi dengan air hangat yang telah aku siapkan.
"Ini aku mau nyicil hutang....satu juta." kak Dani memberikan uang satu juta ke mas Yahya yang langsung diterima.
"Maaf cuma satu juta." ucapnya dengan penyesalan lalu menarik napas.
"Gak pa pa." jawab mas Yahya.
"Ada apa kak?" aku tahu dia tidak baik-baik saja. Tampak lelah dan kurang istirahat. Terlihat jelas dia menanggung beban yang sangat berat.
Kak Dani enggan bicara dan terpaksa ku keluarkan bujukan....
"Ayolah kak....jangan simpan sendiri masalah kamu atau sewaktu-waktu akan meledak seperti bom waktu!"
"Setidaknya dengan membaginya padaku kakak bisa lebih plong." aku memandangnya lekat. Dia terlihat termenung lalu menarik napas berat.
"Aku ngerasa gak sanggup hidup dengan Nuri terpikir akan menceraikannya setelah anak kami lahir." mungkin ini ucapan keputusasaannya. Jika kak Dani memutuskan berpisah otomatis anak-anaknya akan ikut ibunya karena masih bayi perlu perawatan ibunya.
"Belum sebulan aku menitipkan ke orangtuanya dan mereka terus meminta uang."
"Aku bingung...." aku menarik napas panjang,sesuai dugaanku. Kak Dani memikul beban hidup sendiri tanpa ada yang membantu termasuk istrinya.
"Dokter mengatakan dalam kasus kehamilan bayi kembar biasanya akan lahir sebelum hpl. Maksudnya hari kelahiran. Jadi harus menyiapkan dana jika sewaktu-waktu harus dilakukan operasi sesar saat kondisi ibunya sedang tidak baik-baik saja." jelasnya dengan tatapan menerawang jauh.
__ADS_1
"Kemungkinan juga bayi akan terlahir secara prematur,akan diobservasi beberapa hari dirumah sakit plus biaya inkubator dan perawatan bayi. Pemulihan ibunya spasca operasi juga."
"Kebayang kan berapa biayanya?" cerita kak Dani dengan murung.
"Kan bisa pake BPJS kak." aku ingat pernah menyuruh kak Dani mendaftar BPJS kesehatan alasannya karena istrinya sedang hamil jaga-jaga siapa tahu bisa dibutuhkan nanti pas lahiran. Meskipun tidak bisa menanggung biaya sepenuhnya tapi lumayan bisa mengurangi biaya lahiran dan tambahan lain.
"Ah iya kamu bener....aku lupa." kak Dani nyengir sambil garuk kepala. Mukanya tidak semurung tadi setelah ada solusi lalu mengerutkan dahi tiba-tiba,ada apa lagi dengannya?
"Tapi aku lupa gak bayar." kak Dani terlihat bengong,aku hanya bisa menarik napas mendengarnya.
"Ya sudah besok bayar gih!"
"Banyak dek....tiga orang selama empat bulan sesuai kelasnya." ah iya aku lupa,anggota keluarga kami tiga orang,mendaftar BPJS kan harus satu keluarga sesuai kelas. Jika per orang seratus lebih kalau tidak salah atau mungkin sudah naik lagi,belum mengecek soalnya tinggal mengalikan tiga dikalikan empat bulan totalnya satu juta lebih. Aku belum tahu adakah segitu didalam dompet ku sekarang kalau dihabiskan mau makan apa tiap harinya,ditabungan juga mepet itupun untuk modal usaha,pusing.....apa aku harus cari tambahan? Kira-kira apa?
"Aku ada tabungan buat lahiran mungkin baru dapat empat juta....apa pake uang itu dulu?" sambungnya.
"Itu aku udah usaha banget dan bulan ini aku ketahuan sama Nuri,diambilnya juga....untunglah hanya yang bulan ini,bulan-bulan sebelumnya masih aman." mendengar cerita kak Dani aku jadi gimana begitu,ikut merasakan kesulitannya,serasa menemui jalan buntu terus.
"Stres banget aku mikirinnya....sudah lembur juga tapi kok rasanya tetep gak cukup." kak Dani merogoh sakunya mengambil dompet dan mengeluarkan isinya munculah uang tujuh puluh dua ribu.
"Sabar yah kak insya Allah ada jalannya." aku hanya bisa menghiburnya,tidak bisa membantu banyak karena kondisi kami hampir sama,habis-habisan.
Menoleh ke arah mas Yahya ku lihat mukanya juga sama sendu ah kami kaya trio Wek Wek bermasalah.
Aku tidak boleh seperti ini,seberapapun sulitnya hidup harus belajar menjalani dengan baik dan benar sesuai syariat Islam.
Aku tiba-tiba teringat dakwah seorang ustad dengan judul "Istri seperti ratu" dan aku ingat kesimpulannya.
"Kak....aku mau menceritakan isi dakwah dari seorang ustad yang sesuai sikap Rosul...." ucapku yakin,semoga ini bisa jadi pengetahuan untuk kami bertiga dalam menjalani hidup yang lebih baik.
"Seorang suami adalah imam bagi keluarganya yang berkewajiban menjaga keluarganya dari api neraka."
"Jika seorang istri sudah melewati batasannya maka suami harus bersikap tegas pada istrinya."
"Jangan karena takut suami diam saja,itu tidak boleh,sama saja suami mendukung kelakuan buruk istrinya kalau perlu pura-puralah untuk marah supaya istri menurut sama suami." ucapku dengan semangat penuh.
__ADS_1
"Itu yang berat dek....mana ada marah pura-pura kebanyakan marah beneran." komentar kak Dani lesu.
"Dengerin dulu kak!" aku tidak suka disela atau aku akan lupa kesimpulan dari isi dakwahnya.
"Jangan karena sayang,seorang suami mengerjakan kewajiban istri misalnya masak,nyuci piring,nyuci baju....bukan begitu menunjukkan rasa sayang suami pada istri. Biarkan istri bertanggungjawab pada pekerjaannya kecuali istri repot atau sakit,suami boleh membantu,Rosul juga seperti itu." kedua laki-laki didepanku nampak menyimak dengan baik. Lanjut......
"Jangan jadikan istri seperti ratu demi rasa sayang suami pada istrinya dengan menuruti keinginannya dan mau disuruh-suruh seperti pembantu,sama seperti merendahkan diri sendiri."
"Rasa sayang itu nafsu dan harus dicegah." ucapku sambil menggeleng kuat.
"Ketika istri hanya duduk dan bermalas-malasan maka suami berkewajiban bersikap tegas....suruh istri mengerjakan kewajibannya,suruh istri jangan malas karena malas itu sifatnya setan."
"Kalau sudah punya anak pun sama,jangan hanya anak yang disuruh mengaji istri pun juga karena itu tugas suami."
"Seperti kasusnya kakak....mbak Nuri sudah melewati batasannya,boroooos jadi kak Dani harus tegas."
"Dia mah banyak alasan,katanya buat beli baju bayi dan semua peralatan bayi." timpal kak Dani.
"Kalau gitu coba cek apa sudah beli peralatan bayi?"
"Aku gak tahu." aku gemes banget sama kak Dani,ini namanya dikadalin sama istrinya.
"Besok kalau ke sana jangan lupa nanya!" ucap ku tegas,kalau saja aku bisa pasti aku akan datang ke rumahnya dan aku cek sendiri. Sayangnya hati nurani ku menolak itu semua dengan dasar melanggar syariat agama,tidak sopan bersikap bar-bar dirumah orang.
"Aku belum berani ke sana kalau belum punya uang,mertua judes banget mukanya dijamin murka aku gak bawa uang." aku langsung lemes mendengarnya.
Tarik napas,hembuskan....tarik napas,hembuskan.....astaghfirullahaladzim.....serasa makin berat.
"Ok....mulai besok kak Dani bisa makan disini." hanya ini yang bisa aku bantu,kak Dani tersenyum lalu mengangguk.
"Insya Allah kalau ada waktu aku mampir." jawabnya optimis.
"Malam ini nginep yah." pintaku,sudah lama kami tidak bersama dan besok hari Minggu kak Dani libur kami punya waktu untuk sekedar ngobrol berdua. Kak Dani kembali mengangguk setuju.
Malam ini ditutup dengan kepulangan mas Yahya.
__ADS_1