Jodoh Di Awal

Jodoh Di Awal
Bab 88 Asal usul nama Ayam


__ADS_3

Semalam tidurnya nyenyak jadi pagi ini terasa segar. Melakukan peregangan sebentar lalu mulai membuat beberapa kue basah untuk dijual hari ini yang ia perkiraan akan ramai orang berdatangan.


Kemarin pula rupanya emak membuat sambel pecel dan rempeyek. Hari ini emak membuat gorengan,mengukus sayuran,niatnya untuk dijual hari ini. Wah ternyata emak punya skill bisnis, memanfaatkan peluang yang ada menjadi ladang usaha.


"Mak ini titipannya!" Pak Bowo membawa sekantong besar krupuk bakar entah dari mana belinya dan sambel pecel setelah mengintip isi ditas belanja.


"Dari mana belinya krupuk bakar?" tanyanya heran.


"Tetangga ada yang jadi pengepul kerupuk bakar." Mita bengong.


"Segini berapa pak?"


"Dua puluh ribu neng." Mita terkejut mendengarnya.


"Murah banget...bolehlah nanti beli banyak dijual lagi dibungkus agak kecil." otak bisnisnya langsung tancap gas.


Sekitar pukul tujuh pagi semua sudah tertata rapi juga berkat bantuan Dani. Habis subuh langsung gedor pintu kamarnya sambil teriak minta tolong menata lapak jualan dadakan yang direspon mencak-mencak dan bersungut-sungut.


"Mau bonus gede?" tawarnya sambil tersenyum penuh arti dan akhirnya Dani setuju langsung eksekusi atas perintah ibu komandan muda.


"Sudah selesai...." langsung cek ke depan dan dia tersenyum puas melihat hasilnya yang rapi maksimal. Kembali memerintah Dani dengan iming-iming bonus gede lagi membuatnya bertekuk lutut.


"Mau ke mana?" tanya Mita pada Dani yang sudah tampil keren sambil menenteng helm ditangannya.


"Keluar."


"Janjian?" Dani mengangguk sambil memasang helm dikepalanya.


"Sama pacar?" tanpa mendengar jelas Dani kembali mengangguk dan Mita melotot kaget.


"Pacar?" ulangnya meyakinkan. Dani baru paham dan tersentak kaget,salah merespon langsung gelagapan.


"Eeeenggak...beneran enggak janjian sama temen aku tadi asal angguk" jawabnya takut-takut pada Mita yang menatapnya curiga.


"Gak boleh keluar bantuin aku hari ini!" ucapnya tegas.


"Haaah..." Dani melongo.


"Gak bisa dibatalin mau nengokin...e...e...temen sakit yah nengokin temen sakit dirumah sakit." Dani memikirkan alasan yang tepat,jelas sekali berbohong pakai banyak alasan.


"Batalin nanti sore jenguk sama aku sekalian bawa buah tangan. Nengokin orang sakit kok gak bawa buah tangan. Lihat gaya kakak,keren kaya mau ngemol." cibirnya dengan muka sinis. Dani tersenyum kaku.


"Wangi lagi parfumnya,gaya banget sekarang!" sindirnya sambil mengelilingi Dani dan mengendus-endus.

__ADS_1


"Aduh...kepalaku pusing dek mau istirahat!" Dani pura-pura memegang kepalanya dengan gugup,takut ketahuan lagi. Ketahuan akting palsunya.


"Beneran sakit kepala?" balasnya mengejek.


"Iya nih sakit tuing tuing..." dengan ekspresi sempurna.


"Jangan bohong yah entar sakit beneran lho...ucapan adalah doa!" sindirnya. Dani diam saja,mukanya terlihat bingung.


"Ok...mana kunci kamar nanti ku kunci dari luar biar istirahatnya gak keganggu." Mita mengacungkan tangannya. Matanya terbelalak,tidak menyangka adiknya akan senekat itu. Berniat menguncinya didalam kamar,kebangetan.


"Mau pilih mana istirahat dikamar atau dapat bonus?" Mita memainkan alisnya menawarkan perdamaian yang adil. Akhirnya Dani mengalah. Masuk ke kamar,ganti baju dan mengirim wa pada Nuri,gadis yang menakhlukkan hatinya saat ini,menggagalkan acara nge date mereka.


"Punya adik asyeem banget,nyebelin." gerutunya didalam kamar.


Begitu ke depan sebuah motor tossa masuk ke halaman rumah dan satu orang sedang menurunkan kelapa muda diteras berdekatan dengan meja jualan. Dani melongo.


"Dek...kamu mau jualan kelapa muda juga?" Mita membalas dengan anggukan.


"Terus siapa yang motong kelapanya?" Mita menengok ke arah Dani sambil tersenyum jahil.


"Jangan katakan kakak yang....!" Mita kembali mengangguk yakin. Dani syok.


"Kamu gila yah aku mana bisa!" teriaknya kesal.


"Anggap aja olahraga biar kekar lengannya kaya aderai,biar cewe-cewe makin klepek-klepek sama kakak. Kak Dani gak nyadar itu lemak dimana-mana,pipi makin tembem harus sering olahraga. Ini perut juga berlemak nih...kerasa kaya mentul-mentul." Mita menekan-nekan perut kakaknya yang langsung ditepis.


"Yeay...dikasih tau juga entar gak kerasa lama-lama gendut terus melar bingung sendiri. Sekarang ini aku bantuin biar cepet kurus bukannya trimakasih malah ngomel." gerutu Mita.


"Tenang ada aku......yang selalu mendoakan keberhasilan mu hahaha......" sahut Hafiz dari sebelah,menertawakan penderitaan Dani yang mendengus kasar.


"Sudah jangan diladeni ambil pisau besar dibelakang kalau gak tahu nanya pak Darman atau pak Bowo."


"Iya...." jawabnya lalu beranjak pergi dengan langkah malas.


"Yang semangat dong jadi laki-laki. Calon kepala keluarga,calon imam dan pemimpin rumah tangga kok letoy harus diasah kekuatan sejatinya." Mita tertawa sendiri,dia berubah menjadi sangat cerewet.


"Makin capek makin banyak bonus!" Mita kembali mengiming-imingi dengan bonus. Hafiz semakin terbahak.


Sebelum memulai kegiatan hari ini Mita menyempatkan diri menghadap sang ilahi Robby,sholat Dhuha dua rakaat,membaca zikir,memohon ampun atas dosa-dosaya,meminta dijaga imannya dan terakhir mengaji beberapa ayat.


Setelah itu baru menghadapi kenyataan hidup langsung disambut Adnan dengan muka datarnya. Mita menghela napas panjang. Memang tidak enak melihat yang asyem-asyem,membawa mood buruk. Eh tapi tunggu ada bayi laki-laki digendongannya yang memainkan tangan mungilnya sembari terkekeh lucu. Senyumnya langsung merekah.


"Assalamu Alaikum....!" sapanya pada si bayi yang langsung menatapnya takut seperti ingin menangis,mulut kecilnya mulai menyek-menyek dengan genangan air dimata.

__ADS_1


"Eh...maaf maaf adek takut yah cup cup...." rupanya si bayi tidak jadi menangis tapi ekspresinya berubah diam sambil menatapnya lekat,merasa baru kenal. Kemudian mendongak melihat ke muka Adnan seperti meminta persetujuan yang dibalas senyuman Adnan dan anggukan. Si bayi kembali menatap Mita dengan mata berkedip lucu.


"Lucu banget sih kamu,gumuuus....." ingin sekali menjembel pipi si bayi tapi takut menangis jadi hanya bisa dari jarak terdekat tanpa menyentuh.


"Malah ketawa...bayi bayi." sedangkan Adnan hanya mengawasi interaksi keduanya. Mita terus mengoceh dengan si bayi tanpa memperhatikan tatapan orang lain didepannya hingga teriakan menghentikannya.


"Mita...kebangetan kamu yah disini aku tersiksa kamu malah main-main disitu!" itu suara kesal Dani.


"Ambilin minum haus gak tahu apa aku banjir keringat gini pasti bau entar." Dani menjembel kerah bajunya lalu mencium sendiri bau tubuhnya dan berekspresi mual. Mita terkekeh.


"Iya bentar bawel banget jadi laki. Yang ikhlas dong kerjanya biar keringatnya dibalas surganya Allah. Lagian keringat itu nikmat juga yang harus disyukuri gak bisa keringetan berarti sakit." jelasnya panjang lebar.


"Ceramah lagi buruan aku butuh minum gak kira-kira kamu." sungutnya dengan muka sangat kesal. Mita langsung ngibrit. Dan tanpa sadar Adnan mengulas senyum melihat interaksi kakak beradik itu.


Adnan melihat-lihat koleksi tanaman Mita,tidak berani menyentuh apalagi bagian sayur takut tiba-tiba ada ulat berjalan terkena bulunya sedikit bisa gatal-gatal dan bentol. Niatnya sekedar mengenalkan pada putranya.


"Wah lihat dek itu ada ayam juga...lucu yah dek!" si bayi tampak senang sambil bertepuk tangan.


"Anaknya lucu yah dek!" si bayi menjulurkan tangannya ingin menyentuh.


"Yang betina namanya Wiwik jantan namanya Paijo terus anak-anaknya yang cowo itu Jason,Alex,Purnomo gak tahu yang mana tepatnya. Anak cewe yang putih mulus paling cakep Bilqis namanya. Yang tiga lagi namanya Siti,Ira sama Iyem." jelas Irham. Adnan tersenyum,lucu mendengar nama-nama ayam,ada yang bagus tapi ada yang kampungan.


"Kurang kerjaan banget,siapa yang kasih nama?"


"Kak Mita sendiri."


"Buahahaha...." Adnan merasa lucu.


"Terus kenapa ayam jago dinamain Paijo?" tanyanya dengan menahan tawa.


"Kata kak Mita nyebelin tiap dikasih makan diceker-ceker,buang rezeki."


"Itu juga anak cowo dikasih nama Purnomo kenapa?"


"Katanya ayamnya kalem,gak pernah ribut dikasih makan nasi sisa saudaranya,selalu habis gak bersisa."


"Terus anak cewe ada nama Iyem kenapa?"


"Masya Allah dia mah sombong gak mau makan sama nasi mintanya pur ayam."


"Terus induknya kok Wiwik?"


"Itu kesayangan kak Mita katanya ayam pertamanya." Adnan menggeleng tak percaya,Mita seabsurd itu orangnya. Memberi nama ayam sesuai asal usulnya.

__ADS_1


__ADS_2